Ikalep sirup 120 ml diindikasikan sebagai terapi tunggal atau tambahan pada pengobatan kejang parsial dan kejang petit mal.
Ikalep sirup 120 ml diindikasikan sebagai terapi tunggal atau tambahan pada pengobatan kejang parsial dan kejang petit mal.
Ikalep sirup 120 ml diindikasikan sebagai terapi tunggal atau tambahan pada pengobatan kejang parsial dan kejang petit mal.
Ikalep sirup 120 ml diindikasikan sebagai terapi tunggal atau tambahan pada pengobatan kejang parsial dan kejang petit mal.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 96.250/botol (120 ml) per Desember 2019.
Kemasan 1 botol @ 120 ml
Produsen Ikapharmindo Putramas

Ikalep adalah obat yang digunakan untuk terapi tunggal atau tambahan pada pengobatan kejang parsial dan kejang petit mal. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Ikalep mengandung asam valproat sebagai zat aktifnya.

  • Terapi tunggal atau tambahan pada pengobatan:
    • Kondisi yang disebabkan oleh adanya sinyal-sinyal listrik yang tidak normal di bagian otak (kejang parsial) baik bersifat elementer maupun yang kompleks.
    • Kejang petit mal.

Tiap 5 ml: Asam valproat 250 mg.

  • Dosis awal: 15 mg/kg/hari dapat meningkat dengan interval 1 minggu dengan 5-10 mg/kg/hari sampai kejang terkendalikan.
  • Dosis maksimal 60 mg/kg/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Kegagalan fungsi hati.
  • Radang pada kelenjar pankreas (pankreatitis).
  • Gangguan siklus urea.
  • Mual, muntah, gangguan pencernaan.
  • Tremor, halusinasi, sakit kepala, pusing.
  • Rambut rontok, ruam kulit, gatal (pruritus), hipersensitivitas pada kulit yang seringkali dipicu oleh terjadinya infeksi (eritema multiformis).
  • Marah emosional, depresi, hiperaktif.
  • Rasa lemah.
  • Kondisi saat jumlah keping darah rendah (trombositopenia).
  • Menstruasi tidak teratur.
  • Pasien dengan penyakit hati atau disfungsi hati yang signifikan.
  • Pasien yangi dketahui hipersensitif terhadap obat tersebut.
  • Pasien yang memiliki gangguan siklus urea.
  • Obat ini harus dihentikan bila ditemukan adanya disfungsi hati yang signifikan.
  • Wanta menyusui.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil.
  • Karbamazepin.
  • Fenitoin.
  • Fenobarbital.
  • Antidepresan.
  • Meropenem.
  • Clonazepam.
  • Lamotrigin.
  • Fenobarbital.
  • Primidone.
  • Fenitoin.
  • Simetidin.
  • Ranitidin

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait