Ikaphen adalah obat yang dapat digunakan untuk mengontrol serangan epilepsi jenis tonik-klonik, dan psikomotor
Ikaphen adalah obat yang dapat digunakan untuk mengontrol serangan epilepsi jenis tonik-klonik, dan psikomotor
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 173.250/botol (100 kapsul) per April 2019
Kemasan 1 botol @ 100 kapsul
Produsen Ikapharmindo Putramas

Ikaphen adalah obat yang dapat digunakan untuk mengontrol serangan epilepsi jenis tonik-klonik, dan psikomotor. Obat ini mengandung phenytoin natrium yang termasuk golongan antikonvulsan yang bekerja pada jaringan saraf otak untuk menghentikan kejang. Ikaphen termasuk obat keras yang memerlukan resep dokter.

Mengontrol serangan epilepsi jenis tonik-klonik dan psikomotor (grand mal dan lobus temporal).

Phenytoin natrium 100 mg

Epilepsi

  • Dewasa
    Dosis awal: 3-4 mg/kg per hari atau 150-300 mg per hari, jika diperlukan dapat ditingkatkan secara progresif menjadi 600 mg per hari dengan selang waktu 7-10 hari. Dosis pemeliharaan: 200-500 mg per hari.
  • Anak
    Dosis awal: 5 mg/kg sehari dalam 2-3 dosis terbagi. Maksimal: 300 mg per hari. Dosis pemeliharaan: 4-8 mg/kg sehari dalam dosis terbagi.

Dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

Mual, muntah, pusing, insomnia, gangguan gerak tubuh (ataksia), pergerakan bola mata tidak menentu (nistagmus), sembelit (konstipasi), hepatitis, sindrom Steven-Johnson, sel darah putih menurun (leukopenia), jumlah keping darah menurun (trombositopenia).

Hipersensitif terhadap Fenitoin atau Hidantoin lainnya.

Kejang pada anak yang terjadi secara singkat (petit mal), penderita epilepsi, wanita hamil, gangguan hati, usia lanjut, penderita kelainan (diskrasia) darah, kadar gula dibawah normal (hipoglikemia), dan wanita menyusui.

Dikumarol, disulfiram dan isoniazid, kloramfenikol, halotan, phenyramidol, sulthiame, preparat-preparat tiroid, dan viloxazine.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phenytoin?mtype=generic

Diakses pada 11 Oktober 2019

SehatQ. https://www.sehatq.com/obat/phenytoin

Diakses pada 11 Oktober 2019

Artikel Terkait