Hytroz Tablet

22 Agu 2020| Dea Febriyani

Deskripsi obat

Hytroz tablet adalah obat untuk mengatasi hipertrofi prostat dan menurunkan tekanan darah tinggi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Hytroz tablet mengandung zat aktif terazosin.
Hytroz Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaTerazosin.
Kelas terapiAntihipertensi.
Klasifikasi obatAlpha blocker.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (1 mg; 2 mg)
ProdusenDexa Medica

Informasi zat aktif

Terazosin adalah antagonis α1-adrenergik yang secara kompetitif menghambat reseptor alfa pasca-sinaptik yang menghasilkan relaksasi pembuluh darah perifer yang menyebabkan penurunan tekanan darah secara bertahap diikuti oleh tindakan antihipertensi yang berkelanjutan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, terazosin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan sempurna dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati sekitar 90%. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak kira-kira selama 1 jam.
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma sekitar 90-94%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui demetilasi dan konjugasi; mengalami metabolisme lintasan pertama yang minimal.
  • Ekskresi: Melalui feses (sekitar 60%, sekitar 20% sebagai obat tidak berubah); urin (kira-kira 40%, kira-kira 10% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh kira-kira 12 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Bermanfaat dalam meringankan gejala pembesaran kelenjar prostat jinak (hipertrofi prostat jinak) dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) sehingga mampu mencegah risiko terjadinya stroke, penyakit ginjal, dan serangan jantung.

Terazosin merupakan agen penghambat adrenergik turunan alfa-1 selektif quinazoline yang digunakan untuk hiperplasia prostat jinak dan hipertensi. Terazosin bekerja dengan memblokir aksi adrenalin pada reseptor adrenergik alfa-1 yang akan menyebabkan terjadinya relaksasi otot polos di pembuluh darah dan prostat.

 

Komposisi obat

  • Hytroz tablet 1 mg: terazosin 1 mg.
  • Hytroz tablet 2 mg: terazosin 2 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Hiperplasia prostat jinak:
    • Dosis awal: 1 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap dengan interval mingguan, disesuaikan dengan respon pasien.
    • Dosis pemeliharaan: 5-10 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Hipertensi:
    • Dosis awal: 1 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap dengan interval mingguan, disesuaikan dengan respon pasien.
    • Dosis pemeliharaan: 2-10 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 20 mg/hari dalam 1-2 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sakit pada leher.
  • Meningkatkan kadar protein total.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri sendi.
  • Peradangan pada mukosa hidung.
  • Sesak napas.
  • Peradangan pada sinus (sinusitis).
  • Peradangan pada paru (bronkitis).
  • Batuk.
  • Penurunan tekanan darah yang menyebabkan pasien merasa pusing ketika beranjak dari duduk atau tiduran (hipotensi ortostatik).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardi).
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Nyeri pada punggung.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Penglihatan kabur.
  • Peradangan pada konjungtiva mata (konjungtivitis).
  • Kelelahan.
  • Demam.
  • Gejala flu.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Dapat terjadi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Peningkatan berat badan.
  • Penurunan jumlah hematokrit.
  • Peradangan pada sendi.
  • Sakit kepala.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Pasien yang mengalami pusing dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo).
  • Depresi.
  • Gangguan kecemasan.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Penurunan libido dan terjadi disfungsi ereksi.
  • Hidung tersumbat.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung kanan karena emboli paru atau efusi perikardium.
  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung kiri dengan tekanan muatan yang rendah.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien yang mengalami gangguan kesuburan atau ketidakmampuan dalam mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi).
  • Pasien yang mengalami pembengkakan pada paru akibat stenosis katup mitral atau aorta.
  • Pasien yang mengalami kegagalan fungsi jantung yang berat.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan hytroz tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki riwayat pingsan karena proses pengosongan kandung kemih setelah terisi urin (sinkop miknutrisi) ketika menjalankan terapi pengobatan hiperplasia prostat jinak.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Sildenafil dan tadalafil.
    Terazosin dapat menurunkan efek penurunan tekanan darah dan gejala hipotensi dari sildenafil dan tadalafil.
  • Kaptopril dan enalapril.
    Terazosin dapat meningkatkan efektivitas kaptopril dan enalapril.
  • Hidroklortiazid dan furosemid.
    Terazosin dapat meningkatkan efek pengeluaran air seni.
  • Verapamil.
    Terazosin dapat meningkatkan kadar dan efek penurunan tekanan darah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika mengalami detak jantung berdebar cepat atau dada Anda berdebar, merasa seperti akan pingsan, bengkak di tangan, pergelangan kaki, atau kaki Anda atau ereksi penis yang menyakitkan atau berlangsung 4 jam atau lebih.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/terazosin
Diakses pada 10 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Berbagai Jenis Garam, Mana yang Paling Sehat?

Ternyata, bukan hanya garam meja saja yang beredar di pasaran. Ada berbagai jenis garam yang bisa Anda gunakan untuk memberi rasa pada masakan. Kenali jenis-jenis garam berikut ini dan pilih yang paling sehat.
16 Jul 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Mengenal Berbagai Jenis Garam, Mana yang Paling Sehat?

Segudang Manfaat Kapulaga, Bukan Hanya Bumbu Masakan Biasa

Kapulaga mungkin tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia karena seringkali dijadikan sebagai bumbu masakan. Namun, di sisi lain terdapat segudang manfaat kapulaga yang luar biasa bagi kesehatan. Apa saja?
06 Dec 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Segudang Manfaat Kapulaga, Bukan Hanya Bumbu Masakan Biasa

Obat-obatan ACE Inhibitor untuk Hipertensi, Cermati Peringatan dan Efek Sampingnya

ACE inhibitor adalah kelas obat antihipertensi untuk mengatasi tekanan darah tinggi. ACE inhibitor umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh banyak pasien, walau risiko efek samping dan peringatan lain tetap perlu dicermati.
14 Aug 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Obat-obatan ACE Inhibitor untuk Hipertensi, Cermati Peringatan dan Efek Sampingnya