Hustab P Elixir 60 ml

Hustab P elixir 60 ml adalah obat yang berguna untuk mengatasi batuk berdahak.

Deskripsi obat

Hustab P merupakan obat meredakan batuk berdahak. Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif bromhexine HCl.

Hustab P Elixir 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HETRp 14.440/botol (60 ml) per Desember 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaBromheksin hidroklorida.
Kelas terapiMukolitik dan ekspektoran.
Klasifikasi obatFenilmetilamina
Kemasan1 botol @ 60 ml
ProdusenPhapros

Informasi zat aktif

Bromheksin hidroklorida atau obat mukolitik merupakan obat untuk mengatasi batuk berdahak yang bekerja dengan cara mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan melalui batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, bromheksin hidroklorida diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Sepenuhnya diabsorpsi di saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke jaringan tubuh, melintasi sawar darah otak dan plasenta dalam julmah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Sekitar 85%-90% melalui urin dalam bentuk metabolit. Waktu paruh eliminasi: 13-40 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Sebagai pengencer dahak untuk meredakan batuk berdahak.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak usia 10 tahun ke atas: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kai/hari.
  • Anak-anak:
    • 2-5 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 2 kali/hari.
    • 5-10 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Diare.
  • Gangguan pencernaan.
  • Rasa penuh di perut.
  • Sakit kepala.
  • Vertigo.
  • Berkeringat banyak.
  • Ruam kulit.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita tukak lambung.
  • Wanita hamil terutama pada tiga bulan pertama.
  • Wanita menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak menggangu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hipersensitif terhadap bromheksin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Antibiotika:

  • Amoksisilin.
  • Sefuroksim.
  • Doksisiklin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami efek samping seperti terjadi masalah pada detaak jantung, gangguan pencernaan, atau ruam kulit yang terjadi secara tiba-tiba segera hubungi dokter Anda.
  • Jika Anda mengalami pembengkakan di bibir, lidah atau tenggorokan saat mengonsumsi obat ini, hal ini dapat mengindikasikan terjadinya reaksi alergi. Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki efek samping yang menyebabkan masalah pada otot Anda.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email