Hexymer Tablet 2 mg

Ditinjau oleh Ajeng Prahasta
Hexymer tablet adalah obat untuk mengobati penyakit Parkinson

Deskripsi obat

Hexymer tablet adalah obat untuk terapi penyakit Parkinson, yaitu penyakit saraf yang dapat memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang mengoordinasikan gerakan tubuh. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati gejala ekstrapiramidal yang menyebabkan penderita melakukan gerakan secara tidak sadar dan sulit dikendalikan.
Hexymer tablet mengandung zat aktif trihexyphenidyl hydrochloride. Zat aktif ini dapat mengobati kekakuan otot, mengontrol produksi keringat dan air liur, serta membantu meningkatkan kemampuan berjalan pada penderita penyakit Parkinson. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter.

Hexymer Tablet 2 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaTrihexyphenidyl.
Kelas terapiAntiparkinson.
Klasifikasi obatAgen antikolinergik amina tersier.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (2 mg); 1 box isi 1 botol @ 250 tablet (2 mg); 1 box isi1 botol @ 1000 tablet (2 mg)
ProdusenMersifarma TM

Informasi zat aktif

Trihexyphenidyl berada dalam kelas obat yang disebut antimuskarinik. Obat ini berfungsi untuk mengendurkan otot dan impuls saraf yang mengontrol fungsi otot.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, trihexyphenidyldiketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan baik dari saluran pencernaan.
  • Metabolisme: Mengalami proses biokimia yang memasukkan gugus hidroksil atau OH, sehingga obat lebih mudah larut dalam air (hidroksilasi gugus alisiklik).
  • Ekskresi: Melalui urine (sebagai obat tidak berubah) dan empedu.

Indikasi (manfaat) obat

  • Terapi pendukung untuk penyakit Parkinson.
  • Mengendalikan gejala ekstrapiramidal, seperti gemetar atau tremor yang diakibatkan obat susunan saraf pusat.

Obat Hexymer mengandung trihexyphenidyl yang bersifat antikolinergik. Jadi, obat ini akan memblokir kerja neurotransmitter asetilkolin, yakni pembawa pesan antar sel yang berhubungan dengan kontraksi otot di tubuh. Dengan begitu, pergerakan otot pun jadi lebih terkendali.

Komposisi obat

Trihexyphenidyl hydrochloride setara dengan trihexyphenidyl 2 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Parkinsonisme idiopatik dan pasca-peradangan akut pada otak (ensefalitis):

  • Dosis awal: 1 mg (hari pertama), kemudian ditingkatkan menjadi 2 mg, sebanyak 2-3 kali/hari. Selama 3-5 hari atau sampai tercapai dosis terapi.
  • Dosis pascaensefalitis: 12-15 mg/hari.

Parkinsonisme akibat obat:

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 1 mg, dosis dapat ditingkatkan sampai gejaa berkurang.
    • Dosis maksimal harian: 5-15 mg.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan. Dapat dikonsumsi sebelum makan jika timbul gejala mulut kering, atau dikonsumsi sesudah makan jika timbul gejala mual dan air liur berlebih.

Efek samping obat

  • Mulut kering.
    Kunyahlah permen karet atau permen bebas gula.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, segera hubungi dokter atau apoteker.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Mengantuk.
  • Penglihatan kabur.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Penglihatan kabur.
  • Gangguan kecemasan.
  • Gugup.
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardi).
  • Pembesaran pupil mata.
  • Peningkatan tekanan bola mata.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terhindar dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien pria dewasa yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien penderita penyakit jantung, hati, dan ginjal.
  • Pasien yang mengalami masalah buang air kecil.
  • Pasien yang mengalami penyumbatan pada usus.
  • Pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (sembelit parah).
  • Pasien penderita kejang atau epilepsi.
  • Pasien dengan masalah jantung.
  • Pasien penderita penyumbatan pembuluh darah arteri.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien dengan gangguan saraf, otak, atau sumsum tulang belakang.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Hexymer tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap trihexypenidyl.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata terlalu tinggi (glaukoma sudut sempit).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Phenotiazine, clozapine, antihistamin, disopiramid, nefopam, dan amantadine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan peningkatan efek samping, seperti kelemahan otot.
  • Penghambat monoamine oksidase (MAOI).
    Penggunaan bersama MAOI dapat menyebabkan mulut kering, penglihatan kabur, sulit buang air kecil, dan konstipasi.
  • Metoclopramide dan domperidone.
    Obat ini dapat melawan efek metoclopramide dan domperidone pada fungsi saluran pencernaan, sehingga menyebabkan efektivitas metoclopramide dan domperione dalam mengatasi mual dan muntah berkurang.
  • Levodopa.
    Penggunaan bersama levodopa dapat menurunkan penyerapan levodopa, sehingga mengurangi efektivitas levodopa dalam mengatasi Parkinson.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Penglihatan kabur, penglihatan terowongan, sakit mata, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
  • Kulit panas dan kering, atau kurang berkeringat meskipun Anda merasa panas.
  • Gerakan tak sadar berulang yang cepat atau tersentak-sentak.
  • Sembelit parah.
  • Nyeri atau sulit buang air kecil.
  • Perubahan pikiran atau perilaku yang tidak biasa.
  • Kebingungan dan terjadi gangguan ingatan.
  • Reaksi sistem saraf yang parah, seperti otot sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung cepat atau tidak seimbang, tremor, dan perasaan seperti Anda akan pingsan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/hexymer/hexymer?type=brief&lang=id
Diakses pada 10 Desember 2020

Mersi. https://www.mersifarma.com/?p=299
Diakses pada 10 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8720/trihexyphenidyl-oral/details
Diakses pada 10 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/trihexyphenidyl.html
Diakses pada 10 Desember 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/trihexyphenidyl-oral-tablet#side-effects
Diakses pada 10 Desember 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682160.html
Diakses pada 10 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/trihexyphenidyl?mtype=generic
Diakses pada 10 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email