Hufagripp BP suspensi 60 ml untuk meringankan batuk tidak berdahak dan pilek.
Hufagripp BP suspensi 60 ml untuk meringankan batuk tidak berdahak dan pilek.
Hufagripp BP suspensi 60 ml untuk meringankan batuk tidak berdahak dan pilek.
Hufagripp BP suspensi 60 ml untuk meringankan batuk tidak berdahak dan pilek.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp. 19.081/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Gratia Husada Farma

Hufagripp adalah obat yang digunakan untuk meredakan batuk tidak berdahak dan pilek. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Hufagripp BP memiliki kandungan dextromethorphan Hbr, pseudophedrin HCl, chlorphenamine maleate.

Meringankan batuk tidak berdahak dan pilek.

Tiap 5 ml:

  • Dextromethorphan HBr 7,5 mg.
  • Pseudoephhedrine HCl 15 mg. 
  • Chlorpheniramine maleate 0,5 mg.
  • Dewasa dan anak 12 tahun ke atas: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak:
    • 2-6 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
    • 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter.

  • Mengantuk.
  • Insomnia.
  • Gangguan detak jantung atau irama jantung (aritmia).
  • Gerakan yang tidak terkontrol pada satu atau lebih bagian tubuh (tremor).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Mulut kering.
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Gangguan saluran cerna.
  • Gangguan psikomotor.

Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes mellitus).

  • Pasien penderita kekurangan oksigen (hipoksia).
  • Pasien gangguan fungsi pernafasan.
  • Pasien penderita hipertiroidisme.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penyakit jantung iskemik.
  • Pasien tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasieng gangguan fungsi hati.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dengan kondisi ketika kelenjar prostat membesar (hipertrofi prostat).
  • Antidepresan penghambat MAO.
  • Antasida.
  • Alkohol.
  • Depresan SSP.
  • Antikolinergik.

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait