Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Ifosfamide

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 11 Feb 2019

Merk dagang yang beredar:

Holoxan

Suntikan ifosfamide digunakan bersama obat-obatan lain untuk mengobati kanker testis. Ifosfamide mengganggu pertumbuhan sel kanker, yang akhirnya dihancurkan. Karena pertumbuhan sel-sel tubuh normal juga dapat dipengaruhi oleh ifosfamide, efek lain juga akan terjadi.

Ifosfamide ()
Golongan

Kemoterapi

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D:Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Dewasa (Suntikan intravena):

Limfoma, Sarkoma, Tumor padat

Terdapat beberapa regimen dosis rekomendasi :

  • Regimen I : 8-12 g / m2 terbagi dalam 3-5 hari, ulangi regimen tiap 2-4 minggu.
  • Regimen II : 6 g / m2 terbagi dalam 5 hari, regimen diulangi tiap 3 minggu
  • Regimen III : 5-6 g / m2 (maksimal 10 gr) berikan sebagai dosis tunggal dalam infus selama 24 jam dan diulangi tiap 3-4 minggu

Dewasa (suntikan intravena)

karsinoma sel germinal testis: 1,2 g / m2 / hari selama 5 hari dengan infus laju lambat dalam 30 menit, ulangi terapi 3 minggu atau setelah pemulihan dari toksisitas hematologis. Lazimnya diberikan bersama dengan obat mesna dan hidrasi yang adekuat (minimal 2 L cairan oral/infus perhari)

Aturan pakai Ifosfamide dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Ifosfamide sebelum mengonsumsi.

Seorang perawat atau profesional kesehatan terlatih lainnya akan memberi Anda obat ini di rumah sakit atau pusat perawatan kanker. Obat ini diberikan melalui jarum yang diletakkan di salah satu pembuluh darah Anda. Obat harus disuntikkan secara perlahan, jadi tabung infus Anda harus tetap di tempatnya selama 30 menit.

Obat ini biasanya diberikan selama 5 hari berturut-turut. Perawatan 5 hari ini diberikan lagi setiap 3 minggu atau ketika tubuh Anda bisa menerimanya.

Ifosfamide kadang-kadang diberikan bersama dengan obat-obatan tertentu lainnya. Jika Anda menggunakan kombinasi obat-obatan, pastikan Anda mengambilnya pada waktu yang tepat dan jangan dicampur.

Ketika mengambil ifosfamide, minum cairan ekstra supaya Anda akan mengeluarkan lebih banyak urin terutama pada malam hari. Hal ini akan membantu mencegah masalah ginjal dan kandung kemih Anda. Jika terlalu banyak muncul dalam urin atau jika urin terlalu lama berada di kandung kemih, dapat menyebabkan iritasi berbahaya.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat Ifosfamide dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti:

  • Kebingungan, alopecia/rambut rontok, mual, muntah, flebitis pada area suntikan, mengantuk, depresi, halusinasi.
  • Penyembuhan luka mungkin terganggu selama penggunaan ifosfamide.
  • Berpotensi Fatal: myelosupresi parah, sistitis hemoragik, nefrotoksisitas, kardiotoksisitas, koma.

Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Gangguan fungsi hati atau ginjal,
  • Cadangan sumsum tulang terganggu.

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Depresi sumsum tulang yang parah
  • Kehamilan dan laktasi

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

  • Menyebabkan peningkatan toksisitas dengan allopurinol, cisplatin.
  • Ifosfamide meningkatkan efek antikoagulan warfarin.
  • Induktor CYP2A6 (mis. Amobarbital, pentobarbital, fenobarbital, rifampin, dan secobarbital) dapat mengurangi kadar serum ifosfamide
  • Inhibitor CYP2A6 (mis. Isoniazid, methoxsalen, dan miconazole) dapat meningkatkan kadar serumnya.
  • Induktor CYP3A4 (mis. Aminoglutethimide, carbamazepine, nafcillin, nevirapine, phenobarbital, phenytoin, dan rifamycins) dapat mengurangi kadar serum ifosfamide.
  • Inhibitor CYP3A4  (mis. antijamur azole, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, imatinib, isoniazid) dapat meningkatkan kadar serumnya.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait:
Back to Top