Imatero tablet

22 Agu 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Imatero tablet adalah obat untuk terapi penyakit kanker darah karena banyaknya produksi sel darah putih yang tidak normal (leukimia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Imatero tablet mengandung zat aktif imatinib mesilat.
Imatero tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaImatinib mesilat.
Kelas terapiAgen antineoplastik.
Klasifikasi obatProtein kinase inhibitor.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 10 tablet (100 mg; 400 mg)
ProdusenAmarox

Informasi zat aktif

Imatinib adalah inhibitor tirosin kinase yang menghambat BCR-ABL tirosin kinase yang merupakan produk gen abnormal konstitutif dari kromosom Philadelphia sehingga menghalangi proliferasi dan menginduksi apoptosis pada jalur sel BCR-ABL positif dan sel leukemia positif kromosom Philadelphia. Ini juga menghambat tirosin kinase untuk faktor pertumbuhan yang diturunkan trombosit (PDGF), faktor sel induk (SCF), c-KIT (CD117) dan kejadian seluler yang dimediasi PDGF dan SCF.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, imatinib diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 98%. Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak terjadi dalam 2-4 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta, memasuki ASI. Pengikatan protein plasma sekitar 95%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati terutama oleh CYP3A4 dan pada tingkat yang lebih rendah oleh CYP1A2, CYP2D6, CYP2C9, CYP2C19 menjadi metabolit aktif, turunan piperazine terdemetilasi N.
  • Ekskresi: Melalui feses (68% sebagai metabolit primer, 20% sebagai obat tidak berubah); urin (13% sebagai metabolit primer, 5% sebagai obat tidak berubah). Paruh eliminasi sekitar 18 jam (imatinib); kira-kira 40 jam (N-desmetil).

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati jenis tumor yang tumbuh di dinding saluran pencernaan dan dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh (stroma gastrointestinal).
  • Mengobati beberapa jenis kanker darah karena banyaknya produksi sel darah putih yang tidak normal (leukimia) dan kanker serta kelainan sel darah lainnya.
  • Mengobati tumor yang terbentuk di bawah lapisan atas kulit (dermatofibrosarcoma protuberans).

Imatinib merupakan obat yang termasuk dalam kelasinhibitor kinase. Obat ini bekerja dengan menghalangi aksi protein abnormal yang memberi sinyal pada sel kanker untuk berkembang biak. Imatinib dapat membantu menghentikan penyebaran sel kanker.

Komposisi obat

  • Imatero tablet 100 mg: imatinib mesilat 100 mg.
  • Imatero tablet 400 mg: imatinib mesilat 400 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Mastositosis sistemik agresif:
    • Pada pasien tanpa mutasi D816V c-KIT atau dengan status mutasi c-Kit tidak diketahui: 400 mg/hari.
    • Pada pasien dengan eosinofilia: 100 mg/hari, dosis dapat tingkatkan menjadi 400 mg sesuai respon.
    • Fase akselerasi leukemia mielogenous kronik positif kromosom Philadelphia, fase ledakan leukemia mielogenous kronik positif kromosom Philadelphia: 600 mg setiap hari. Dosis daapat ditingkatkan hingga 400 mg pada pasien dengan perkembangan penyakit, respons hematologis yang tidak memuaskan setidaknya 3 bulan pengobatan, gagal mencapai respons sitogenik setelah 12 bulan pengobatan atau kehilangan respons hematologis atau sitogenik yang dicapai sebelumnya.
    • Fase kronis leukemia myelogenous kronis kromosom Philadelphia positif: 400 mg setiap hari. Tingkatkan menjadi 600 mg setiap hari atau 400 mg dua kali lipat pada pasien dengan perkembangan penyakit, respons hematologis yang tidak memuaskan setidaknya 3 bulan pengobatan, gagal mencapai respons sitogenik setelah 12 bulan pengobatan atau kehilangan respons hematologis atau sitogenik yang dicapai sebelumnya.
  • Leukemia eosinofilik kronis, sindrom hipereosinofilik idiopatik:
    • Pada pasien dengan pengaturan ulang FIP1L1-PDGFRα: 100 mg setiap hari, tingkatkan menjadi 400 mg setiap hari sesuai dengan respons.
  • Leukemia limfoblastik akut positif kromosom Philadelphia: sebagai terapi tunggal pada kasus relaps atau refrakter, atau kombinasi dengan kemoterapi untuk kasus yang baru didiagnosis: 600 mg setiap hari. Dilanjutkan sampai perkembangan penyakit atau toksisitas yang tidak dapat diterima.
  • Penyakit myelodysplastic/myeloproliferative:
    • Pada pasien dengan penataan ulang gen reseptor faktor pertumbuhan turunan platelet (PDGFR): 400 mg sekali sehari, dilanjutkan sampai perkembangan penyakit atau toksisitas yang tidak dapat diterima.
  • Tumor stroma gastrointestinal:
    • Pada pasien dengan Kit (CD117) -positif tidak dapat dioperasi, kasus metastasis ganas: 400 mg sekali sehari, naikkan menjadi 400 mg dua kali lipat jika dapat ditoleransi. Sebagai terapi adjuvan setelah reseksi lengkap: 400 mg setiap hari.
  • Dermatofibrosarcoma protuberans: pada pasien dengan kasus yang tidak dapat dioperasi, berulang, dan atau metastasis tidak memenuhi syarat untuk operasi: 400 mg dua kali lipat.


Anak-anak:

  • Fase kronis leukemia myelogenous kronis kromosom Philadelphia positif:
    • 2 tahun fase kronis atau lanjutan: 340 mg/m2 setiap hari.
    • Dosis maksimal: 800 mg. Dapat diberikan sekali sehari atau dibagi menjadi dosis pagi dan sore hari. Dapat ditingkatkan menjadi 570 mg/m2 setiap hari pada anak-anak dengan perkembangan penyakit, respon hematologis yang tidak memuaskan setidaknya 3 bulan pengobatan, gagal mencapai respon sitogenik setelah 12 bulan pengobatan atau kehilangan respon hematologis atau sitogenik yang dicapai sebelumnya.
  • Leukemia limfoblastik akut positif kromosom Philadelphia:
    • Dalam kombinasi dengan kemoterapi untuk kasus yang baru didiagnosis: 340 mg/m2 setiap hari.
    • Dosis maksimal: 600 mg.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Sariawan.
    Menyikat gigi 2-3 kali sehari dengan menggunakan sikat gigi yang lembut dan gunakan obat kumur secara teratur karena dapat membantu mencegah terjadinya sariawan. Jika sariawan tidak hilang, segera hubungi dokter Anda.
  • Merasa sakit seperti mual, muntah, gangguan pencernaan, perut tidak nyaman, dan kurangnya nafsu makan.
    Konsumsi makanan yang sederhana. Hubungi dokter untuk memberitahu efek samping ini, minta rekomendasi obat untuk meredakan efek samping yang terjadi.
  • Sakit kepala.
    Konsumsi banyak air dan minta rekomendasi obat penghilang rasa sakit yang sesuai kepada apoteker. Jika sakit kepala masih berlanjut atau semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Merasa lelah dan pusing.
    Jika merasa kelelahan dan pusing hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin, tunggu hingga kondisi membaik.
  • Diare atau kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi air yang cukup.
  • Anemia dan perubahan pada beberapa tes darah.
    Lakukan pemeriksaan tes darah secara berkala.
  • Ruam gatal, kram dan nyeri otot, kesulitan tidur, masalah mata, mimisan, rambut rontok, kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki, kulit atau mata menjadi kering, peningkatan berat badan, dan berkeringat.
    Jika kondisi ini tidak menghilang atau semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat menjalani pengangkatan kelenjar tiroid (tiroidektomi).
  • Pasien dengan serologi hepatitis B positif dan hepatitis B.
  • Wanita hamil.
  • Pasien penderita penyakit jantung atau pasien dengan faktor risiko gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat gagal ginjal.
  • Pasien penderita penyakit paru-paru.
  • Pasien dengan faktor risiko gangguan fungsi ginjal misalnya oada pasien tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, dan diabetes melitus.
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita lanjut usia.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Indinavir, ritonavir, ketokonazol, vorikonazol, eritromisin, dan klaritromisin.
    Obat di atas dapat meningkatan konsentrasi serum dari obat imatinib sehingga dapat menyebabkan toksisitas dari imatinib.
  • Warfarin.
    Imatinib dapat meningkatkan efek penghambatan pembekuan darah dari obat warfarin. Sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Deksametason, fenitoin, karbamazepin, rifampisin, dan fenobarbital.
    Obat di atas dapat menurunkan konsentrasi serum dan menurunkan efektivitas dari imatinib sehingga akan menurunkan kemanjuran dari pengobatan imatinib.
  • Levotiroksin.
    Imatinib dapat menurunkan konsentrasi dari levotiroksin serum.
  • Simvastatin, siklosporin, pimozid, takrolimus, ergotamin, fentanil, kuinidin, amlodipin, dan metoprolol.
    Imatinib dapat meningkatkan konsentrasi serum substrat CYP3A4 seperti simvastatin, siklosporin, pimozid, takrolimus, ergotamin, fentanil, kuinidin, dan amlodipin serta substrat CYP2D6 seperti metoprolol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami diare, muntah, demam, panas dingin, ruam pada kulit, pembengkakan pada wajah atau otot, dan munculnya reaksi alergi seperti kemerhan dan gatal.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/imatinib
Diakses pada 12 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a606018.html
Diakses pada 12 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/imatinib-tablets-glivec-nibix
Diakses pada 12 Agustus 2020

Nhs. https://www.ouh.nhs.uk/patient-guide/leaflets/files/110517imatinib.pdf
Diakses pada 12 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

8 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Ini Mampu Kuatkan Sistem Imun

Cara meningkatkan daya tahan tubuh yang lemah agar terhindar dari penyakit adalah dengan berolahraga, mengonsumsi suplemen, menjaga kebersihan dan pola makan.
11 Jul 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
8 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Ini Mampu Kuatkan Sistem Imun

8 Cara Mencegah Kanker Payudara yang Penting Diketahui Wanita

Kanker payudara adalah salah satu penyakit, yang sangat ditakuti oleh wanita. Bagaimana tidak, penyakit ini, sudah merenggut banyak nyawa kaum hawa. Sebenarnya, apakah ada cara mencegah kanker payudara, demi hidup yang lebih sehat?
17 Jan 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
8 Cara Mencegah Kanker Payudara yang Penting Diketahui Wanita

4 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

Jenis-jenis kanker yang sering menyerang wanita di Indonesia, antara lain; kanker payudara, kanker paru-paru, kanker serviks, dan kanker usus besar. Sebagai langkah untuk mencegah kanker pada wanita, penerapan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, olahraga secara rutin, dan mengonsumsi makanan sehat perlu dilakukan.
05 Apr 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
4 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita