Hemaviton Action Kapsul

Ditinjau oleh Dea Febriyani
Hemaviton Action kapsul adalah suplemen untuk memelihara kesehatan

Deskripsi obat

Hemaviton Action kapsul adalah suplemen untuk memelihara kesehatan. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli bebas.

Hemaviton Action kapsul mengandung vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, vitamin B3, vitamin C, vitamin B5, asam folat, zinc, magnesium, ekstrak gingseng, kalsium, dan fosfor. Hemaviton Action kapsul membantu memelihara dan meningkatkan konsentrasi, stamina, serta menambah tenaga dan meningkatkan kesegaran tubuh pria dan wanita. Kombinasi vitamin B memiliki peran dalam menjaga kesehatan fungsi otak dan otot, serta meningkatkan energi, terutama jika melakukan aktivitas fisik berat.

Hemaviton Action Kapsul
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaVitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, vitamin B3, vitamin C, vitamin B3, vitamin B5, asam folat, zinc, magnesium, ekstrak gingseng, kalsium, dan fosfor.
Klasifikasi obatSuplemen.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 5 kapsul
ProdusenTempo Scan Pacific

Informasi zat aktif

Vitamin B1 atau tiamin penting dalam pemecahan karbohidrat dari makanan menjadi produk yang diperlukan tubuh. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Dibuang melalui urine.

Vitamin B6 diperlukan untuk mempertahankan fungsi gula, lemak, dan protein yang tepat dalam tubuh. Selain itu, vitamin ini juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, dan banyak bagian tubuh lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Diubah menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: Dibuang melalui urine.

Nicotinamide adalah turunan vitamin B3. Zat ini terlibat dalam beberapa jalur metabolisme seluler, yaitu penguraian senyawa atau komponen dalam sel hidup untuk diubah ke dalam bentuk lain seperti energi, dan memiliki aktivitas mengurangi peradangan (antiinflamasi) yang signifikan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B3 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 20-70 menit.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi turunan N-methylnicotinamide, 2-pyridone dan 4-pyridone dan asam nikotinuric.
  • Ekskresi: Melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 45 menit.

Kalsium pantenat atau vitamin B5 yang larut dalam air bersifat antioksidan dan dapat ditemukan pada tumbuhan dan jaringan hewan. Vitamin B5 merupakan faktor pertumbuhan dan penting untuk berbagai fungsi metabolisme, termasuk metabolisme karbohidrat, protein, dan asam lemak. 

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B5 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh dan ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 70% (diekskresikan tidak berubah dalam urine) dan 30% (feses).

Vitamin B12 diperlukan untuk fungsi dan perkembangan otak, saraf, sel darah, dan banyak bagian tubuh lainnya. Vitamin B12 merupakan vitamin esensial. Artinya, tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk bekerja dengan baik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap melalui saluran pencernaan.
  • Distribusi: Di dalam darah, didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui empedu dan melalui urine.

Asam folat dibutuhkan untuk perkembangan tubuh manusia. Zat ini terlibat dalam menghasilkan materi genetik, yang disebut DNA, dan dalam berbagai fungsi tubuh lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam folat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari bagian proksimal usus halus. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) kira-kira 100% (suplemen asam folat); 85% (dengan makanan); 50% (folat makanan). Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 1 jam (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke jaringan tubuh dan disimpan di hati. Terkonsentrasi secara aktif di cairan di bawah tulang tengkorak (cairan serebrospina atau CSF) dan memasuki ASI. Terikat secara luas pada protein plasma.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati dan plasma menjadi metabolit aktif, 5- methyltetrahydrofolate. Merusak proses obat diekskresikan dalam empedu (sirkulasi enterohepatik).
  • Ekskresi: Melalui urine.

Vitamin C (asam askorbat) adalah vitamin yang larut dalam air, bertindak sebagai antioksidan yang penting untuk perbaikan jaringan dan pembentukan kolagen. Selain itu, vitamin C terlibat dalam pembentukan lemak (lipid) dan protein, metabolisme karbohidrat, penyerapan dan penyimpanan zat besi, dan respirasi sel.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin C diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 25%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi metabolit tidak aktif, askorbat-2-sulfat dan asam oksalat.
  • Ekskresi: Melalui urine (sebagai obat yang tidak berubah dan metabolit tidak aktif). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 10 jam.

Kalsium digunakan untuk mencegah atau mengobati ketidakseimbangan kalsium. Tak hanya itu, kalsium juga berfungsi mencegah atau mengurangi laju pengeroposan tulang. Kalsium dalam garam kalsium membantu kinerja saraf dan otot, serta memungkinkan fungsi jantung normal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap sebagian besar dari usus kecil.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan disalurkan ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan kalsium terutama diekskresikan melalui ginjal. Kalsium yang tidak terserap dibuang melalui feses, bersama yang disekresikan di empedu dan pankreas.

Magnesium merupakan senyawa kimia nonprotein yang diperlukan untuk aktivitas biologis protein (kofaktor) pada banyak reaksi enzimatis tubuh, yang melibatkan sintesis protein dan metabolisme karbohidrat (setidaknya 300 reaksi enzimatis membutuhkan magnesium).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, magnesium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Berbanding terbalik dengan jumlah yang dicerna; 40% hingga 60% dalam kondisi diet terkontrol; 15% sampai 36% pada dosis yang lebih tinggi.
  • Distribusi: Tulang (50% hingga 60%); cairan ekstraseluler (1% sampai 2%).
  • Ekskresi: Urine (sebagai magnesium); kotoran (sebagai obat yang tidak terserap).

Zinc adalah senyawa kimia nonprotein yang diperlukan untuk aktivitas biologis protein (kofaktor) dari berbagai enzim yang terlibat dalam pembelahan dan pertumbuhan sel, penghilangan radikal bebas berbahaya, perkembangan normal, serta pemeliharaan sistem kekebalan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, zinc diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Tidak terserap secara sempurna di saluran pencernaan.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh dengan konsentrasi tertinggi di otot, tulang, kulit, mata, dan cairan prostat. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. 
  • Ekskresi: Terutama melalui feses. Jumlah kecil melalui urine dan keringat.

Indikasi (manfaat) obat

  • Memenuhi kebuthan vitamin dan mineral yang dibutuhkan pria dan wanita.
  • Menjaga stamina serta membantu meningkatkan tenaga dan kesegaran.
  • Membantu proses metabolisme tubuh.

Vitamin B1 mampu mengubah karbohidrat menjadi energi yang dibutuhkan tubuh. Vitamin ini memiliki peran penting dalam tubuh, di antaranya mampu menurunkan risiko terkena penyakit ginjal, memperbaiki gangguan metobolisme, dan mencegah gangguan otak, penyakit kanker, serta penyakit jantung.
Vitamin B6 atau piridoksin dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan, seperti ikan, kentang, pisang, buncis, dan alpukat. Vitamin ini dapat mencegah anemia dan depresi, mengobati penyakit jantung, serta mengatasi sindrom premestruasi dan mual selama kehamilan.
VItamin B12 dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan, seperti kepiting, salmon, daging sapi, kerang, tuna, yoghurt, dan susu. Vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan protein, jaringan, dan sel darah.Vitamin ini bekerja dengan cara membantu tubuh memproduksi sel darah merah, sehingga mencegah terjadinya kondisi kekurangan darah yang disertai gejala lemah, lesu, letih, dan kulit pucat.
Vitamin B3 memiliki banyak manfaat untuk tubuh, di antaranya menurunkan kadar kolesterol dan lemak jahat, melindungi kulit, mengurangi nyeri pada persendian, dan meningkatkan fungsi otak. Vitamin ini dapat diperopleh dari sumber makanan, seperti jamur, salmon, kacang tanah, ikan tuna, dan dada ayam.
Kalsium pantotenat merupakan garam kalsium yang dapat larut dalam air. Vitamin B5 berperan penting dalam fungsi metabolisme, seperti metabolisme karbohidrat, protein, dan asam lemak.
Vitamin C bekerja dengan membantu meningkatkan penyerapan zat besi yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, sehingga mencegah terjadinya anemia. Vitamin C dapat diperoleh dari berbagai sayur dan buah, seperti brokoli, pepaya, stroberi, kembang kol, paprika, kiwi, mangga, dan nanas.
Asam folat merupakan bentuk vitamin B kompleks yang larut dalam air yang diperlukan dalam proses pembentukan DNA dan sel darah merah. Asam folat dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan, seperti bayam, brokoli, selada, kacang-kacangan seperti kacang polong, melon, pisang, dan lemon.
Zinc merupakan mineral yang memiliki berbagai khasiat untuk tubuh, seperti mengurangi peradangan, meningkatkan kekebalan tubuh, mempercepat proses penyembuhan pada luka, dan menurunkan risiko terkena penyakit penuaan. Zinc dapat diperoleh dari kerang, buncis, daging zapi, telur, kentang, dan almond.
Magnesium merupakan mineral yang sangat penting untuk menjaga terkanan darah normal, memelihara tulang agar tetap kuat, menurunkan risiko terkena kencing manis (diabetes melitus), dan menjaga irama jantung agar tetap stabil. Selain itu, magnesium merupakan komponen zat pembentuk sel darah merah. Magnesium dapat diperoleh dari sumber makanan, di antaranya labu, bayam, kacang-kacangan, almond, tahu, makarel, tuna, dan salmon.
Ekstrak ginseng memiliki kandungan ginsenosides dan gintonin. Ginseng diyakini dapat meningkatkan energi, mengurangi stres, serta menurunkan kadar kolesterol dan gula dalam darah. Tak hanya itu, ginseng juga dapat digunakan untuk terapi penyakit kencing manis (diebetes melitus) dengan menurunkan kadar gula dalam darah, meningkatkan relaksasi, mengatasi peradangan (antiinflamasi), mencegah flu, dan mengatasi gangguan fungsi seksual pada pria.
Kalsium merupakan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama dalam proses pembentukan tulang. Manfaat lain kalsium di antaranya mencegah terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis), serta menjaga kesehatan jantung, tulang, dan gigi.
Fosfor dalah mineral yang memiliki peran penting dalam memelihara kesehatan gigi dan tulang, menunjang perkembangan sel otak, dan membantu memperbaiki sel tubuh.

Komposisi obat

  • Vitamin B1 50 mg.
  • Vitamin B6 10 mg.
  • Vitamin B12 10 mcg.
  • Vitamin B3 20 mg.
  • Kalsium pantotenat 10 mg.
  • Vitamin C 100 mg.
  • Ekstrak ginseng 40 mg.
  • Kreatin monohidrat 50 mg.
  • Guaranin 50 mg.
  • Zinc 10 mg.
  • Asam folat 100 mcg.
  • Magnesium 20 mg.
  • Kalsium 65 mg.
  • Fosfor 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 kapsul sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Penggunaan vitamin B2 dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan perubahan warna urine menjadi kuning cerah.
  • Biduran (urtikaria).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Merokok dapat membuat vitamin C menjadi kurang efektif.
  • Pasien penyakit ginjal atau riwayat batu ginjal.
  • Gangguan kelebihan kadar zat besi (hematokromatosis).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui

Kategori kehamilan

Vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, vitamin B3, vitamin B5 dan zat besi.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin di trimester pertama, maupun trimester selanjutnya.

Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Hemaviton Action kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Vitamin C dan zinc.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Hemaviton Action kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Magnesium.
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Fosfor.
Kategori N: Keamanan penggunaan boron dan fosfor pada ibu hamil dan menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen suplemen ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Levodopa.
    Penggunaan levodopa bersama vitamin B1 dan vitamin B6 dapat mengurangi efek terapi dari levodopa.
  • Phenobarbital.
    Phenobarbital dapat meningkatkan kecepatan vitamin B2 dipecah dalam tubuh, sehingga efektivitas dari vitamin B2 akan menurun.
  • Probenesid.
    Probenesid dapat meningkatkan jumlah vitamin B2. Terlalu banyak vitamin B2 di dalam tubuh yang menyebabkan urine menjadi kuning-oranye, serta meningkatkan frekuensi urine atau keinginan buang air kecil. Selain itu, kondisi ini juga bisa menimbulkan gatal-gatal, serta bengkak pada wajah, bibir, dan lidah.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat kemoterapi altretamin dapat mengurangi efektivitasnya.
  • Altretamin.
    Mengonsumsi vitamin B6 dengan obat altretamin dapat mengurangi efektivitas altretamin.
  • Neomisin, kloramfenikol, dan asam aminosalisilat.
    Obat di atas dapat mengurangi penyerapan vitamin B12.
  • Amikacin, gentamicin, kanamycin, streptomycin,  dan tobramycin.
    Mengonsumsi obat-obatan tersebut bersama magnesium dapat menyebabkan gangguan otot.
  • Nifedipine, verapamil, diltiazem, isradipine, felodipine, dan amlodipine.
    Mengonsumsi obat-obatan tersebut bersama magnesium dapat menurunkan tekanan darah menjadi terlalu rendah.
  • Amiloride, spironolactone, dan triamterene.
    Mengonsumsi obat-obatan tersebut bersama magnesium menyebabkan kadar magnesium terlalu tinggi dalam darah, sehingga dapat tejadi mual, muntah, tekanan darah rendah, sakit kepala, dan diare.
  • Obat untuk terapi kanker (kemoterapi).
  • Vitamin C adalah antioksidan. Ada beberapa kekhawatiran bahwa antioksidan dapat menurunkan efektivitas beberapa obat yang digunakan untuk kanker.
  • Phenobarbital.
    Vitamin B6 dapat meningkatkan kecepatan tubuh dalam memecah phenobarbital. Hal ini dapat menurunkan efektivitas phenobarbital dan mengatasi kejang.
  • Chloramphenicol.
    Mengonsumsi chloramphenicol dalam waktu lama dapat menurunkan efek vitamin B12 dalam memproduksi sel darah baru.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tinja berwarna hitam.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Mual dan muntah terus menerus.
  • Pembengkakan pada lengan atau kaki.
  • Tanda gangguan ginjal, seperti perubahan frekuensi buang air kecil, serta urine berwarna gelap.
  • Muntah yang menyerupai bubuk kopi.
  • Mata atau kulit menguning.
  • Ruam kulit.
  • Gatal atau bengkak terutama pada wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Pusing parah.
  • Kesulitan bernapas.
  • Kram otot.
  • Detak jantung tidak teratur.

Sesuai kemasan per Juli 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/262982#benefits
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-853/pantothenic-acid-vitamin-b5
Diakses pada 19 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1534/niacinamide
Diakses pada 19 November 2020

Glow. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/n018.html
Diakses pada 19 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/niacin.html
Diakses pada 19 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/thiamine.html
Diakses pada 19 November 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/pyridoxine.html
Diakses pada 19 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email