Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Granisetron (Alias: -)

Ditulis oleh Anita Djie
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Merk dagang yang beredar:

Granesis, Granitron, Opigran, Granisetron, Granon

Granisetron adalah obat yang digunakan untuk mencegah muntah dan mual akibat pengobatan kanker, seperti kemoterapi atau radiasi. Meskipun demikian, granisetron dapat digunakan untuk hal-hal lainnya.

Granisetron bekerja dengan menghalangi kinerja zat-zat kimia dalam tubuh yang mampu memicu muntah ataupun mual.

Granisetron (-)
Golongan

Antimual dan muntah

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet dan koyo tempel

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun penelitian terkontrol pada wanita hamil belum dilakukan. Atau penelitian terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan kesuburan) yang tidak diperlihatkan pada penelitian terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester berikutnya).

Keamanan penggunaan granisetron selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Penanganan dan pencegahan mual dan muntah pascaoperasi

  • Dewasa: Pemberian obat granisetron dilakukan melalui intravena dengan dosis 1 mg yang diberikan dalam waktu 30 detik sebelum pemberian obat bius. Pemberian granisetron dapat diberikan secara berulang dengan dosis maksimal 3 mg dalam 24 jam.

Pencegahan mual dan muntah karena terapi radiasi

Dewasa

  • Secara intravena, granisetron diberikan sebanyak 1-3 mg dalam waktu 5 menit sebelum terapi radiasi melalui infus atau dalam waktu setidaknya 30 detik melalui bolus. Dosis dapat ditambahkan setidaknya 10 menit setelah dosis sebelumnya. Maksimal pemberian granisetron per harinya adalah 9 mg.
  • Secara oral, granisetron diberikan sebanyak 2 mg sehari sekali dalam waktu 1 jam saat menjalani terapi radiasi.

Penanganan mual dan muntah karena kemoterapi kanker

Dewasa

  • Intravena: granisetron diberikan sebanyak 1-3 mg dalam waktu lima menit sebelum kemoterapi dilakukan melalui infus atau dalam waktu 30 detik melalui bolus. Dosis dapat ditambahkan setidaknya 10 menit setelah dosis sebelumnya. Maksimal pemberian granisetron per harinya adalah 9 mg.
  • Oral: granisetron diberikan sebanyak 1-2 mg dalam waktu 1 jam sebelum proses kemoterapi. Setelahnya, granisetron diberikan 2 mg sehari dalam 1 dosis atau 2 dosis terbagi selama satu minggu setelah kemoterapi diberikan.Maksimal pemberian granisetron per harinya adalah 9 mg.
  • Koyo tempel: dengan dosis 3,1 mg per 24 jam, granisetron ditempelkan sebanyak 1 lembar pada lengan atas selama 24-48 jam sebelum kemoterapi dilakukan. Koyo tempel granisetron dilepaskan setidaknya 24 jam seusai kemoterapi. Koyo tempel granisetron dapat ditempelkan sampai 7 hari, tergantung dari durasi pemberian kemoterapi.

Aturan pakai Granisetron dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan granisetron sebelum penggunaan. Jangan mengonsumsi granisetron kurang atau lebih dari dosis yang seharusnya. Granisetron dapat dikonsumsi sebelum ataupun sesudah makan.

Jangan memberikan obat granisetron kepada orang lain dan obat ini tidak akan berfungsi secara efektif bila dikonsumsi secara terus-menerus ketika Anda tidak sedang menjalani terapi radiasi atau kemotrapi.

Granisetron umumnya diberikan pada hari yang sama kemoterapi atau terapi radiasi dilakukan dan diberikan sebanyak satu dosis setidaknya satu jam sebelum terapi radiasi atau kemoterapi dilakukan.

Bagi pasien yang sedang menjalani kemoterapi, dosis kedua granisetron mungkin akan diberikan 12 jam setelah dosis pertama diberikan.

Simpan obat granisetron pada suhu ruangan dan di tempat yang tidak lembab, serta jauh dari panas dan cahaya.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Bila Anda mengalami reaksi alergi, seperti kesulitan bernapas, ruam-ruam, serta pembengkakan pada tenggorokan, lidah, bibir, dan wajah, segera konsultasikan pada dokter.

Granisetron umumnya dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Demam, gejala flu
  • Sakit perut, berkurangnya nafsu makan, gangguan pencernaan
  • Sakit kepala, lemas
  • Gangguan tidur, seperti insomnia
  • Diare, sembelit

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami efek samping, berupa:

  • Peningkatan tekanan darah, yang diindikasikan dengan kecemasan, sesak napas, sakit kepala yang parah, suara mendengung di telinga
  • Kadar serotonin yang tinggi dalam tubuh, yang dicirikan dengan diare, pingsan, mual, detak jantung yang cepat, gelisah, diare, halusinasi, muntah, gerak reflek yang berlebih, berkurangnya koordinasi
  • Sakit kepala yang disertai dengan sakit di dada, pusing yang parah, detak jantung yang cepat, pingsan

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Mengonsumsi obat ritonavir, antidepresan, obat narkotika, antibiotik, obat antimual, obat jantung, obat untuk kanker, obat antipsikotik, obat HIV AIDS, obat malaria,litium, John’s wort, dan obat sakit kepala atau migrain
  • Memiliki penyakit jantung
  • Memiliki gangguan detak jantung
  • Memiliki riwayat long QT syndrome
  • Mengalami ketidakseimbangan elektrolit, seperti memiliki kadar magnesium atau potasium yang rendah dalam darah
  • Baru saja menjalani operasi perut atau usus
  • Anak-anak
  • Kehamilan dan menyusui

Kontraindikasi

Jangan menggunakan granisetron jika mempunyai kondisi medis atau keadaan di bawah ini:

  • Berusia di bawah 18 tahun
  • Alergi terhadap granisetron

Interaksi

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi granisetron dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Penumpukan serotonin dalam tubuh atau sindrom serotonin
  • Masalah jantung

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Penyakit
  • Kanker
Referensi

Drugs.com. https://www.drugs.com/mtm/granisetron.html
Diakses pada 22 Agustus 2019

MIMS Indonesia. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/granisetron/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 22 Agustus 2019

Artikel Terkait:
Back to Top