Imdur Tablet 60 mg

Imdur tablet 60 mg digunakan untuk mencegah serangan angina pectoris.

Deskripsi obat

Imdur tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dada (angina) pada pasien dengan penyakit jantung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Imdur tablet mengadung zat aktif isosorbid mononitrat.
Imdur Tablet 60 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 121.725/strip per September 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaIsosorbid mononitrat.
Kelas terapiAntiangina.
Klasifikasi obatNitrat.
Kemasan1 box isi 2 strip @ 15 tablet (60 mg)
ProdusenAstra Zeneca Pharmaceutical

Informasi zat aktif

Isosorbid mononitrat atau obat antiangina bekerja melemaskan otot polos pembuluh darah dengan menstimulasi cyclic-GMP. Isosorbid mononitrat menurunkan tekanan ventrikel kiri (preload) dan resistensi arteri (afterload). Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, isosorbid mononitrat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorbsi dengan cepat dari saluran pencernaan dan konsnetrasi puncak plasma adalah 1 jam.
  • Distribusi: Terdistribusi secara luas dalam sel otot polos pembuluh darah.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi metabolit tidak aktif termasuk isosorbid dan isosorbid glukuronida.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin sebanyak 2% dalam bentuk obat tidak berubah. Waktu paruh eliminasi adalah 4-5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi nyeri dada (angina) pada pasien dengan penyakit jantung.

Isosorbid mononitrat merupakan obat golongan nitrat yang bekerja dengan memperbaiki ketidakseimbangan antara aliran darah dan oksigen ke jantung dengan melebarkan arteri dan vena. Pelebaran vena mengurangi jumlah darah yang kembali ke jantung yang harus dipompa dan pelebaran arteri menurunkan tekanan di arteri yang harus dipompa jantung. Sehingga, dapat meringankan kerja jantung dalam memompa darah.

Komposisi obat

Isosorbid mononitrat 60 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 20 mg sebanyak 2-3 kali/hari, dosis beriksar 20-120 mg/hari.
  • Lansia: Mulai dengan dosis yang lebih rendah.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dalam perut kosong.

Efek samping obat

  • Mual, muntah, sakit perut.
    Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang sederhana dan hindari makanan yang pedas. Jika terasa mual, cobalah mengonsumsi obat dengan atau setelah makan. Minum banyak air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang saat muntah agar tidak terjadi dehidrasi. Jika efek samping tidak kunjung hilang, segera hubungi dokter.
  • Sakit kepala.
    Jika Anda merasa sakit pada kepala, segera mintalah dokter atau apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Efek samping ini biasanya akan hilang setelah beberapa hari.
  • Pusing atau lelah.
    Jika Anda merasa pusing atau kelelahan, jangan mengemudi dan jangan menggunakan alat atau mesin.
  • Kulit kemerahan.
  • Pingsan (sinkop).
  • Sakit kepala hingga berputar (vertigo).
  • Mulut kering, nyeri dada, nyeri punggung.
  • Penimbunan cairan dalam tubuh (edema).
  • Detak jantung cepat (takikardia).
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Perut kembung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan hati atau ginjal berat.
  • Pasien yang kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme).
  • Pasien dengan suhu tubuh di bawah suhu normal (hipotermia).
  • Pasien dengan tekanan darah di bawah normal (hipotensi).
  • Pasien dengan kondisi gizi yang tidak seimbang (malnutrisi).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang kekurangan sel darah merah (anemia).
  • Pasien dengan gagal jantung obstruksi.
  • Pasien dengan tekanan dalam rongga kepala (intrakranial) akibat trauma kepala atau pendarahan otak.
  • Pasien dengan tekanan darah di bawah normal (hipotensi

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Sildenafil.
    Penggunaan bersama isosorbid mononitrat menyebabkan tekanan darah turun secara berlebihan yang dapat menyebabkan kolaps kardiovaskular yaitu kondisi kolaps kardiovaskular dan menyebabkan risiko efek samping lain seperti pusing, pusing, pingsan, sakit kepala, kulit kemerahan, jantung berdebar-debar, dan ereksi yang berkepanjangan dan menyakitkan yang tidak terkait dengan aktivitas seksual (priapisme) juga dapat meningkat.
  • Riosiguat.
    Penggunaan bersama isosorbid mononitrat dapat meningkatkan aktivitas menurunkan tekanan darah (hipotensi) dari riosiguat.
  • Avanafil, tadalafil, dan vardenafil, ergoloid mesilat,
    Penggunaan bersama isosorbid mononitrat meningkatkan aktivitas vasodilatasi.
  • Kaptopril.
    Penggunaan bersama isosorbid mononitrat meningkatkan atau memperburuk efek samping.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/isosorbide%20mononitrate?mtype=generic
Diakses pada 28 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/isosorbide-mononitrate#nav-4
Diakses pada 28 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/isosorbide-mononitrate-with-sildenafil-1401-0-2061-0.html
Diakses pada 28 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB01020
Diakses pada 28 Agustus 2020

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/isosorbide_mononitrate/article.htm#what_is_isosorbide_mononitrate_and_how_does_it_work_mechanism_of_action
Diakses pada 28 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email