Hufagripp TMP adalah obat untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang dan menurunkan demam.
Hufagripp TMP adalah obat untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang dan menurunkan demam.
Hufagripp TMP adalah obat untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang dan menurunkan demam.
Hufagripp TMP adalah obat untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang dan menurunkan demam.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 16.831/botol (60 ml) per November 2019.
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Gratia Husada Farma

Hufagrip TMP adalah obat yang digunakan untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang dan menurunkan demam. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas dengan kandungan ibuprofen sebagai zat aktifnya.

Tiap 5 ml: Ibuprofen micronized 100 mg.

  • Dewasa: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

  • Anak-anak:
    • 2 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 3-7 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
    • 8-12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Dikonsumsi sesudah makan.

  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Konstipasi.
  • Nyeri lambung.
  • Ruam kulit.
  • Penyempitan bronkus (bronkospasme).
  • Penurunan jumlah sel pembeku darah (trombositopenia).
  • Penurunan jumlah sel limfosit (limfopenia).
  • Pasien penderita asam lambung yang berlebihan (ulkus peptikum) atau tukak lambung dan duodenum yang berat dan aktif.
  • Pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap ibuprofen dan anti-inflamasi non steroid yang lainnya.
  • Pasien penderita gejala asthma, rinitis, biruran (urtikaria) bila menggunakan aspirin atau obat anti-inflamasi.
  • Pasien dengan riwayat penyakit saluran cerna bagian atas.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal karena eliminasi utamanya melalui ginjal.
  • Pasien gagal jantung.
  • Pasien tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penyakit lain yang mengakibatkan retensi cairan tubuh.
  • Pasien gangguan pembekuan darah.
  • Pasien asma karena dapat menyebabkan penyempitan bronkus.
  • Pasien penderita penyakit lupus eritematosus sistematik.
  • Wanita hamil trimester pertama dan ibu menyusui.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait