Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Hydroxychloroquine (Alias: Hidroksiklorokuin)

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Hydroxychloroquine digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi malaria

Hydroxychloroquine digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi malaria yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Obat ini tidak bekerja melawan jenis malaria tertentu (resisten klorokuin). Obat ini biasanya digunakan dengan obat lain, untuk mengobati penyakit autoimun tertentu (lupus, rheumatoid arthritis) ketika obat lain tidak bekerja atau tidak dapat digunakan.

Hydroxychloroquine (Hidroksiklorokuin)
Golongan

Antimalaria, Antirematik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Anak dan Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Malaria akut

Aturan pakai Hydroxychloroquine dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat hydroxychloroquine sebelum mengonsumsi.

Minumlah obat ini hanya sesuai arahan dokter Anda. Telan seluruh tablet. Jangan menghancurkan atau mengunyahnya. Minum obat ini dengan makanan atau susu untuk mengurangi sakit perut, kecuali jika diarahkan oleh dokter Anda.

Tetap gunakan obat ini selama waktu perawatan penuh, bahkan jika Anda merasa lebih baik setelah beberapa dosis pertama. Infeksi Anda mungkin tidak sembuh jika Anda berhenti menggunakan obat terlalu cepat.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis. 

  • Jantung: kardiomiopati/kerusakan otot jantung, toksisitas terhadap otot-otot jantung, pemanjangan interval QT pada rekam jantung, aritmia ventrikel, torsades des pointes, reaksi kulit, supresi fungsi sumsum tulang, kerusakan otot atau persarafan otot yang dapat mengakibatkan kelemahan progresif, atrofi otot, penurunan refleks tendon. Dapat mengakibatkan kelainan kornea dan retina, serta gangguan perilaku.
  • Sistem saraf: ataksia, pusing, gangguan emosi, iritabilitas, sakit kepala, tuli sementara, kejang, vertigo, psikosis, mimpi buruk
  • Saluran cerna: anoreksia, diare, mual, kram perut, muntah
  • Saluran nafas: spasme bronkus (sulit bernafas)

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Defisiensi G6PD
  • Diabetes melitus
  • Kelainan hematologis dan sistem pencernaan
  • Alkoholisme
  • Porfiria
  • Psoriasis
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Kehamilan dan menyusui

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Makulopati mata yang sudah ada sebelumnya

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat hydroxychloroquine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Meningkatkan efek agen hipoglikemik
  • Meningkatkan kadar digoxin plasma
  • Meningkatkan risiko Torsades des Pointes bila digunakan dengan
  • Peningkatan risiko kejang dengan mefloquine
  • Antasida dapat mengganggu penyerapan hydroxychloroquine

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Artikel Terkait:
Back to Top