Ibuprofen menghilangkan rasa sakit, seperti sakit kepala, sakit gigi, radang sendi, dan nyeri otot
Ibuprofen digunakan untuk menghilangkan rasa sakit

Arfen, Anafen, Arthrifen, Bufect, Brufen, Dofen 400, Dolofen-F, Ethifen, Farsifen, Fasih, Fenris, Iprox, Ibufens, Ostarin, Proris, Proris Forte, Prosic, Prosinal, Rhelafen, Rhelafen Forte, Spedifen

Ibuprofen digunakan untuk menghilangkan rasa sakit seperti sakit kepala, sakit gigi, radang sendi, dan nyeri otot. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi produksi tubuh dari zat-zat alami, yang menyebabkan peradangan.

Ibuprofen (Ibuprofen)
Golongan

Obat antiinflamasi nonsteroid

Kategori obat

Obat bebas

Bentuk sediaan obat

Infus, tablet, kapsul, obat solid, salep, plester

Dikonsumsi oleh

Dewasa, remaja, dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis, dan bersifat individual. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons tubuh pasien terhadap pengobatan, dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Infus

Demam

  • Dewasa: Untuk dosis awal, 400 mg. Kemudian, dosis diberikan sebesar 400 mg setiap 4-6 jam sekali, atau 100-200 mg setiap 4 jam, sesuai kebutuhan. Dosis maksimal 3,2 g per hari.
  • Anak berusia 6 bulan-11 tahun: 10 mg/kg selama 10 menit, setiap 4-6 jam, sesuai kebutuhan. Anak dan remaja berusia 12-17 tahun: 400 mg selama 10 menit, setiap 4-6 jam. Dosis maksimal 2,4 g per hari (400 mg/dosis)

Nyeri ringan hingga sedang

  • Dewasa: 400-800 mg setiap 6 jam, sesuai kebutuhan. Dosis maksimal 3,2 g per hari.
  • Anak berusia 6 bulan-11 tahun: 10 mg/kg selama 10 menit, setiap 4-6 jam, sesuai kebutuhan. Anak dan remaja berusia 12-17 tahun: 400 mg selama 10 menit, setiap 4-6 jam. Dosis maksimal 2,4 g per hari (400 mg/dosis).

Penyumbatan pembuluh darah

  • Anak: dosis awal sebesar 10 mg/kg melalui infus selama 15 menit. Kemudian, 2 dosis sebesar 5 mg/kg diberikan setelah 14 dan 48 jam. Dosis diberikan berdasarkan berat badan lahir.


Oral

Demam

  • Dewasa: obat diminum dengan dosis 200-400 mg setiap 4-6 jam. Maksimal 1,2 gram (obat bebas), atau 3,2 gram per hari. Durasi maksimal penggunaan ibuprofen yang dijual bebas: 3 hari.
  • Anak berusia di atas 6 bulan: obat diminum 5-10 mg/kg setiap 6-8 jam. Dosis maksimal 40 mg/kg per hari (400 mg/dosis).


Rematik

  • Anak: dosis sebesar 30-40 mg/kg dalam bentuk tablet maupun kapsul diberikan per hari, dalam 3-4 dosis terbagi. Dosis maksimal 2,4 gram per hari.
  • Remaja di atas 12 tahun: mengikuti dosis orang dewasa.


Nyeri sendi, rematik

  • Dewasa: tablet atau kapsul diminum dengan dosis 400-800 mg, 3-4 kali per hari. Dosis maksimal 3,2 gram per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1,6 gram, satu kali per hari (di malam hari). Jika diperlukan, dosis bisa ditingkatkan menjadi 2,4 gram per hari dalam 2 dosis terbagi.


Nyeri haid

  • Dewasa: kapsul atau tablet diminum dengan dosis 200-400 mg setiap 4-6 jam. Dosis maksimal 3,2 gram per hari. Obat bisa diminum dengan dosis hingga 1,6 gram per hari (pada malam hari). Jika diperlukan, tingkatkan dosis menjadi 2,4 gram per hari, dalam 2 dosis terbagi.


Nyeri ringan hingga sedang

  • Dewasa: tablet atau kapsul diminum dengan dosis 200-400 mg, setiap 4-6 jam, sesuai kebutuhan. Dosis maksimal 1,2 gram per hari (untuk obat yang dijual bebas), atau 3,2 gram per hari. Untuk obat bebas, durasi maksimal penggunannya selama 10 hari. Dosis bisa ditingkatkan hingga 1,6 gram, satu kali sehari (di malam hari). Jika diperlukan, dosis dapat ditingkatkan menjadi 2,4 gram per hari, dalam 2 dosis terbagi.
  • Anak berusia di atas 6 bulan: tablet atau kapsul diminum dengan dosis 4-10 mg/kg per hari, setiap 6-8 jam. Maksimal 400 mg per dosis, 40 mg/kg per hari. Untuk remaja di atas 12 tahun: mengikuti dosis orang dewasa. 


Melalui dubur

Demam, nyeri ringan hingga sedang

  • Anak berusia 3-9 bulan dengan berat 6-8 kg: 60 mg setiap 6-8 jam, dalam 3 dosis per hari, dalam bentuk obat solid 60 atau 125 gram.
  • Anak berusia 9 bulan-2 tahun dengan berat 8-12,5 kg: 60 mg setiap 6 jam, dalam maksimal 4 dosis per hari, dalam bentuk obat solid 60 atau 125 gram.
  • Anak berusia 2-4 tahun dengan berat 12,5-17 kg: 125 mg setiap 6-8 jam, dalam maksimal 3 dosis per hari, dalam bentuk obat solid 60 atau 125 gram.
  • Anak berusia 4-6 tahun dengan berat 17-20,5 kg: 125 mg setiap 6 jam, dalam maksimal 4 dosis per hari, dalam bentuk obat solid 60 atau 125 gram.
  • Anak berusia 8-12 bulan dengan berat 7,5-10 kg: 75 mg diberikan maksimal 3 kali sehari, dalam bentuk obat solid 75 mg.
  • Anak berusia 12 bulan-3 tahun dengan berat 10-15 kg: 75 mg diberikan maksimal 4 kali sehari, dalam bentuk obat solid 75 gram.


Salep

Nyeri, peradangan otot, masalah sendi

  • Dewasa: gel, foam, atau spray dengan kandungan 5% atau 10 persen ibuprofen, diaplikasikan ke area yang mengalami masalah, sesuai petunjuk. Plester 200 mg bisa digunakan 1 plester per hari.
  • Anak: aplikasikan gel, foam, atau spray dengan kandungan 5% atau 10 persen ibuprofen.
  • Anak berusia di atas 12 tahun: mengikuti dosis orang dewasa. Plester 200 mg bisa digunakan remaja berusia di atas 16 tahun, 1 kali sehari.

Ikuti saran dan resep dokter.

  • Minum obat setiap 4-6 jam dengan segelas (240 ml) air, atau sesuai petunjuk dokter.
  • Jangan berbaring, setidaknya 10 menit setelah mengonsumsi obat.
  • Jika perut terasa sakit setelah minum obat ini, konsumsilah makanan, susu, atau antacid.

Ibuprofen dapat menyebabkan efek samping berupa sakit perut, mual, muntah, sakit kepala, diare, sembelit, dan pusing. Beri tahu dokter mengenai setiap efek samping yang terjadi.

Bila mengalami gejala yang berat atau serius sebagai berikut, segera hubungi dokter.

  • Signifikan: Reaksi anafilaktoid, risiko hiperkalemia, edema, HTN, kelainan fungsi hati, anemia, penglihatan kabur, skotomata, perubahan penglihatan warna. Jarang, diskrasia darah yang parah (misalnya agranulositosis, trombositopenia, anemia aplastik). 
  • Gangguan telinga dan labirin: Tinnitus
  • Gangguan gastrointestinal: Mual, muntah, diare, perut kembung, sembelit, pencernaan yg terganggu, mulas, sakit perut; enterocolitis (infus). 
  • Gangguan umum dan kondisi tempat administrasi: Retensi cairan. 
  • Infeksi dan infestasi: Sepsis (infus). 
  • Komplikasi cedera, keracunan dan prosedur: Reaksi di tempat suntikan.
  • Investigasi: Peningkatan BUN (infus).
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi: Nafsu makan menurun; hipoalbuminemia, hipoglikemia, hipokalsemia, hipokalemia, hipernatremia, insufisiensi adrenal (infus). 
  • Gangguan sistem saraf: Sakit kepala, pusing; perdarahan intraventrikular (infus). 
  • Gangguan kejiwaan: Gugup
  • Gangguan ginjal dan kemih: Haematuria, ISK. 
  • Gangguan pernapasan, toraks, dan mediastinum: Apnea, batuk, infeksi saluran pernapasan. 
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Ruam, pruritus; iritasi kulit (infus). 
  • Berpotensi fatal: Kejadian trombotik CV (misalnya serangan jantung atau stroke), ulserasi gastrointestinal, perforasi atau perdarahan; jarang, hepatotoksisitas (misalnya hepatitis fulminan, nekrosis atau kegagalan hati), sindrom Stevens-Johnson, dermatitis eksfoliatif, nekrolisis epidermal toksik.

Obat ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang. Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Riwayat enyakit kardiovaskular atau faktor risiko kardiovaskular (misalnya gagal jantung kronis, penyakit jantung iskemik, gangguan serebrovaskuler, hipertensi, hiperlipidemia, diabetes mellitus), gangguan perdarahan, SLE, gangguan jaringan ikat campuran, porfiria. Operasi.
  • Akan menjalani operasi besar (misalnya penggantian sendi).
  • Riwayat ulserasi pasca konsumsi NSAID
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Dalam masa kehamilan (trimester kedua) dan menyusui
  • Penggunaan NSAID, antiplatelet, atau antikoagulan lainnya secara bersamaan

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas (termasuk asma) terhadap ibuprofen atau NSAID lainnya
  • Riwayat pendarahan gastrointestinal, perforasi, atau ulserasi terkait terapi NSAID
  • Ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan
  • Gagal jantung parah atau pasien yang menjalani operasi cangkok bypass arteri koroner
  • Gangguan ginjal atau hati berat. Kehamilan (trimester ketiga)

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan ibuprofen bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya. Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan ibuprofen.

Jenis Obat

Interaksi

NSAID lain (misalnya aspirin), antiplatelet, antikoagulan (misalnya warfarin), kortikosteroid, antidepresan golongan Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (SSRI)

Peningkatan risiko luka, terbentuknya lubang, maupun pendarahan pada saluran pencernaan

Ciclosporin, tacrolimus

Peningkatan risiko hyperkalaemia dan keracunan pada ginjal

Litium, metotreksat

Peningkatan risiko keracunan

Antihipertensi ACE inhibitor, angiotensin II receptor antagonist

Penurunan efektivitas antihipertensi dari ACE inhibitor, angiotensin II receptor antagonist

Diuretik

Efek natriuretik

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS.  https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 7 Januari 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details
Diakses pada 7 Januari 2018

Artikel Terkait