Imboost Tablet

03 Jul 2020| Dina Rahmawati

Deskripsi obat

Imboost tablet adalah suplemen untuk memelihara daya tahan tubuh. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Imboost tablet mengandung ekstrak Echinacea purpurea dan zink pikolinat. Echinacea purpurea adalah tanaman bunga herbal yang mengandung alkamida, asam kafein, glikoprotein, polisakarida, dan kandungan yang mamou meningkatkan daya tahan tubuh. Zink pikolinat merupakan salah satu mineral yang mudah diserap dalam tubuh yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Imboost Tablet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet
ProdusenSoho Global Health

Indikasi (manfaat) obat

Memelihara daya tahan tubuh.

  • Manfaat Echinacea:
    • Meningkatkan dan memelihara daya tahan tubuh.
    • Mengobati flu.
    • Mengatasi peradangan.
    • Mencegah penyebaran kanker.
    • Melancarkan pencernaan.
    • Mengobati gangguan pada kulit.

Komposisi obat

  • Ekstrak kering Echinacea purpurea 250 mg.
  • Zink pikolinat 10 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan.

Efek samping obat

  • Pada penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan terjadinya gangguan perut ringan atau reaksi alergi.
  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Mulut kering.
  • Pusing.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Sakit tenggorokan.

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi.
  • Tidak dianjurkan untuk penggunaan selama 8 minggu ke atas.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Konsultasikan ke dokter jika sedang terapi mengonsumsi obat lain.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang menderita gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang (multiple sklerosis).
  • Pasien penderita penyakit kolagen.
  • Pasien dengan jumlah sel darah putih yang terlalu banyak dalam tubuh (leukosis).
  • Penyakit yang terkena infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis (tuberkulosis).
  • Pasien dengan penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).
  • Pasien penderita penyakit autoimun.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kaffein.
  • Klaritromisin.
  • Siklosporin.
  • Diltiazem.
  • Estrogen.
  • Indinavir.
  • Triazolam.
  • Klozapin.
  • Siklobenzaprin.
  • Fluvoxamin.
  • Haloperidol.
  • Mexiletin.
  • Olanzapin.
  • Pentazosin.
  • Propanolol.
  • Teofilin.
  • Zileuton.
  • Zolmitripin.
  • Azatioprin.
  • Basiliksimab.
  • Siklosporin.
  • Daklizumab.
  • Mikofenolat.
  • Takrolimus.
  • Sirolimus.
  • Prednison.
  • Kortikosteroid.

Sesuai kemasan per Juni 2020

Webmd. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-981/echinacea
Diakses pada 29 Juni 2020

Webmd. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zinc
Diakses pada 29 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Inilah Efek Interaksi Obat yang Dapat Terjadi

Interaksi obat adalah berubahnya efek obat ketika dikonsumsi dengan obat lain atau makanan maupun minuman tertentu. Hal ini bisa mengurangi efektivitas obat atau menimbulkan efek samping yang berlebih.
11 Aug 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Inilah Efek Interaksi Obat yang Dapat Terjadi

Minum Suplemen Vitamin C? Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

Mengonsumsi suplemen vitamin C ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mulai dari meningkatkan kekebalan tubuh hingga mencegah asam urat. Sayang jika Anda melewatkannya.
06 Jun 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Minum Suplemen Vitamin C? Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

Virus Ebola, Si Teroris Kecil yang Berbahaya

Penyakit Ebola disebabkan oleh virus dan bukan bakteri, maka vaksinnya sulit untuk ditemukan. Virus Ebola sendiri menyerang sel imun tubuh yang menyebabkan sistem imun tidak dapat dikendalikan.
13 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Virus Ebola, Si Teroris Kecil yang Berbahaya