Ibuprofen

07 Feb 2021
Ditinjau oleh Ajeng Prahasta
Ibuprofen digunakan untuk meringankan demam dan menghilangkan rasa sakit

Ibuprofen digunakan untuk meringankan demam dan menghilangkan rasa sakit

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Arfen, Anafen, Arthrifen, Bufect, Brufen, Dofen 400, Dolofen-F, Ethifen, Farsifen, Fasih, Fenris, Iprox, Ibufens, Ostarin, Proris, Proris Forte, Prosic, Prosinal, Rhelafen, Rhelafen Forte, Spedifen

Deskripsi obat

Ibuprofen digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan rasa sakit atau peradangan yang disebabkan berbagai kondisi, seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit punggung, radang sendi atau arthritis, kram menstruasi, dan cedera ringan. Obat ini merupakan obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID).

Ibuprofen juga digunakan untuk meredakan demam dan nyeri ringan akibat flu. Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi produksi hormon di dalam tubuh yang dapat menyebabkan peradangan dan nyeri pada tubuh.

Ibuprofen dapat digunakan pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 6 bulan. 

Ibuprofen (Ibuprofen)
GolonganKelas terapi : Analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi. Klasifikasi Obat : Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kategori obatObat bebas
Bentuk sediaan obatTablet, kapsul, sirup, injeksi, plester, suppositoria
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian ibuprofen, antara lain:

  • Buang angin.
    Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gas, seperti bawang dan kacang-kacangan. Anda juga dapat mengonsumsi obat, seperti karbon aktif atau simetikon.
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
    Jika mengalami gangguan pada saluran pencernaan secara berulang, hentikan mengonsumsi ibuprofen dan segera hubungi dokter Anda. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut sementara, Anda dapat mengonsumsi antasida.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan mengonsumsi banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Namun, jika sakit kepala tidak hilang selama lebih dari 1 minggu atau bertambah parah, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Hentikan aktivitas kemudian duduk atau berbaring hingga Anda merasa membaik. Hindari mengonsumsi kopi, rokok, dan alkohol. Jika pusing tidak membaik dalam beberapa hari, segera hubungi dokter atau apoteker Anda.
  • Mual.
    Hindari mengonsumsi makanan terlalu banyak dan hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Muntah.
    Minumlah air dalam jumlah sedikit dan minumlah sesering mungkin. Namun, jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti mengeluarkan urine berwarna gelap dan memiliki bau yang kuat, segera hubungi dokter Anda.
  • Nyeri pada perut bagian atas.
  • Diare.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Anemia.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah baru (anemia aplastik).
  • Penglihatan kabur.
  • Reaksi alergi, seperti gatal dan ruam pada kulit.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Pusing.
  • Meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi atau di atas normal (hipertensi).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Gangguan perubahan mood.
  • Leher terasa kaku.
  • Urine berwarna gelap.
  • Perubahan warna pada kulit dan sklera mata yang menjadi kekuningan.

Perhatian Khusus

Obat ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang. Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Serangan jantung.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia).
  • Kencing manis (diabetes melitus).
  • Perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Anemia.
  • Stroke.
  • Gagal jantung.
  • Asma.
  • Lanjut usia.
  • Pasien yang mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid lain, obat pengencer darah, dan obat yang menghambat pembekuan pada darah (antikoagulan).
  • Tidak untuk penggunaan jangka panjang.
  • Anak-anak, terutama bayi yang lahir prematur.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25°C. Hindari tempat yang lembap dan terkena sinar matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap komponen obat ini atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya.
  • Riwayat gangguan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Luka pada saluran pencernaan.
  • Gagal jantung atau pasien yang telah menjalani operasi bypass.
  • Gangguan ginjal atau hati.
  • Kehamilan pada trimester ketiga.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan ibuprofen pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Masalah hati, seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, penyakit kuning seperti kulit atau mata yang menjadi menguning.
  • Masalah ginjal, misalnya sedikit atau tidak bisa buang air kecil, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, dan merasa lelah atau sesak napas.
  • Sel darah merah rendah, seperti anemia, kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, kesulitan berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit yang parah, seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata Anda, serta nyeri kulit diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar terutama di wajah atau tubuh bagian atas dan menyebabkan lepuh serta pengelupasan.
  • Sesak napas.
  • Tanda-tanda pendarahan perut, seperti feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Gangguan penglihatan.
  • Peningkatan berat badan yang terjadi secara cepat.
  • Ruam pada kulit.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Penggunaan beberapa obat secara bersamaan dapat terjadi interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat secara bersamaan. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan.

  • Obat antiinflamasi nonsteroid lain seperti aspirin, obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin, dan obat kortikosteroid.
    Penggunaan bersama salah satu obat tersebut dapat meningkatkan risiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Ciclosporin dan takrolimus.
    Penggunaan ibuprofen bersama obat tersebut dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan keracunan pada ginjal.
  • Methotrexate dan lithium.
    Penggunaan obat di atas bersama ibuprofen dapat menyebabkan keracunan.
  • Lisinopril, kaptopril, dan ramipril.
    Ibuprofen dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi tersebut, sehingga tekanan darah tidak dapat menurun.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-adults/
Diakses pada 22 Januari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen
Diakses pada 22 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/ibuprofen.html
Diakses pada 22 Januari 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/ibuprofen
Diakses pada 22 Januari 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/161071
Diakses pada 22 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details
Diakses pada 22 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682159.html
Diakses pada 22 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email