Harnal OCAS tablet 0,4 mg

05 Jan 2021| Maria Yuniar
Harnal OCAS tablet untuk mengobati gejala yang berkaitan dengan pembesaran prostat jinak

Deskripsi obat

Harnal OCAS tablet untuk mengatasi gangguan saluran kemih bagian bawah yang berhubungan dengan hiperplasia prostat jinak atau pembesaran kelenjar prostat jinak (benign prostatic hyperplasia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Harnal OCAS tablet mengandung zat aktif tamsulosin.
Tamsulosin bekerja dengan mengendurkan otot-otot di prostat dan kandung kemih. Obat ini membantu meringankan gejala benign prostatic hyperplasia, seperti kesulitan memulai buang air kecil, aliran buang air kecil lemah, dan sering buang air kecil sering, terutama saat tengah malam.

Harnal OCAS tablet 0,4 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 195.700/strip (10 tablet) per April 2019
Kandungan utamaTamsulosin hydrochloride.
Kelas terapiHipertrofi prostat.
Klasifikasi obatAlpha-adrenoreceptor antagonists
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (0,4 mg)
ProdusenAstellas Pharma Europe B.V.

Informasi zat aktif

Tamsulosin akan melakukan relaksasi otot polos di leher kandung kemih dan prostat, sehingga meningkatkan aliran urine dan mengurangi gejala hiperplasia prostat jinak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, tamsulosin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran gastrointestinal. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) peningkatan 30% dalam keadaan puasa. Makanan mengurangi tingkat dan tingkat penyerapan.
  • Distribusi: Volume distribusi: Sekitar 0,2 L/kg (rilis lama); 16 L (lepas segera).
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (76%, <10% sebagai obat tidak berubah); feses (21%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 5-7 jam (pelepasan segera); 9-13 jam (pelepasan lama).

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi gangguan saluran kemih bagian bawah yang berhubungan dengan hiperplasia prostat jinak.
  • Mengatasi gejala pembesaran prostat, misalnya kesulitan, tidak tuntas, atau nyeri buang air kecil

Tamsulosin berada dalam kelas obat yang disebut alpha blocker. Tamsulosin membantu meningkatkan aliran urine atau mengurangi gejala benign prostatic hyperplasia. Caranya adalah dengan mengendurkan otot-otot di kandung kemih dan prostat, serta memudahkan pembukaan kandung kemih.

Komposisi obat

Tamsulosin hydrochloride 0,4 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

½-1 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama atau tanpa makanan. Telan tablet seluruhnya, jangan dihancurkan atau dikunyah.

Efek samping obat

  • Ejakulasi tidak normal.
    Jika jumlah air mani lebih sedikit dari biasanya atau tidak ada sama sekali, Anda tidak perlu khawatir karena efek samping ini tidak berbahaya. Berkonsultasilah dengan dokter jika hal ini mengganggu Anda atau tidak kunjung membaik.
  • Pusing.
    Jika tamsulosin membuat Anda merasa pusing, hentikan apa yang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi, bersepeda, atau menggunakan perkakas atau mesin jika Anda merasa pusing. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk. Hubungi dokter jika efek samping ini berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Sakit kepala.
  • Gelisah.
  • Mengantuk dan kelelahan.
  • Diare.
  • Penurunan tekanan darah.
  • Penurunan tekanan darah yang menyebabkan penderita merasa pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring (hipotensi ortostatik).
  • Denyut jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Gangguan fungsi hati.
  • Gatal.
  • Penurunan jumlah air mani.
  • Ruam.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Kesulitan bernapas karena lubang hidung tertutup dan udara yang masuk ke dalam hidung akan terhambat (obstruksi nasal).
  • Masalah pada gigi.
  • Pembengkakan yang disebabkan penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Kesulitan menahan buang air kecil dan menyebabkan mengompol (inkontinensia urine).
  • Sensasi rasa panas dan terbakar pada faring.
  • Mual.
  • Pilek atau hidung tersumbat.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sakit pada dada.
  • Sakit punggung.
  • Penglihatan kebur.
  • Demam.
  • Flu.
  • Gangguan kesulitan tidur.
  • Penurunan gairah seksual.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30 °C dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit hati atau ginjal.
  • Pasien dengan riwayat kanker prostat.
  • Pasien penderita tekanan darah rendah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap sulfa.
  • Pasien yang memiliki masalah pada mata, seperti glaukoma atau katarak.
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap tamsulosin.
  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan tekanan darah saat perubahan posisi dari terlentang ke duduk atau tegak (hipotensi ortostatik).
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati yang parah.
  • Wanita.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Cimetidine, paroxetine, dan ketoconazole.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar dan efektivitas dari tamsulosin, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti pusing dan mengantuk.
  • Furosemide.
    Furosemide dapat menurunkan kadar tamsulosin dalam tubuh, sehingga efektivitas tamsulosin dalam mengatasi pembesaran kelenjar prostat.
  • Diklofenak dan warfarin.
    Obat di atas dapat meningkatkan eliminasi atau pengeluaran tamsulosin dalam tubuh, sehingga efektivitas tamsulosin dalam mengatasi pembengkakan kelenjar prostat.
  • Antihipertensi.
    Tamsulosin dapat meningkatkan efektivitas antihipertensi, sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya hipotensi atau tekanan darah menjadi rendah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda menngalami:

  • Pusing seperti Anda akan pingsan.
  • Ereksi penis yang menyakitkan atau berlangsung selama 4 jam atau lebih.
  • Reaksi kulit parah, seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah, rasa terbakar di mata, nyeri kulit diikuti oleh kulit ruam, melepuh, dan mengelupas.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/harnal%20ocas?type=full
Diakses pada 23 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tamsulosin?mtype=generic
Diakses pada 23 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1592/tamsulosin-oral/details
Diakses pada 23 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/tamsulosin.html
Diakses pada 23 Desember 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a698012.html
Diakses pada 23 Desember 2020

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/tamsulosin-oral-route/side-effects/drg-20068275?p=1
Diakses pada 23 Desember 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/enlarged-prostate/flomax-side-effects
Diakses pada 23 Desember 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/tamsulosin/
Diakses pada 23 Desember 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/tamsulosin-oral-capsule#side-effects
Diakses pada 23 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email