Grafachlor adalah obat untuk mengatasi kasus alergi.
Grafachlor adalah obat untuk mengatasi kasus alergi.
Grafachlor adalah obat untuk mengatasi kasus alergi.
Grafachlor adalah obat untuk mengatasi kasus alergi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 3.710/strip per Oktober 2019.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
Produsen Graha Farma

Grafachlor adalah obat engobati arthritis, reaksi alergi, gangguan usus, kanker tertentu, masalah pernapasan, mengurangi gejala seperti pembengkakan dan reaksi alergi. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Grafachlor mengandung dexamethasone, dexchlorpheniramine maleate.

Mengatasi kasus alergi di mana diperlukan terapi dengan obat yang mengandung hormon steroid yang berguna untuk menambah hormon steroid dalam tubuh bila diperlukan, dan meredakan peradangan atau inflamasi, serta menekan kerja sistem kekebalan tubuh yang berlebihan (kortikosteroid).

Ddexamethasone 0,5 mg, dexchlorpheniramine maleate 2 mg.

Dosis awal: 0,75-9,0 mg/hari

Dikonsumsi setelah makan.

  • Gangguan air dan elektrolit.
  • Neurologi.
  • Dermatologik.
  • Sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk memengaruhi organ-organ lain (endokrin).
  • Gangguan pencernaan.
  • Gangguan mata dan reaksi metabolik.
  • Suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang (muskuloskeletal).
  • Sedatif.
  • Penurunan daya tahan tubuh yang ditandai dengan rasa terlalu lelah dan diikuti perasaan mengantuk (drowsines).
  • Kering di mulut.
  • Retensi saluran ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra (urinari).
  • Mabuk.
  • Sensitifitas terhadap dexamethasone atau komponen lainnya.
  • Infeksi fungi sistemik.
  • Penyakit cacar air (varicella).
  • Virus cacar (vaccinia).
  • Pasien penderita kurangnya asupan gizi berupa iodina atau yodium (hipotiroidisme).
  • Pasien penderita rusaknya organ hati (sirosis hepatis).
  • Pasien penderita suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis (tuberkulosis).
  • Pasien yang kena stres tidak biasa.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pada penggunaan jangka panjang hindari pemberhentian obat secara tiba-tiba.
  • Pasien penderita lemah jantung.
  • Pasien penderita kencing manis.
  • Pasien penderita infeksi yang dapat menyebabkan herpes (herpes simplex) pada mata.
  • Pasien penderita penyakit autoimun kronis dari transmisi neuromuskular yang menghasilkan kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita dengan riwayat peradangan pada usus besar.
  • Pasien peminum alkohol.
  • Pasien penderita suatu kondisi yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang (epilepsi).
  • Prostalisme.
  • Pasien penderita kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Antikoagulan.
  • Diuretik pendepresi kalium.
  • Rifampicin.
  • Karbamazepin.
  • Fenobarbital.
  • Fenitoin.
  • Pirimidon.
  • Aminoglutetimid.
  • Barbiturat.
  • Antidiabetik.
  • Karbenoxolon.
  • Fenoterol.
  • Perbuterol.
  • Rimiterol.
  • Ritodril.
  • Salbutamol.
  • Terbutalin.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait