Gramax Kaplet 100 mg

08 Jan 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Gramax kaplet adalah obat untuk mengatasi gangguan seksual pada pria seperti disfungsi ereksi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Gramax kaplet mengandung zat aktif sildenafil sitrat.
Gramax Kaplet 100 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSildenafil sitrat.
Kelas terapiDiuretik.
Klasifikasi obatPhosphodiesterase Inhibitors.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 4 kaplet (100 mg)
ProdusenErlimpex

Informasi zat aktif

Sildenafil menghambat fosfodiesterase tipe-5 (PDE-5) yang bertanggung jawab atas perubahan siklik guanosin monofosfat (cGMP) di korpus kavernosum. Penghambatan PDE-5 meningkatkan cGMP yang menghasilkan relaksasi sel otot polos pembuluh darah paru.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sildenafil diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Secara cepat diabsorpsi dari saluran cerma, kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 40%, dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 30-120 menit.
  • Distribusi: Distribusi secara luas ke dalam jaringan tubuh. Ikatan protein plasma sekitar 96%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui rute utama oleh enzim CYP3A4 dan isoenzim CYP2C9 yang bertanggung jawab pada metaolisme senyawa-senyawa.
  • Ekskresi: Diekskresi secara utama melalui feses sebagai metabolit dan urin. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh terminal) sekitar 4 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati masalah fungsi seksual pria (impotensi atau disfungsi ereksi).

Sildenafil bekerja dengan memblokir fosfodiesterase 5 (PDE5), enzim yang mendorong pemecahan cGMP, yang mengatur aliran darah di penis. Namun, hal itu membutuhkan gairah seksual untuk bekerja. Ini juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah di paru-paru.

Komposisi obat

Sildenafil sitrat 80 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 50 mg, dikonsumsi ketika 1 jam sebelum berhubungan seksual.

  • Dosis maksimal: 100 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sensitif terhadap salisilat.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Anemia.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Iritasi pada lambung.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Pusing.
  • Asma.
  • Pengencangan otot-otot pada lapisan saluran udara atau bronkus (bronkospasme).
  • Sesak napas. Sakit kepala.
  • Penglihatan kabur.
  • Iritasi mata.
  • Pusing.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Kegelisahan.
  • Sakit kepala yang membuat pasien merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo).
  • Hidung tersumbat.
  • Demam.
  • Gangguan pada saluran pencernaan seperti diare dan muntah.
  • Ruam pada kulit.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Nyeri pada punggung.
  • Reaksi pada kulit.
    Ditandai dengan adanya demam, pembengkakan pada kulit, organ genital, dan mata.
  • Nyeri otot.
  • Pembengkakan pada wajah.
  • Kesulitan mengeluarkan cairan (retensi cairan).
  • Kesemutan.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Batuk.
  • Peradangan pada rongga hidung (rhinitis).
  • Peradangan pada sinus (sinusitis).
  • Peradangan pada saluran udara (bronkitis).
  • Penurunan fungsi pendengaran.
  • Anemia.
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Kejang.
  • Serangan jantung.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Peradangan pada mukosa hidung (rhinitis).
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gangguan saluran pencernaan ringan.
  • Perdarahan.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan deformasi anatomi penis atau kelainan darah.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) paru sekunder karena penyakit sel sabit.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Anak-anak.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit gangguan serebrovaskular seperti angina tidak stabil dan gagal jantung.
  • Pasien dengan kehilangan penglihatan pada 1 mata karena neuropati optik iskemik anterior non-arteritik (NAION).
  • Pasien penderita tekanan darah rendah atau di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pasien dengan riwayat stroke.
  • Pasien penderita gangguan hati berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Alpha blocker.
      Sildenafil sitrat dapat menyebabkan terjadinya gejala tekanan darah tinggi.
    • Simetidin, delavirdin, eritromisin, itrakonazol, dan ketokonazol.
      Obat di atas dapat menyebabkan penurunan kliren sildenafil.
    • Penghambat HIV-protease, terutama yang diperkuat dengan ritonavir.
      Obat di atas dapat meningkat konsentrasi plasmanya jika dikonsumsi dengan sildenafil sitrat.
    • Hipotensif nitrat dan nikorandil.
      Sildenafil sitrat dapat meningkatkan efek obat di atas dan berpotensi fatal.
    • Rifampisin dan bosentan.
      Rifampisin dan bosentan dapat menurunkan konsentrasi sildenafil dan menurunkan efektivitas sildenafil.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami gejala serangan jantung seperti nyeri atau tekanan dada, nyeri menyebar ke rahang atau bahu, mual, berkeringat, perubahan penglihatan atau kehilangan penglihatan mendadak, ereksi menyakitkan atau berlangsung lebih dari 4 jam (ereksi berkepanjangan dapat merusak penis), denging di telinga Anda, atau gangguan pendengaran tiba-tiba, detak jantung tidak teratur, bengkak di tangan, pergelangan kaki, atau kaki Anda, sesak napas, kejang atau perasaan pusing, seperti Anda akan pingsan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sildenafil Diakses pada 21 Juli 2020 Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/sildenafil-viagra/ Diakses pada 21 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Dia Penyebab Kanker Prostat yang Perlu Diwaspadai

Kanker prostat umumnya menyerang pria lansia yang berusia 65 tahun ke atas. Meski begitu, bukan berarti para pria yang belum berusia lansia dapat mengabaikan ancaman penyakit ini.
09 Apr 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Ini Dia Penyebab Kanker Prostat yang Perlu Diwaspadai

Manfaat Buah Tin untuk Lemah Syahwat dan Bahayanya Jika Dimakan Berlebihan

Buah tin dipercaya bisa bantu atasi lemah syahwat pada pria. Namun, di balik manfaat tersebut, juga tersimpan bahaya yang perlu diwaspadai.
25 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Manfaat Buah Tin untuk Lemah Syahwat dan Bahayanya Jika Dimakan Berlebihan

8 Makanan yang Bisa Membuat Penis Ereksi Maksimal

Cara memperlancar aliran darah ke penis dengan mengonsumsi makanan yang bagus untuk peredaran darah, seperti sayuran hijau, cokelat hitam, tiram, dan lainnya.
07 Oct 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
8 Makanan yang Bisa Membuat Penis Ereksi Maksimal