Hufagesic Kaplet 500 mg

08 Jan 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Hufagesic kaplet adalah obat untuk meredakan demam serta meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala dan sakit gigi. Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Hufagesic kaplet mengandung zat aktif parasetamol.
Hufagesic Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaParasetamol.
Kelas terapiAnalgesik dan antipiretik.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenGratia Husada Pharma

Informasi zat aktif

Parasetamol menunjukkan aksi analgesik dengan penyumbatan perifer pada generasi impuls nyeri yang menghasilkan antipyresis dengan menghambat pusat pengatur panas hipotalamus. Aktivitas antiinflamasi yang lemah terkait dengan penghambatan sintesis prostaglandin di susunan saraf pusat (SSP).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, parasetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu puncak konsentrasi plasma: Sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat. N-acetyl-p-benzoquinone imine (NAPQI), metabolit minor yang diproduksi oleh CYP2E1 dan CYP3A4, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (<5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu paruh eliminasi sekitar 1-3 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Parasetamol bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin atau zat penyebab peradangan, penurunan prostaglandin dalam tubuh akan mengurangi gejela peradangan seperti demam dan nyeri.

Komposisi obat

Parasetamol 500 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 0,5 g-1 g/4-6 jam.

  • Dosis maksimal: 4 g/hari.

Anak-anak:

  • 1-2 bulan: 30-60 mg/8 jam.
    • Dosis maksimal: 60 mg/kg BB.
  • 3-6 bulan: 60 mg.
  • 6 bulan-2 tahun: 120 mg.
  • 2-4 tahun: 180 mg.
  • 4-6 tahun: 240 mg.
  • 6-8 tahun: 240-250 mg.
  • 8-10 tahun: 360-375 mg.
  • 10-12 tahun: 480-500 mg.
  • 12-16 tahun: 480-750 mg.

Dosis dikonsumsi setiap 4-6 jam. Maksimal 4 dosis dalam 24 jam.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Kondisi rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
  • Kondisi rendahnya jumlah trombosit di dalam tubuh (trombositopenia).
  • Kondisi ketika jumlah sel neutrofil dalam darah menurun (neutropenia).
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Reaksi alergi.
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Urin berwarna gelap.
  • Mual.
  • Sakit pada perut bagian atas.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gatal.
  • Feses berwarna gelap.
  • Kelelahan.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan.
  • Muntah.

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi anafilaksis atau reaksi alergi.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien kekurangan gizi kronis.
  • Dapat menyebabkan kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Hentikan penggunaan jika selama 3 hari mengonsumsi ini demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan hufagesic kaplet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita penyakit hati yang berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Kloramfenikol.
      Parasetamol dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.
    • Kolestiramin.
      Kolestiramin dapat mengurangi penyerapan parasetamol.
    • Probenesid.
      Probenesid dapat meningkatkan konsentrasi serum parasetamol.
    • Rifampisin dan antikonvulsan seperti fenobarbital, karbamazepin, fenitoin , dan primidon.
      Konsentrasi serum parasetamol akan menurun jika dikonsumsi dengan obat di atas.
    • Antikoagulan kumarin dan warfarin.
      Parasetamol dapat meningkatkan efek penghambat pembekuan darah warfarin dan kumarin jika digunakan dalam jangka panjang.
    • Domperidon dan metoklopramid.
      Parasetamol dapat meningkatkan penyerapan dari domperidon dan metoklopramid.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Mengalami demam setelah 3 hari mengonsumsi obat ini.
  • Masih merasakan sakit setelah 7 hari penggunaan (atau 5 hari jika merawat anak).
  • Memiliki ruam kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan.
  • Gejala semakin memburuk atau timbulnya gejala baru.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol Diakses pada 4 Agustus 2020 WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-362/acetaminophen-oral/details Diakses pada 4 Agustus 2020 Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html Diakses pada 4 Agustus 2020 Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html Diakses pada 4 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

10 Penyebab Badan Menggigil Tiba-tiba, Apa Saja?

Badan menggigil tiba-tiba, apa penyebabnya? Badan tiba-tiba menggigil tanpa sebab yang jelas bisa saja menandakan ada masalah kesehatan. Sebab, ini artinya tubuh Anda berkontraksi di luar kendali.Baca selengkapnya
10 Penyebab Badan Menggigil Tiba-tiba, Apa Saja?

Cara Mengatasi Gigi Ngilu Akibat Gigi Sensitif yang Tepat

Gigi ngilu akibat gigi sensitif dapat disebabkan oleh abrasi gigi, erosi gigi, gusi yang mengkerut, penyakit gusi, kebiasaan menggertakan gigi atau bruxism, gigi retak, dan pemutihan gigi. Gigi sensitif dapat diatasi dengan menggunakan pasta gigi untuk gigi sensitif, fluoride, perawatan gigi, tambal gigi, dan pelindung gigi.
03 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Cara Mengatasi Gigi Ngilu Akibat Gigi Sensitif yang Tepat

3 Penyebab Sering Sakit Kepala yang Mungkin Menimpa Anda

Sering sakit kepala dapat merupakan pertanda adanya masalah pada pembuluh darah di otak. Beberapa penyakit yang menyebabkan sering sakit kepala, antara lain hipertensi dan tumor otak.
16 May 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
3 Penyebab Sering Sakit Kepala yang Mungkin Menimpa Anda