Govotil Tablet

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Govotil tablet adalah obat untuk mengatasi perubahan mood dan gangguan mental.

Deskripsi obat

Govotil tablet adalah obat untuk mengatasi perubahan mood dan gangguan mental seperti gangguan kesulitan dalam membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis) dan seperti gangguan kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami delusi, perubahan sikap, dan halusinasi (skizofrenia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Govotil tablet mengandung zat aktif haloperidol.
Govotil Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaHaloperidol.
Kelas terapiAntipsikotik.
Klasifikasi obatDerivat butirofenon.
Kemasan1 boox isi 2 strip @ 20 tablet (2 mg; 5 mg)
ProdusenGuardian Pharmatama

Informasi zat aktif

Haloperidol ini secara nonselektif menghambat senyawa yang menimbulkan rasa senang yang berlebih atau reseptor D2 dopaminergik postsynaptic pada otak. Haloperidol merupakan derivat atau turunan dari senyawa butirofenon. Obat ini dapat membantu mengelola gangguan mental tertentu, seperti sifat agresif, ledakan atau kegembiraan berlebihan, gerakan berlebihan, impulsif, kesulitan memperhatikan, dan perubahan suasana hati.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, haloperidol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 60-70% (oral). Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 2-6 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi sawar darah-otak; memasuki ASI. Pengikatan protein plasma sekitar 92%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (30%, 1% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 12-38 jam (oral).

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi gangguan mental atau perubahan mood seperti pada kondisi:

  • Mengatasi gangguan kecemasan.
  • Gangguan mental atau kejiwaan yang menyebabkan penderita mengalami halusinasi, perubahan sikap, dan delusi (skizofrenia).
  • Gangguan yang menyebabkan penderita melakukan gerakan atau ucapan secara tiba-tiba yang secara berulang yang tidak disengaja dan tidak dapat dikendalikan (sindrom tourette).
  • Gangguan suasana hati yang menyebabkan penderita merasa sangat bersemangat (mania).
  • Mengatasi gangguan kesulitan dalam membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis).
  • Mengontrol kejang otot wajah.

Haloperidol merupakan obat yang termasuk dalam golongan antipsikotik yang bekerja pada senyawa kimia dalam otak yang menyebabkan rasa senang dan bahagia (dopamin kimiawi otak). Penurunan dopamin dapat membantu mengobati gangguan kesulitan dalam membedakan antara imajinasi dan kenyataan (psikosis). Haloperidol juga dapat dengan lemah memblokir tindakan bahan kimia otak lainnya. Obat ini dapat membantu mengelola aspek gangguan mental tertentu, seperti sifat agresif, ledakan atau kegembiraan berlebihan, gerakan berlebihan, impulsif, kesulitan memperhatikan, dan perubahan suasana hati.

Komposisi obat

  • Govotil tablet 2 mg: haloperidol 2 mg.
  • Govotil tablet 5 mg: haloperidol 5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Psikosis:

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas:
    • Gejala sedang: 0,5-2,0 mg sebanyak 2-3 kali/hari.
    • Gejala parah: 3,0-5,0 mg, 2-3 kali/hari
  • Anak-anak 3-12 tahun: 0,05-0,25 mg/kgBB/hari, dikonsumsi dalam dosis terbagi. Secara bertahap dosis dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan toleransinya.
    Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Skizofrenia:

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas:
    • Dosis awal: 6-15 mg, dikonsumsi dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Pasien lanjut usia: 0,5-1,5 mg/hari, dikonsumsi dalam 2-3 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi iritasi pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau mengisap manisan bebas gula.
  • Merasa gemetar atau gelisah, gerakan otot yang tidak biasa atau tidak terkendali.
    Bicaralah dengan dokter Anda secepat mungkin tentang semua ini. Perawatan Anda mungkin perlu disesuaikan.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan minta apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, beri tahu dokter Anda.Perubahan berat badan, sulit tidur, perubahan mood, hidung tersumbat, perubahan kemampuan seksual, pembesaran payudara, produksi ASI, masalah menstruasi, detak jantung cepat, sembelit, sulit buang air kecil, dan ruam kulit.
    Diskusikan dengan dokter Anda jika ada yang mengganggu.Pusing, mengantuk, dan penglihatan kabur.
    Jika ini terjadi, jangan mengemudi dan jangan gunakan alat atau mesin. Merasa pusing saat Anda berdiri, hal ini bisa terjadi terutama saat Anda pertama kali mulai minum obat ini. Cobalah untuk bangun lebih lambat.
  • Sakit perut.
    Tetaplah konsumsi makanan sederhana, hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
    Haloperidol dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sementara atau menyebabkan nyeri dada. 
  • Anak-anak.
  • Pasien yang memiliki kadar hormon tiroid yang tinggi dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien yang memiliki gangguan fungsi hati (disfungsi hati).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan govotil tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap haloperidol.
  • Anak-anak 3 tahun ke bawah.
  • Pasien yang mengalami depresi yang tidak diketahui penyebabnya dan tanpa disertai perasaan gelisah dan marah (depresi endogen tanpa agitasi).
  • Pasien yang mengalami depresi susunan saraf pusat.
  • Pasien penderita gangguan saraf (neurologis) dengan gejala piramidal atau ekstrapiramidal seperti demam, kejang, dan gangguan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor).
  • Pasien yang mengalami koma.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat-obatan jantung yang dapat memperpanjang gelombang QT (pada EKG) dan obat golongan diuretik yang dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan elektrolit.
    Penggunaan haloperidol dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko gangguan irama jantung (aritmia).
  • Klozapin dan klorpromazin.
    Kadar haloperidol darah dapat meningkat bila digunakan bersama dengan obat di atas.
  • Guanetidin.
    Haloperidol dapat menurunkan efek penurunan tekanan darah tinggi dari obat guanetidin.
  • Alkohol, opioid, zat hipnotik, zat anestesi umum, dan ansiolitik.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan peningkatan efek depresi sistem saraf pusat.
  • Lithium.
    Haloperidol dapat menyebabkan peningkatan kadar lithium dalam darah sehingga dapat memicu sindrom neuroleptik maligna yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, demam, dan peningkatan denyut jantung.
  • Karbamazepin dan rifampisin.
    Karbamazepin dapat menurunkan kadar haloperidol dalam darah, sehingga efek haloperidol akan berkurang.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami batuk yang disertai lendir, nyeri dada, sesak napas, jumlah sel darah putih rendah yang disertai dengan demam, menggigil, sariawan, luka kulit, sakit tenggorokan, batuk, kesulitan bernapas atau reaksi sistem saraf yang parah yang ditandai dengan kekakuan otot, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung cepat atau tidak seimbang, tremor, perasaan seperti Anda akan pingsan. Jangan berhenti mengonsumsi haloperidol tanpa nasihat dokter Anda.
  • Jika Anda mengalami gangguan gerakan otot yang tidak terkontrol di wajah Anda seperti gangguan mengunyah, mengerutkan kening, gerakan lidah, berkedip atau gerakan mata, kejang otot di leher Anda, sesak di tenggorokan, kesulitan menelan, perubahan suasana hati atau perilaku yang cepat, detak jantung cepat atau berdebar, dada Anda berdebar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti ingin pingsan.

Guardian. https://www.guardianpharmatama.com/product/govotil/
Diakses pada 9 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/haloperidol?mtype=generic
Diakses pada 9 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8661/haloperidol-oral/details
Diakses pada 9 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682180.html
Diakses pada 9 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/haloperidol-oral-tablet#important-considerations
Diakses pada 9 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/haloperidol.html
Diakses pada 9 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/haloperidol-haldol-serenace
Diakses pada 9 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email