Hufabethamin Sirup 60 ml

29 Nov 2020| Dina Rahmawati
Hufabethamin sirup adalah obat untuk mengobati alergi dan inflamasi

Deskripsi obat

Hufabethamin sirup adalah obat untuk mengobati alergi dan peradangan (inflamasi) yang membutuhkan terapi obat kortikosteroid, yaitu obat dengan kandungan hormon steroid yang digunakan untuk gangguan produksi hormon. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter.

Hufabethamin sirup mengandung zat aktif betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Betamethasone merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi alergi kulit, seperti kemerahan dan gatal. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati asma dan pembengkakan yang terjadi. Dexchlorpheniramine merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi dan pilek. Caranya adalah dengan menghambat produksi senyawa histamin dalam tubuh yang memberi rangsangan alergi.

Hufabethamin Sirup 60 ml
Kandungan utamaBetamethasone dan dexchlorpheniramine maleat.
Kelas terapiAntiinflamasi dan antihistamin.
Klasifikasi obatKortikosteroid.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenGratia Husada Farma

Informasi zat aktif

Betamethasone adalah obat golongan kortikosteroid. Obat ini merangsang produksi enzim yang dibutuhkan untuk meredakan peradangan (inflamasi). Obat ini menginduksi lipase penghambat fosfolipase A2 (lipokortin) dan secara berurutan menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga menekan pembentukan, pelepasan, dan aktivitas prostaglandin sebagai penyebab (mediator) peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, betamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Mudah melewati plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine dan feses.

Dexchlorpheniramine adalah obat golongan antihistamin yang mencegah produksi histamin untuk menekan gejala alergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexchlorpheniramine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran cerna. Makanan di perut dapat menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran cerna dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12-43 jam pada orang dewasa dan 10-13 jam pada anak-anak. Obat diekskresikan dalam urine.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai alergi dan peradangan, seperti:

  • Meringankan gejala peradangan pada rongga hidung karena reaksi alergi (rhinitis alergi), baik yang terjadi sepanjang tahun (prennial) atau musiman.
  • Alergi pada kulit, seperti biduran (urtikaria) dan pembengkakan di sekitar mata, pipi, dan bibir (angioedema).
  • Peradangan pada permukaan bola mata karena reaksi alergi, sehingga menyebabkan mata kemerahan (alergi konjungtivitis).
  • Peradangan yang memerlukan terapi dengan kortikosteroid. seperti peradangan kulit.

Betamethasone termasuk dalam kelompok obat kortikosteroid. Obat ini digunakan untuk mengobati penyakit autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik, hepatitis autoimun, dan peradangan pada organ tubuh (sarkoidosis). Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengatasi penyakit sendi dan otot, misalnya peradangan pada sendi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis), serta alergi dan asma. Betamethasone bekerja dengan cara mengganggu pelepasan bahan kimia tertentu dalam tubuh yang menyebabkan peradangan.
Dexchlorpheniramine digunakan untuk mengobati bersin, pilek, gatal, mata berair, ruam, dan gejala alergi lainnya, serta flu biasa. Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat alami histamin yang dibuat tubuh selama reaksi alergi terjadi. Dexchlorpheniramine juga memblokir zat alami lain yang dibuat oleh tubuh Anda, yaitu asetilkolin, sehingga dapat membantu mengurangi gejala, seperti mata berair dan pilek.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

  • Betamethasone 0,025 mg.
  • Dexcholorpheniramine maleate 2 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 1-2 sendok takar 4 kali/hari.

Anak-anak:

  • 2-6 tahun: ¼-½ sendok takar sebanyak 3 kali/hari.
  • 6-12 tahun: ½ sendok takar sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan dan sebelum tidur. Jangan melebihi 8 sendok takar sehari.

Efek samping obat

  • Sakit kepala ringan.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Mual ringan.
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping. Anda juga bisa mengurangi efek samping dengan mengompres perut menggunakan bantalan atau botol air panas.
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Pemakaian jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Pusing.
  • Mulut kering.
  • Gangguan tidur.
  • Kulit kemerahan.
  • Gangguan pernapasan.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata ().
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung ().
  • Pasien yang kesulitan membedakan imajnasi dan kenyataan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Hindari penghentian terapi secara mendadak.
  • Pasien yang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang ().
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik yang menyerang organ dalam tubuh.
  • Pasien dengan kondisi jantung yang tidak mampu memompa darah berisi oksigen ke seluruh tubuh (gagal jantung kongestif).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi ().
  • Pasien penderita peradangan usus.
  • Pasien penderita infeksi virus.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori kehamilan

Betamethasone:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Hufabethamin sirup pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Dexchlorpheniramine maleat:
Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung dan usus 12 jari.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik yang memengaruhi organ dalam tubuh.
  • Pasien yang mengonsumsi obat penghambat monoamin oksidase (MAOI) untuk mengatasi depresi.
  • Pasien penderita herpes simplex.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang menerima vaksin.
  • Penggunaan obat ini dalam dosis tinggi.
  • Bayi baru lahir atau bayi lahir prematur.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI).
    Penggunaan bersama MAOI dapat memperpanjang efek yang dapat mempengaruhi saraf (antikolinergik), sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti mulut kering, penglihatan kabur, dan sembelit.
  • Fenitoin, barbiturat, karbamazepin, dan rifampisin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan peningkatan metabolisme, sehingga dapat menurunkan kadar dan efek kortikosteroid.
  • Estrogen dan kontrasepsi oral.
    Obat di atas dapat menurunkan metabolisme kortikosteroid, sehingga efek obat ini akan meningkat.
  • Glikosida digitalis.
    Penggunaan bersama glikosida digitalis dapat menyebabkan peningkatan risiko gangguan irama jantung.
  • NSAID, misalnya aspirin.
    Penggunaan bersama aspirin dapat menyebabkan peningkatan risiko perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Ketokonazol.
    Ketokonaol dapat mengurangi metabolisme obat ini, sehingga kadar dan efek obat ini akan meningkat.
  • Vaksin.
    Betamethasone dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga dapat memicu terjadnya infeksi.
  • Ephedrin dan kolestiramin.
    Ephedrin dan kolestiramin dapat meningkatkan pengeluaran kortikosteroid, sehingga efek dan kadar obat ini akan menurun.
  • Isoniazid.
    Obat ini dapat menurunkan kadar isoniazid, sehingga efek isoniazid akan berkurang.
  • Obat pengontrol gula darah (antidiabetik).
    Obat ini dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.
  • Aminoglutemid.
  • Aminoglutemid dapat menurunkan kadar betamethasone, sehingga efeknya akan berkurang.
  • Obat untuk merangsang eksresi urine (diuretik) dan obat untuk mengatasi infeksi jamur (amfoterisin B).
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti ruam, gatal, kulit merah, melepuh, atau mengelupas dengan atau tanpa demam; sesak di dada atau tenggorokan; kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara; serta pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Tidak bisa buang air kecil atau perubahan jumlah urine yang dikeluarkan.
  • Kejang.
  • Pusing yang sangat parah.
  • Perubahan penglihatan.
  • Perubahan keseimbangan.
  • Memar atau pendarahan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Merasa sangat lelah atau lemah.
  • Demam atau kedinginan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Perasaan terbakar, mati rasa, atau kesemutan yang tidak normal.
  • Telinga berdenging.
  • Berkeringat banyak.

HUFA. https://hufa.co.id/produk/hufabetamin-syrup/
Diakses pada 20 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dexchlorpheniramine?mtype=generic
Diakses pada 20 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/betamethasone?mtype=generic
Diakses pada 20 November 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/b012.html
Diakses pada 20 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10321/dexchlorpheniramine-maleate-oral/details
Diakses pada 20 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/dexchlorpheniramine.html
Diakses pada 20 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8457/betamethasone-oral/details
Diakses pada 20 November 2020

Patient. https://patient.info/medicine/betamethasone-soluble-tablets
Diakses pada 20 November 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/betamethasone-injectable-suspension#use-as-directed
Diakses pada 20 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email