Ikamicetin 2% Salep 15 g

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Ikamicetin 2% salep adalah obat untuk mengatasi infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri.

Deskripsi obat

Ikamicetin 2% salep adalah obat untuk mengatasi infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Salep ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Ikamicetin 2% salep mengandung zat aktif kloramfenikol.

Ikamicetin 2% Salep 15 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaKloramfenikol.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatAntibiotik kloramfenikol.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 20 g
ProdusenIkapharmindo Putramas

Informasi zat aktif

Kloramfenikol adalah obat golongan antibiotik yang dapat mengganggu pertumbuhan bakteri dengan cara menghambat sintesis protein dan mengikat subunit 50S ribossom bakteri, sehingga transfer asam amino ke rantai peptida menjadi terhambat dan pertumbuhan bakteri terhambat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kloramfenikol memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan mudah. Dapat diserap secara sistemik setelah pemberian pada mata (oftalmikus).
  • Distribusi : Masuk kedalam cairan mata dan gel yang mengisi ruang antara lensa mata dan retina (vitreous humor). Dapat menyebar secara luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Dapat melintasi plasenta dan masuk kedalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui urin (kurang lebih 30% sebagai kloramfenikol suksinat yang tidak berubah, serta 5-15% sebagai kloramfenikol). Waktu paruh eliminasi: 1,5-4 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif dan Gram positif, seperti infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Staphylococcus pyogenes (impetigo kontagiosa), peradangan pada folikel rambut atau tempat rambut tumbuh yang disebabkan karena infeksi bakteri (folikulitis akut), dan luka akibat infeksi bakteri lainnya yang peka terhadap kloramfenikol.

Kloramfenikol dapat menghambat sintesis protein dan bersifat bakteriostatik.

Komposisi obat

Tiap 1 g: kloramfenikol 20 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Oleskan 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Oleskan secara tipis-tipis dan merata pada bagian kulit yang terinfeksi.

  • Cuci dan keringkan tangan sebelum menggunakan krim.
  • Bersihkan dan keringkan bagian yang terinfeksi.
  • Oleskan tipis-tipis pada bagian kulit yang infeksi.
  • Gosok dengan lembut.
  • Jangan menutupi bagian yang diokesjan dengan perban atau pembalit.
  • Jangan mencuci atau membilas bagian yang telah dioleskan krim.
  • Gunakan krim secara teratur.

Efek samping obat

  • Rasa terbakar pada kulit.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Kulit gatal.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan ikamicetin 2% salep pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen komponen salep ini.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal penggunaan sebelumnya, segera gunakan sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan salep sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda:

  • Lebih mudah memar.
  • Lebih mudah terkena infeksi.
  • Merasa sangat lelah atau lemah.

Ini bisa menjadi tanda anemia aplastik, kondisi langka di mana sumsum tulang gagal memproduksi sel darah secara normal.

Sesuai kemasan per Juli 2020

Mychart. https://mychart.geisinger.org/staywel/html/Drug%20Sheets/26,115-6.html
Diakses pada 22 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email