Gratheos tablet digunakan sebagai antirematik.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan - Gratheos tablet 25 mg: 1 box isi 10 strip @ 10 tablet. - Gratheos tablet 50 mg: 1 box isi 5 strip @ 10 tablet
Produsen Graha Farma

Gratheos tablet mengandung zat non steroid yang mempunyai efek kuat sebagai anti-rematik, anti-inflamasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Gratheos mengandung natrium diklofenak yang tersedia dalam dua dosis yaitu 25 mg dan 50 mg.

Digunakan untuk:

  • Mengobati peradangan (inflamasi) dan bentuk-bentuk degeneratif peradangan sendi (reumatik).
  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis), termasuk yang terjadi pada anak-anak (juvenile).
  • Peradangan pada sendi punggung (ankilosing spondylitis).
  • Peradangan sendi yang menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku dan bengkak (osteoarthritis).
  • Sekumpulan dari peradangan rehumatik yang menyebabkan arthritis (spondylarthritis) dan golongan penyakit reumatik yang mengenai jaringan lunak di luar sendi (rematik non artikuler).
  • Gratheos tablet 25 mg: natrium diklofenak 25 mg.
  • Gratheos tablet 50 mg: natrium diklofenak 50 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: dimulai dari dosis rendah.
    • Osteoarthritis: 100 -150 mg/hari atau 50 mg sebanyak 2 kali/hari atau 75 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Rheumatoid arthritis: 150 - 200 mg/hari atau 50 mg sebanyak 3-4 kali/hari, atau 75 mg sebanyak 2kali/hari.
    • Ankilosing spondylitis: 100 -125 mg/hari, diberikan 25 mg sebanyak 4 kali/hari. Dosis disesuaikan dengan berat ringannya penyakit.

Dikonsumsi pada saat perut kosong atau sebelum makan. Tablet ditelan utuh, jangan dikunyah.

  • Gangguan saluran pencernaan:
    • Nyeri ulu hati (epigastrum).
    • Mual dan muntah.
    • Diare.
    • Kram perut.
    • Rasa tidak nyaman pada perut bagian atas karena penyakit asam lambung atau maag (dispepsia).
    • Kembung.
    • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Gangguan susunan saraf pusat:
    • Sakit kepala.
    • Pusing.
  • Gangguan ginjal:
    • Gagal ginjal akut.
    • Kondisi terdapatnya protein dalam urin (proteinuria).
    • Infeksi yang menyebabkan peradangan pada ginjal (Interstitial nephritis).
    • Kumpulan gejala yang menunjukkan adanya gangguan ginjal (gejala nephrotic).
    • Nekrosis papiler.
  • Gangguan hati:
    • Peninggkatan enzim-enzim aminotransferase SGOT dan SGPT.
  • Gangguan darah:
    • Kondisi saat jumlah keping darah (trombosit) rendah, di bawah nilai normal (trombositopenia).
    • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh leukopenia.
    • Kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah (anemia).
    • Sumsum tulang gagal membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Gangguan pada sistem organ lainnya: pembengkakan pada anggota tubuh yang terjadi karena penimbunan cairan di dalam jaringan (edema).
  • Dalam kasus-kasus terbatas:
    • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
    • Nyeri dada.
    • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien luka pada lapisan mukosa duodenum (bagian atas dari usus kecil) atau lambung (ulkus peptikum).
  • Pasien asma.
  • Pasien biduran (urtikaria).
  • Pasien peradangan pada mukosa hidung yang berlangsung selama kurang dari 12 minggu (rinitis akut).
  • Pasien yang alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien gangguan saluran pencernaan dengan riwayat luka pada dinding lambung (tukak lambung) dengan radang usus (ulkus kolitis) atau penyakit Crohn.
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati dan gangguan fungsi ginjal.
  • Pendarahan lambung dengan ulserasi atau perforasi.
  • Pasien gangguan fungsi jantung.
  • Tekanan darah tinggi pada pasien lanjut usia.
  • Pasien yang mendapat terapi diuretik dengan deplesi volume ekstraseluler karena berbagai penyebab.
  • Pada pemakaian jangka panjang perlu melakukan tes fungsi hati dan ginjal.
  • Defisiensi enzim terjadi di hati (porfiria hepatik).
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi kendaraan dan menjalankan mesin.

Graha Farma. https://www.grahafarma.com/productdetail.php?XA=0029
Diakses pada 1 April 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.