Hapsen Tablet 5 mg

08 Jan 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Hapsen tablet adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), mengatasi nyeri dada, dan gagal jantung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Hapsen tablet mengandung zat aktif bisoprolol.

Hapsen Tablet 5 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (5 mg)
ProdusenPrima Medika Laboratories

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Meringankan nyeri dada (angina pektoris).
  • Mencegah terjadinya stroke, serangan jantung, dan gangguan pada ginjal.
  • Mengatasi gagal jantung.

Bisoprolol fumarat adalah golongan obat penghambat beta yang mampu mengobati tekanan darah tinggi yang bekerja dengan menurunkan frekuensi detak jantung dan tekanan otot pada jantung saat berkontraksi sehingga beban jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh dapat berkurang dan dengan turunnya tekanan darah, maka stroke dan serangan jantung dapat dicegah.

Komposisi obat

Bisoprolol fumarat 5 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Gagal jantung kronik stabil:

  • Dosis awal: 1,25 mg/hari pada minggu pertama, kemudian dosis dititrasi setiap minggu sebesar 2,5 mg-3,75 mg-5 mg/hari. Titrasi dosis dilanjutkan sebesar 7,5 mg-10 mg/hari tiap bulan.

Hipertensi: 1 tablet sebanyak 1 kali/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 4 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Nyeri pada punggung.
  • Kondisi dimana melambatnya denyut jantung (bradikardi).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Nyeri pada bagian okular.
  • Gangguan penglihatan.
  • Mulut kering.
  • Nyeri pada perut.
  • Kelelahan.
  • Nyeri sendi.
  • Pusing.
  • Sesak napas.
  • Peradangan pada rongga hidung (rhinitis).
  • Peradangan pada sinus (sinusitis).
  • Ruam dan kemerahan pada kulit.
  • Eksim.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pingsan.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi bisoprolol. Segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk.
  • Merasa pusing atau lemah.
    Hentikan aktivitas dan duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin. Jangan minum alkohol karena akan membuat Anda merasa lebih buruk.
  • Tangan atau kaki terasa dingin.
    Letakkan tangan atau kaki di bawah air hangat yang mengalir, pijit, dan gerakkan jari tangan dan kaki Anda. Jangan merokok atau minum kafein karena dapat membuat pembuluh darah Anda lebih sempit dan membatasi aliran darah Anda. Merokok juga membuat kulit Anda lebih dingin. Coba kenakan sarung tangan dan kaus kaki hangat. Jangan memakai jam tangan atau gelang ketat.
  • Mual, muntah atau diare.
    Jangan makan makanan yang terlalu banyak dan pedas. Mengonsumsi bisoprolol setelah makan. Jika Anda sakit, cobalah untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah sedikit. Jika Anda mengalami diare, minumlah banyak air atau cairan lain. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti urin yang kurang dari biasanya atau memiliki urin yang gelap dan berbau kuat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Makan lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah segar, sayuran dan sereal, dan minum banyak air. Cobalah berolahraga lebih teratur, misalnya, dengan berjalan kaki atau berlari setiap hari. Jika ini tidak membantu, hubungi apoteker atau dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyempitan pada bronkus (bronkospasme).
  • Pasien yang mengalami gangguan kelemahan pada otot dan saraf (myasthenia gravis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien dengn kondisi kejang pada salah satu arteri koroner (prinzmetal angina).
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki kadar gula darah yang rendah dalam tubuh (hipoglikemia).
  • Pasien yang memiliki pembesaran kelenjar tiroid dalam tubuh (hipertiroidisme).
  • Pasien yang mengalami peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita syok yang disebabkan akibat ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan syok yang terjadi akibat tubuh kehilangan banyak cairan secara tiba-tiba (kardiogenik dan syok hipovalemik).
  • Pasien dengan gejala bradikardi dan hipotensi.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami peradangan pada sinus (sinusitis).
  • Pasien penderita penyakit arteri perifer yang berat.
  • Pasien dengan kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi (asidosis metabolik).
  • Pasien dengam kondisi individu yang memiliki denyut jantung yang lambat (bradikardia).
  • Pasien dengan kondisi di mana beberapa area tubuh terasa mati rasa dan dingin dalam keadaan tertentu (sindrom Raynaud).
  • Pasien yang memiliki asma parah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Kuinidin, disopiramid, dan propafenon.
      Obat di atas dapat mempotensiasi waktu konduksi atrioventrikular dan dapat meningkatkan efek penurunan kontraksi otot jantung.
    • Verapamil dan diltiazem.
      Verapamil dan diltiazem dapat menyebabkan blok atrioventrikular dan menyebabkan penurunan tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi berat).
    • Reserpin dan guanetidin.
      Dapat menghasilkan pengurangan aktivitas simpatis yang berlebihan.
    • Klonidin dan metildopa.
      Klonidin dan metildopa dapat memperburuk gagal jantung.
    • Rifampisin.
      Rifampisin dapat meningkatkan klirens metabolit dari bisoprolol.
    • Glikosida digitalis.
      Penggunaan bisoprolol dengan glikosida digitalis dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi di mana denyut jantung seseorang lebih lambat dari biasanya (bradikardi).
    • Antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen dan asam mefenamat.
      NSAID dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat bisoprolol.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/hapsen?type=brief&lang=id Diakses pada 4 Agustus 2020 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bisoprolol Diakses pada 4 Agustus 2020 Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/bisoprolol/ Diakses pada 4 Agustus 2020 WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14206/bisoprolol-fumarate-oral/details Diakses pada 4 Agustus 2020 Mayuclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/bisoprolol-oral-route/description/drg-20071022 Diakses pada 4 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ragam Efek Samping Furosemide untuk Obati Tekanan Darah Tinggi

Ada beberapa efek samping furosemide yang berisiko dialami pasien. Efek samping furosemide tersebut dapat bersifat serius, mulai dari gangguan hati, pankreatitis, hingga kehilangan cairan dan elektrolit yang parah.
16 Oct 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Ragam Efek Samping Furosemide untuk Obati Tekanan Darah Tinggi

Preeklampsia Berat atau Peb Adalah Bahaya yang Mengintai Ibu Hamil dan Janin, Waspadai Gejalanya

Peb adalah gangguan kehamilan yang sangat serius karena bisa membahayakan ibu maupun janin. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi, dan adanya protein dalam urine.
10 Jun 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Preeklampsia Berat atau Peb Adalah Bahaya yang Mengintai Ibu Hamil dan Janin, Waspadai Gejalanya

11 Penyakit Kardiovaskular Ini Perlu Diwaspadai

Penyakit kardiovaskular terjadi akibat adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Ada berbagai jenis penyakit kardiovaskular yang penting untuk Anda ketahui. Apa saja itu?
10 Feb 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
11 Penyakit Kardiovaskular Ini Perlu Diwaspadai