Grafadon Kaplet 500 mg

Grafadon kaplet adalah obat untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri

Deskripsi obat

Grafadon kaplet adalah obat untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri ringan lainnya. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Grafadon kaplet mengandung zat aktif paracetamol. Paaracetamol digunakan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri otot, periode menstruasi, masuk angin, sakit tenggorokan, sakit gigi, nyeri punggung, dan reaksi terhadap vaksinasi (suntikan), serta mengurangi demam. Paracetamol juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri karena peradangan pada sendi yang disebabkan kerusakan tulang rawan (osteoartritis). Paracetamol berada dalam kelas obat yang disebut pereda nyeri (analgesik) dan penurun demam (antipiretik). Obat ini bekerja dengan mengubah cara tubuh merasakan sakit dan menurunkan suhu tubuh.
Grafadon Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
HETRp 3.073/strip (500 mg) per Oktober 2019
Kandungan utamaParacetamol.
Kelas terapiAnalgesik dan antipiretik.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenGraha Farma

Informasi zat aktif

Paracetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Paracetamol adalah obat yang dapat menurunkan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini bekerja dengan mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan (prostaglandin) di otak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Disalurkan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine, kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai hasil dari proses metabolisme, yaitu metabolit glukuronida dan 20-30% metabolit sulfat. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan demam.
  • Meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit gigi, sakit kepala, nyeri haid, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri karena peradangan sendi (arthritis), peradangan kronis pada sendi yang disebabkan karena kerusakan pada tulang rawan (osteoartritis), peradangan sendi yang disebabkan karena kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendi (rheumatoid arthritis), nyeri akibat peradangan sendi, nyering punggung, dan nyeri setelah operasi atau pembedahan.
  • Mengatasi nyeri yang disebabkan karena trauma ringan, seperti terbentur, teriris, dan terpukul.

Paracetamol bekerja dengan cara mengurangi produksi prostaglandin di otak. Prostaglandin adalah bahan kimia yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Paracetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Obat ini juga dapat mengurangi demam melalui aksinya di pusat pengatur panas otak, yaitu memberitahu pusat untuk menurunkan suhu tubuh, saat suhu dinaikkan.

Komposisi obat

Paracetamol 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 500 mg-1000 mg sebanyak 3-4 kali sehari.

  • Dosis maksimal: 4 gram/hari.

Anak-anak:

  • 7-12 tahun: 250 mg.
    • Dosis maksimal: 1 gram/hari.
  • 1-6 tahun: 125 mg.
    • Dosis maksimal: 750 mg/hari.
  • 1 tahun ke bawah: 60 mg. Diberikan 3-4 kali sehari. 

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk mengurangi efek samping pada saluran cerna.

Efek samping obat

  • Muntah.
    Minum banyak cairan, seperti air untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mual.
    Coba minum loperamide dengan atau setelah makan atau ngemil. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau pedas.
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan terjadinya kerusakan hati.
  • Kondisi rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
  • Sakit pada perut bagian atas.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gatal.
  • Feses berwarna gelap.
  • Kelelahan.
  • Perubahan warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan.
  • Kondisi rendahnya jumlah trombosit di dalam tubuh (trombositopenia).
  • Kondisi ketika jumlah sel neutrofil (jenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi) dalam darah menurun (neutropenia).
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Reaksi alergi.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Urine berwarna gelap.

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi anafilaksis atau reaksi alergi.
  • Dapat menyebabkan kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien kekurangan gizi kronis.
  • Hentikan penggunaan jika selama 3 hari mengonsumsi ini demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap paracetamol.
  • Pasien yang memiliki gangguan fungsi hati yang berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Metoclopramide.
    Mengonsumsi metoclopramide bersama grafadon kaplet dapat menyebabkan terjadinya peningkatan efektivitas, sehingga dapat menyebabkan risiko terjadinya efek samping.
  • Obat penghambat pembekuan darah, seperti warfarin.
    Penggunaan obat di atas bersama grafadon kaplet dapat menyebabkan peningkatan efek dari penghambat pembekuan darah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Carbamazepine, phenobarbital, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide.
    Obat di atas dapat menyebabkan penurunan efektivitas dari paracetamol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Mengalami demam setelah 3 hari mengonsumsi obat ini.
  • Masih merasakan sakit setelah 7 hari penggunaan (atau 5 hari jika merawat anak).
  • Memiliki ruam kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan.
  • Gejala semakin memburuk atau timbulnya gejala baru.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html
Diakses pada 13 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-362/acetaminophen-oral/details
Diakses pada 13 November 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html
Diakses pada 13 November 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-relief/acetaminophen-tylenol-side-effects
Diakses pada 13 November 2020

Medicinet. https://www.medicinenet.com/acetaminophen/article.htm#what_are_the_uses_for_acetaminophen
Diakses pada 13 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ulat Gigi Penyebab Sakit Gigi dan Gigi Berlubang, Mitos atau Fakta?

Ulat gigi bukanlah penyebab gigi berlubang. Penyebab gigi berlubang yang sebenarnya adalah bakteri. Kepercayaan ini perlu diubah agar masyarakat memiliki kesadaran lebih untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya
08 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Ulat Gigi Penyebab Sakit Gigi dan Gigi Berlubang, Mitos atau Fakta?

Penyebab Kepala Terasa Berat dan Cara Mengobatinya

Kepala terasa berat jangan disepelekan karena bisa jadi ada berbagai macam kondisi yang bisa menyebabkannya. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab kepala terasa berat.
11 Sep 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Penyebab Kepala Terasa Berat dan Cara Mengobatinya

Cara Minum Paracetamol untuk Sakit Gigi agar Cepat Sembuh

Paracetamol efektif untuk meredakan sakit gigi pada anak-anak, orang dewasa, hingga ibu hamil dan menyusui. Pastikan untuk mengikuti aturan pakai yang tertera di kemasan sebelum mengonsumsinya.
14 Jan 2021|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Cara Minum Paracetamol untuk Sakit Gigi agar Cepat Sembuh