Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Hydrocortisone (Alias: Hidrokortison)

Terakhir ditinjau oleh dr. Virly Isella pada 07 Feb 2019
Hidrokortison berfungsi untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh alergi, peradangan sendi, asma, lupus dan kelainan kulit.
Hindari menggunakan hidrokortison salep dan krim pada daerah wajah atau luka agar tidak terjadi iritasi.

Merk dagang yang beredar:

Armacort, Berlicort, Brentan, Calacort, Chloramfecort, Cortigra, Dermacoid, Enkacort, Enpicortyn, Erlaneohydrocort, Fartison, Hydrocortisone Ikapharmindo, Hydrocortisone Indo Farma, Indoson, Kemiderm, Lexacorton, Locoid, Micort, Nestacort, Nufacort, Omnicort, Ramicort, Sancortmycin, Solacort, Terikortin, Terra Cortril, Thecort, Triamcort, Trifamcort, Steroderm, Vaslone, Viohydrocort, Visancort

Hidrokortison merupakan obat kortikosteroid yang berfungsi untuk meredakan bagian tubuh yang mengalami peradangan (inflamasi), dan digunakan untuk mengobati beberapa kondisi klinis seperti peradangan, alergi berat, gangguan adrenal, peradangan sendi, asma, lupus, dan berbagai kelainan kulit seperti gigitan serangga, eksim, dermatitis, ruam, dan gatal-gatal. Hidrokortison bekerja pada sistem kekebalan tubuh sehingga membantu mengurangi pembengkakan, gatal, kemerahan, dan reaksi alergi yang dapat terjadi. 

Hydrocortisone (Hidrokortison)
Golongan

Kortikosteroid

Kategori Obat

Obat resep 

Bentuk Obat

Injeksi, oral, topikal

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Keamanan penggunaan hidrokortison selama menyusui belum diketahui dan bila ingin digunakan harus dengan hati-hati. Pastikan untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum digunakan.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Injeksi lokal
Peradangan jaringan lunak

  • Dewasa: sebagai natrium fosfat atau natrium suksinat: 100-200 mg.

intra-artikular
Radang sendi

  • Dewasa: sebagai asetat: 5-50 mg tergantung pada luasnya sendi yang terkena.

Intravena
Suplemen pada insufisiensi adrenal selama operasi kecil dengan anestesi umum

  • Dewasa: Pada pasien yang mengonsumsi >10 mg prednisolon atau setaranya per hari melalui oral. 25-50 mg saat induksi, kemudian lanjutkan dengan kortikosteroid oral sebelumnya setelah operasi.

Suplemen pada insufisiensi adrenal selama operasi sedang atau besar

  • Dewasa: Pada pasien yang mengonsumsi >10 mg prednisolon atau setaranya per hari melalui oral. Konsumsi dosis kortikosteroid biasanya pada pagi hari sebelum operasi diikuti 25-50 mg pada induksi, kemudian dosis hidrokortison yang sama tiga kali sehari selama 24 jam setelah operasi sedang atau 48-72 jam setelah operasi besar. Lanjutkan pengobatan per oral yang dikonsumsi sebelumnya setelah suntikan dihentikan.

Insufisiensi adrenokortikal akut

  • Dewasa: 100-500 mg, 3-4 kali/hari sesuai dengan beratnya penyakit dan respon pasien. Dosis juga dapat diberikan secara injeksi intramuskular namun respon yang muncul mungkin lebih lambat.
  • Anak-anak di bawah 1 tahun: 25 mg, 1–5 tahun: 50 mg, 6–12 tahun: 100 mg. Dosis juga dapat diberikan secara injeksi intramuskular namun respon yang muncul mungkin lebih lambat.

Oral
Terapi pengganti pada insufisiensi adrenokortikal

  • Dewasa: 20–30 mg/hari dibagi dalam dua dosis.
  • Anak: 400–800 mcg/kgBB/hari, dibagi  2-3 dosis.

Topikal
Dermatosis respon-kortikosteroid

  • Dewasa: oleskan 0,1–2,5% krim/salep/bedak kocok (lotion) ke daerah yang terkena.

Aturan pakai Hydrocortisone dengan benar

Penggunaan hidrokortison tergantung pada sediaannya. Untuk sediaan tablet, maka konsumsilah bersamaan dengan makanan. Hindari pengurangan atau penambahan dosis obat atau pemberhentian obat tanpa anjuran dari dokter Anda.

Untuk sediaan seperti krim/salep/bedak kocok (lotion), disarankan untuk tidak mengoleskan obat ini pada daerah wajah atau lipatan ketiak kecuali bila disarankan dokter Anda. Jangan gunakan obat ini pada daerah kulit yang mengalami luka terbuka, atau terbakar. Gunakan obat ini hanya pada kulit dan ikuti petunjuk dokter.

Sebelum penggunaannya, cuci dan keringkan tangan Anda serta bersihkan dan keringkan bagian kulit yang terkena. Oleskan tipis-tipis sebanyak 2–4 kali sehari atau sesuai dengan anjuran dokter. Dosis dan lama pengobatan tergantung pada kondisi dan respons Anda terhadap pengobatan.

Setelah mengoleskan obat hidrokortison cucilah tangan Anda menggunakan sabun hingga bersih. Hindari hidrokortison dari kontak mata, hidung, atau mulut. Jika terkena obat pada area ini segeralah bilas dengan air hingga bersih.

Hindari penggunaan hidrokortison dalam jangka waktu yang lama karena dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan sampai terjadi iritasi kulit. Konsultasikan dengan dokter jika kondisi tidak membaik atau memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Efek samping penggunaan hidrokortison topikal adalah rasa perih, terbakar, iritasi, kekeringan, atau kemerahan sampai atrofi kulit di area kulit yang terlibat. Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter. Efek samping hidrokortison bila digunakan injeksi intralesi antara lain hipopigmentasi atau hiperpigmentasi lokal. Sedangkan efek samping hidrokortison bila digunakan sebagai injeksi intraartikular yaitu kerusakan sendi.

Efek samping penggunaan hidrokortison secara oral atau intravena antara lain:

  • Gangguan saluran pencernaan dan perdarahan
  • Nafsu makan bertambah
  • Osteoporosis
  • Kelemahan
  • Lamanya penyembuhan luka
  • Memar, kemerahan
  • Hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebih (pada bagian dagu, wajah,atau dada) pada wanita)
  • Jerawat
  • Sakit kepala
  • Depresi dan gangguan psikosis/perilaku
  • Obesitas
  • Menstruasi tidak teratur pada wanita
  • Moon face (pembengkakan wajah akibat penumpukan lemak) atau buffallo hump (pembengkakan leher akibat penumpukan lemak)
  • Kerentanan terhadap infeksi

Penghentian penggunaan secara mendadak dapat menyebabkan insufisiensi adrenal akut. Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Gagal jantung kongestif
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Pasien dengan terapi berkepanjangan
  • Epilepsi
  • Lansia
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi secara bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat secara bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu, bila perlu dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya. Interaksi yang dapat terjadi antara lain:

  • Penggunaan bersamaan dengan Tiazid dapat memperberat terjadinya hiperglikemia (tingginya kadar glukosa dalam darah) dan hipokalemia (rendahnya kadar kalium dalam darah) yang disebabkan oleh kortikosteroid.
  • Meningkatkan risiko terjadinya tukak lambung atau perdarahan saluran pencernaan bila digunakan bersamaan dengan OAINS (obat anti inflamasi non steroid).
  • Dosis obat antihipertensi dan antidiabetes perlu ditingkatkan bila dikonsumsi bersamaan dengan hidrokortison.
  • Menurunkan kadar serum salisilat dan agen antimuskarinik.
  • Etanol dapat meningkatkan iritasi mukosa lambung.
  • Penurunan efikasi bila digunakan bersamaan dengan carbamazepine, phenytoin, primidone, barbiturat dan rifampicin.
  • Peningkatan efek hidrokortison pada wanita yang menggunakan estrogen atau kontrasepsi oral.

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Penyakit
Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/hidrokortison
Diakses pada 5 November 2018

Hughes H. Kahl LK. The Harriet Lane Handbook 21st ed. Elsevier. 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/hydrocortisone?mtype=generic
Diakses pada 5 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10402-859/hydrocortisone-topical/hydrocortisone-topical/details
Diakses pada 5 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top