Grafix Kaplet 500 mg

26 Jun 2020| Arif Putra

Deskripsi obat

Grafix kaplet adalah obat untuk meringankan nyeri akut dan kronik, seperti nyeri sendi, nyeri otot, nyeri pasca operasi, nyeri haid, sakit kepala, dan sakit gigi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Grafix kaplet mengandung zat aktif asam mefenamat yang mampu menghambat enzim penyebab rasa sakit (analgetik), peradangan (antiinflamasi), dan mampu menurunkan demam (antipiretik).

Grafix Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenGracia Pharmindo

Indikasi (manfaat) obat

  • Meredakan nyeri akut dan kronik.
  • Meredakan sakit gigi.
  • Meringankan sakit kepala.
  • Mengatasi nyeri ringan akibat peradangan sendi.
  • Meringankan nyeri otot.
  • Menurunkan demam.
  • Meredakan nyeri haid (dismenore).
  • Mengatasi nyeri pasca operasi.
  • Meringankan nyeri karena trauma.
  • Mengatasi kondisi perdarahan haid dalam jumlah yang banyak dan durasi yang bertambah lama (menoragia).

Komposisi obat

Asam mefenamat 500 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 500 mg.
  • Dosis lanjutan: 250 mg/6 jam.
    Lama terapi: maksimal 7 hari berturut-turut.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Gangguan saluran pencernaan seperti:
    • Mual.
    • Muntah.
    • Diare.
    • Mengantuk.
    • Sakit kepala.
    • Gugup.
    • Pendarahan pada lambung.
    • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
    • Anemia hemolitik.
  • Reaksi alergi seperti:
    • Asma.
    • Kelainan pada kulit.
  • Sakit perut.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Rasa terbakar atau panas di dada yang disebabkan peningkatan asam lambung ke kerongkongan.
  • Peradangan pada dinding lambung (gastritis).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Reakasi alergi berat (anafilaktik).
  • Pandangan kabur.
  • Kejang.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kelainan fungsi ginjal dan hati.
  • Anak-anak 14 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Jangan mengonsumsi lebih dari dosis yang dianjurkan.
  • Jangan digunakan selama 7 hari ke atas.
  • Hentikan penggunan jika terjadi diare.
  • Pasien penderita pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma), peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi), biduran (urtikaria) atau obat non steroid karena dapat menyebabkan terjadinya sensititvitas silang (cross sensitivity).
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
  • Pasien lanjut usia.
  • Lakukan tes darah jika menggunakan obat ini dalam jangka panjang.

  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    • Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita.
      Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang
      mungkin timbul pada janin.
  • Pada kehamilan trimester ketiga:
    • Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang memiliki reaksi alergi terhadap asam mefenamat.
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (gastritis).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Obat yang menghambat pembekuan darah.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/grafix?type=brief&lang=id
Diakses pada 24 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/mefenamic-acid-343294#0
Diakses pada 23 Juni 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/asam-mefenamat
Diakses pada 23 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Vitamin untuk Tulang dan Sendi Bagi Penderita Ankylosing Spondylitis

Ankylosing spondylitis adalah kondisi tulang belakang dan sendi yang rapuh dan rentan patah. Penderita ankylosing spondylitis membutuhkan vitamin D dan vitamin B12 untuk menjaga kepadatan tulang.
05 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Vitamin untuk Tulang dan Sendi Bagi Penderita Ankylosing Spondylitis

Ini Diagnosis dan Cara Mengatasi Impaksi Gigi Bungsu

Impaksi gigi bungsu umumnya bisa diketahui melalui rontgen gigi. Cara mengatasinya tidak bisa dilakukan di rumah dan membutuhkan penanganan dokter.
16 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Ini Diagnosis dan Cara Mengatasi Impaksi Gigi Bungsu

Ankylosing Spondylitis: Penyebab Badan Lemas Selain Anemia

Selain Anemia, Penyakit ankylosing spondylitis yang memengaruhi tulang belakang juga dapat membuat tubuh menjadi lemas.
04 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Ankylosing Spondylitis: Penyebab Badan Lemas Selain Anemia