Hotin DCL Emulsi Gel 30 g untuk mengobati peradangan akibat trauma pada tendon, rematik jaringan lunak dan penyakit rematik lokal.
Hotin DCL Emulsi Gel 30 g untuk mengobati peradangan akibat trauma pada tendon, rematik jaringan lunak dan penyakit rematik lokal.
Hotin DCL Emulsi Gel 30 g untuk mengobati peradangan akibat trauma pada tendon, rematik jaringan lunak dan penyakit rematik lokal.
Hotin DCL Emulsi Gel 30 g untuk mengobati peradangan akibat trauma pada tendon, rematik jaringan lunak dan penyakit rematik lokal.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 12.500/tube (30 g) per Desember 2019.
Kemasan 1 tube @ 30 g
Produsen Ultra Sakti

Hotin DCL emulsi gel adalah obat yang digunakan untuk mengobati peradangan akibat trauma pada tendon, rematik jaringan lunak dan penyakit rematik lokal. Obat ini merupakan golongan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif diclofenac diethylamine.

  • Membantu mengobati:
    • Peradangan akibat trauma pada tendon, ligament, otot dan sendi.
    • Bentuk-bentuk rematik jaringan lunak setempat, seperti:
      • Peradangan selubung tendon (tendonvaginitis).
      • Peradangan pada bursa (burstis).
      • Sindrom bahu tangan.
      • Periatropi.
    • Penyakit-penyakit rematik lokal seperti osteoartrosis sendi-sendi perifer dan osteoarthritis kolumna vertebralis.

Tiap 1 g: diclofenac diethylamine 11,6 mg setara diclofenac sodium 10 mg.

3-4 kali/hari.

Oleskan secukupnya pada bagian yang sakit dan gosokkan dengan lembut.

  • Retensi air dan natrium.
  • Gangguan lambung.
  • Ruam pustular.
  • Hipersensitivitas.
  • Pembengkakan akibat reaksi alergi (endema angioneurotik).
  • Asma.
  • Peradangan kulit (dermatitis).
  • Ruam.
  • Kemerahan (eritema).
  • Kulit gatal.
  • Kulit kemerahan.
  • Sensistif terhadap paparan sinar matahari Reaksi (fotosensitivitas).
  • Penderita dengan serangan asma.
  • Pasien penderita biduran (urtikaria).
  • Pasien penderita hidung berair (rhinitis).
  • Wanita hamil terutama trimester ketiga kehamilan.
  • Area kulit dengan luka terbuka.
  • Hindari kontak dengan mata atau membran mukosa.
  • Wanita hamil.
  • Wanita menyusui.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait