Goclid Tablet 250 mg

26 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 2 strip @ 10 tablet (250 mg)
Produsen
Guardian Pharmatama
Goclid tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penggumpalan darah sehingga sehingga menurunkan risiko stroke. Obat ini merupakan obat keras yang menggunakan resep dokter. Goclid tablet mengandung zat aktif tiklopidin hidroklorida.
  • Mencegah penggumpalan darah sehingga memperlancar peredaran darah.
  • Mencegah stroke pada individu yang tidak bisa menggunakan aspirin atau jika penggunaan aspirin tidaklah efektif.
  • Mencegah penggumpalan darah dengan dikombinasikan dengan aspirin setelah prosedur pemasangan cincin (stent) koroner.

Tiklopidin bekerja mencegah pembekuan darah dengan mengikat reseptor yang bernama P2Y12 pada keping darah (trombosit) sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit akibat darah yang menggumpan seperti stroke.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Pencegahan penyumbatan aliran darah, penyakit jantung iskemik, nyeri saat berolahraga (intermittent claudication): 250 mg, 2 kali sehari
  • Pencegahan penyumbatan setelah pemasangan cincin (stent) pada koroner jantung: 250 mg, 2 kali sehari selama 4 minggu, bersama dengan aspirin. Pengobatan dimulai saat pemasangan cincin dilakukan di koroner.
Harus dikonsumsi dengan makanan.
  • Diare.
    Cobalah untuk beristirahat dan rileks. Cobalah makan dan minum secara perlahan dan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dalam frekuensi yang lebih sering. Cobalah menggunaan handuk hangat atau botol air yang berisi air hangat ke atas perut untuk meringankan rasa sakitnya. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit perut.
    Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau kencing berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mual dan muntah.
    Konsumsi makanan sederhana, hindari konsumsi makanan yang kaya rasa seperti makanan pedas. Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan untuk mengurangi rasa mual.
  • Rasa tidak nyaman pada perut bagian atas (dispepsia).
  • Perdarahan.
  • Peradangan hati (hepatitis).
  • Penurunan sel neutrofil dalam darah (neutropenia).
  • Pasien dengan riwayat kelainan darah (diskrasia darah).
  • Pasien dengan perdarahan pada tukak lambung dan perdarahan dalam tulang tengkorak (intrakranial).
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati yang parah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien dengan peningkatan risiko perdarahan akibat trauma atau pembedahan.
  • Pasien dengan ginjal sedang sampai berat.
  • Wanita hamil.
  • Pasien dengan lesi yang memiliki kecenderungan berdarah.
  • Hentikan 10-14 hari sebelum operasi besar.
  • Tiklopidin.
    Menggunakan tiklopidin bersama dengan klopidogrel dapat membuat obat kurang efektif dalam mencegah serangan jantung dan stroke.
  • Warfarin dan duloksetin.
    Menggunakan warfarin bersama dengan tiklopidin atau duloksetin dapat menyebabkan Anda lebih mudah berdarah.
  • Siklosporin.
    Menggunakan tiklopidin bersama dengan siklosporin dapat menurunkan efek siklosporin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ticlopidine?mtype=generic
Diakses pada 9 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11555/ticlopidine-oral/details
Diakses pada 9 September 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/t032.html
Diakses pada 9 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a695036.html#if-i-forget
Diakses pada 9 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/ticlopidine.html
Diakses pada 9 September 2020

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/ticlopidine/article.htm
Diakses pada 9 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email