Haloperidol adalah obat antipsikotik untuk penyakit mental jangka panjang (Skizofrenia)
Haloperidol adalah obat untuk penyakit mental jangka panjang

Dores, Govotil, Haldol, Haldol dec, Seradol, Lodomer, Serenace

Haloperidol merupakan obat antipsikotik. Haloperidol digunakan untuk mengobati penyakit mental jangka panjang yang memengaruhi cara kerja otak anda (Skizofrenia).

Haloperidol
Golongan

Antipsikotik

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, suntik, dan obat tetes

Dikonsumsi oleh

Anak ≥ 3 tahun dan Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Mual dan muntah (intramuskular)

  • Dewasa: 0,5-2 mg setiap hari. Dalam perawatan paliatif, 1,5 mg 1-2 kali sehari melalui jalur pemberian oral atau 2,5-10 mg dalam 24 jam melalui jalur infus SC (subkutan).

Psikosis akut (intramuskular)

  • Dewasa: Dosis berkisar 2-10 mg, dapat diberikan setiap jam atau dengan interval 4-8 jam, sampai gejala terkontrol. Maks: 18 mg/hari. Untuk mengatasi kondisi darurat pasien yang sangat terganggu: dapat diberikan hingga dosis 18 mg melalui suntikan IV / IM.

Kegelisahan dan kebingungan (oral)

  • Dewasa: 1-3 mg setiap 8 jam.

Psikosis (oral)

  • Dewasa: 0,5-5 mg dua atau tiga kali sehari, dapat ditingkatkan hingga 100 mg setiap hari dalam kasus yang berat atau resisten. Dosis pemeliharaan : 3-10 mg setiap hari. 
    Anak: > 3 tahun: Awalnya, 25-50 mcg / kg setiap hari dalam 2 dosis terbagi, ditingkatkan secara bertahap jika diperlukan. Maks: 10 mg/hari.

Sindrom Tourette, Tic berat (oral)

  • Dewasa: Awalnya, 0,5-1,5 mg tiga kali sehari. Hingga 30 mg setiap hari mungkin diperlukan pada sindrom Tourette; sesuaikan dosis dengan hati-hati untuk mendapatkan respons optimal; dosis pemeliharaan : 4 mg setiap hari.

Pengobatan tambahan Jangka pendek pada gangguan cemas berat atau gangguan perilaku (oral)

  • Dewasa: dua kali sehari 0,5 mg.

Cegukan yang tidak dapat diatasi (oral)

  • Dewasa: 1,5 mg tiga kali sehari, sesuaikan menurut respons.

Kegelisahan dan kebingungan (subkutan)

  • Dewasa: 5-15 mg melalui infus SC selama 24 jam.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat haloperidol sebelum mengonsumsi.

Haloperidol oral dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Ukurlah obat cair dengan syringe, sendok pengukur dosis, atau dengan gelas obat untuk mengukur dosis yang dibutuhkan. Pemberian obat melalui jalur SC/IM/IV hanya dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten.

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat haloperidol dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti: tardive dyskinesia, reaksi ekstrapiramidal, kecemasan, takikardia transien, hipotensi postural, leukopenia, efek samping antikolinergik lain, kantuk, depresi, dan anoreksia. Bahkan dapat berpotensi fatal mengakibatkan sindrom neuroleptik maligna. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Epilepsi
  • Alergi
  • Penyakit jantung atau hati yang parah

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Depresi SSP toksik berat
  • Penyakit parkinson
  • Laktasi
  • Koma yang sudah ada sebelumnya

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Haloperidol dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Penggunaan bersama dengan karbamazepin dan rifampisin dapat menurunkan kadar haloperidol dalam darah.
  • Peningkatan efek depresi sistem saraf pusat dapat meningkat bila digunakan bersama dengan alkohol, zat hipnotik, zat anestesi umum, anxiolytics, dan opioid.
  • Dapat menurunkan efek anti hipertensi dari golongan guanetidin.
  • Dapat meningkatkan risiko aritmia bila digunakan dengan obat-obatan jantung yang memperpanjang gelombang QT (pada EKG) dan golongan diuretik yang menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.
  • Kadar haloperidol darah dapat meningkat bila digunakan bersama dengan clozapin atau klorpromazin.
  • Penggunaan bersama dengan litium akan meningkatkan kadar litium dan dapat memicu sindrom neuroleptik maligna

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Artikel Terkait