Heplav Tablet 100 mg

26 Sep 2020| Dea Febriyani

Deskripsi obat

Heplav tablet adalah obat untuk mengobati infeksi virus seperti infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan melemahnya kemampuan tubuh dalam melawan penyakit dan infeksi atau human immunodeficiency virus (HIV) dan peradangan pada organ hati yang disebabkan karena infeksi virus hepatitis B (HBV). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Heplav tablet mengandung zat aktif lamivudin.

Heplav Tablet 100 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaLamivudin.
Kelas terapiAntivirus.
Klasifikasi obatNucleoside and Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTI).
Kemasan1 box isi 1 botol @ 30 tablet (100 mg)
ProdusenKimia Farma

Informasi zat aktif

Lamivudin berada dalam kelas obat yang disebut nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs). Obat ini merupakan analog nukleosida sintetis, pengurangan gugus fosfat (difosforilasi) ke dalam tubuh menjadi metabolit 5'-trifosfat aktif. Ini menghambat aktivitas reverse transcriptase yang bergantung pada RNA dan DNA melalui penghentian rantai DNA sehingga dapat mengurangi jumlah virus HIV dan hepatitis B.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, lamivudin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Penyerapan dapat tertunda dengan menelan bersama makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam darah sebesar 80-87%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 1 jam.
  • Distribusi: Melintasi sawar darah-otak dan plasenta; memasuki ASI. Volume distribusi: 1,3 L/kg. Pengikatan protein plasma hingga 36%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara intraseluler menjadi metabolit aktif lamivudin trifosfat melalui penambahan gugus fosfat (fosforilasi).
  • Ekskresi: Melalui urin, terutama sebagai obat yang tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat selama 5-7 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengobati dua infeksi virus yang berbeda, yaitu:

  • Infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan melemahnya kemampuan tubuh dalam melawan penyakit human immunodeficiency virus (HIV).
  • Peradangan pada organ hati yang disebabkan karena infeksi virus hepatitis B (HBV).

Lamivudin berada dalam kelas obat yang disebut nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs). Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah virus HIV dan hepatitis B dalam darah. Meskipun lamivudin tidak menyembuhkan HIV, hal itu dapat menurunkan kemungkinan Anda mengembangkan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) dan penyakit terkait HIV seperti infeksi serius atau kanker.

Komposisi obat

Lamivudin 100 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Infeksi HIV: 150 mg sebanyak 2 kali/hari atau 300 mg/hari, dikonsumsi dengan obat kombinasi antivirus lainnya.
  • Hepatitis B kronis: 100 mg/hari. Pasien dengan infeksi HIV secara bersamaan: 150 mg sebanyak 2 kali/hari atau 300 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan minta apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual, muntah, sakit perut, perut kembung, dan gangguan pencernaan.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana, serta hindari makanan yang kaya rasa atau pedas. Jika kondisi ini masih berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Gejala batuk dan pilek serta demam.
    Bicarakan dengan dokter Anda tentang hal ini.
  • Kelelahan.
    Jangan mengemudi kendaraan dan jangan menggunakan alat atau mesin saat Anda merasa kelelahan. Jika kondisi ini terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia), ruam pada kulit, kerontokan rambut, dan nyeri otot.
    Jika semua ini mengganggu, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Diare.
    Minum banyak air untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan adanya penurunan jumlah dan frekuensi buang air kecil, urin berwarna gelap, dan berbau menyengat.
  • Peradangan pada organ pankreas (pankreatitis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita membesarnya ukuran organ hati (hepatomegali), peradangan pada organ hati (hepatitis) atau faktor risiko lain untuk penyakit hati.
  • Anak-anak dengan riwayat atau faktor risiko peradangan pada pankreas (pankreatitis).
  • Wanita hamil.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan heplav tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap lamivudin.
  • Ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Trimetoprim.
    Trimetoprim dapat menyebabkan penurunan pengeluaran lamivudin sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping.
  • Azitromisin.
    Penggunaan lamivudin dan azitromisin dapat menyebabkan terjadinya anemia berat.
  • Lamivudin dan tenofovir dengan abacavir.
    Dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan terjadinya resistansi dapat terjadi akibat penggunaan obat sebanyak 3 kali/hari.
  • Zalsitabin.
    Lamivudin dapat menyebabkan efek yang berlawanan dengan tindakan antivirus zalsitabin.
  • Emtrisitabin.
    Lamivudin dapat menyebabkan peningkatan efek buruk jika dikonsumsi dengan emtrisitabin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami gejala peningkatan kadar asam laktat dalam tubuh (asidosis laktat) yang ringan dapat memburuk seiring waktu, dan kondisi ini bisa berakibat fatal. Hubungi dokter jika Anda mengalami: nyeri otot yang tidak biasa, kesulitan bernapas, sakit perut, muntah, detak jantung tidak teratur, pusing, merasa kedinginan, atau merasa sangat lemah atau lelah.
  • Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki masalah pankreas yang ditandai dengan sakit parah di perut bagian atas menyebar ke punggung, mual dan muntah, detak jantung cepat, atau masalah hati yang ditandai dengan terjadinya bengkak di sekitar bagian tengah tubuh, sakit perut bagian kanan atas, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan penyakit kuning yang ditandai dengan kulit atau mata menguning.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lamivudine?mtype=generic
Diakses pada 8 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a696011.html
Diakses pada 8 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/lamivudine-oral-tablet#about
Diakses pada 8 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5600-8268/lamivudine-oral/lamivudine-oral/details
Diakses pada 8 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/lamivudine-for-hiv-epivir
Diakses pada 8 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Seberapa Efektif Pengobatan HIV untuk Wanita?

Dengan pengobatan HIV berupa terapi antiretroviral (ART), penderita HIV tetap dapat menjalani hidup dengan sehat. Sayangnya, pengobatan HIV ini belum dimanfaatkan dengan optimal.
17 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Seberapa Efektif Pengobatan HIV untuk Wanita?

Virus Adalah Si Parasit yang Ada di Mana-mana, Kenali Lebih Jauh

Virus adalah organisme mikroskopik (super kecil) yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan cenderung bersifat parasit. Hampir semua ekosistem di dunia mengandung virus.
30 Mar 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Virus Adalah Si Parasit yang Ada di Mana-mana, Kenali Lebih Jauh

Kenali Gejala HIV pada Ibu Hamil dan Fase Perkembangannya

Ibu hamil dapat terserang HIV juga. Gejala HIV pada ibu hamil yang dapat diwaspadai yaitu batuk kering, demam, berkeringat pada malam hari, kelelahan yang tak wajar.
03 Jun 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Kenali Gejala HIV pada Ibu Hamil dan Fase Perkembangannya