Goclid Tablet 250 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
no-image-drug

Deskripsi obat

Goclid tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penggumpalan darah sehingga sehingga menurunkan risiko stroke. Obat ini merupakan obat keras yang menggunakan resep dokter. Goclid tablet mengandung zat aktif tiklopidin hidroklorida.
Goclid Tablet 250 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaTiklopidin.
Kelas terapiAntikoagulan, antiplatelet, dan fibrinolitik.
Kemasan1 box isi 2 strip @ 10 tablet (250 mg)
ProdusenGuardian Pharmatama

Informasi zat aktif

Tiklopidin merupakan obat antikoagulan dan antiplatelet yang bekerja menghambat penggumpalan darah (agregasi platelet) yang dimediasi adenosin difosfat. Sehingga dapat mencegah stroke pada individu yang tidak bisa menggunakan aspirin, maupun ketika aspirin tidak berhasil dalam pengobatan.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ivabradin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorbsi dengan cepat dan hampir sempurna dari saluran cerna. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) dapat meningkat hingga 20% setelah mengonsumsi makanan.
  • Distribusi: Terikat pada protein serum dan lipoprotein sebanyak 98%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara luas oleh hati.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin sebanyak 60% dan feses sebanyak 25%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 30-50 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mencegah penggumpalan darah sehingga memperlancar peredaran darah.
  • Mencegah stroke pada individu yang tidak bisa menggunakan aspirin atau jika penggunaan aspirin tidaklah efektif.
  • Mencegah penggumpalan darah dengan dikombinasikan dengan aspirin setelah prosedur pemasangan cincin (stent) koroner.

Tiklopidin bekerja mencegah pembekuan darah dengan mengikat reseptor yang bernama P2Y12 pada keping darah (trombosit) sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit akibat darah yang menggumpan seperti stroke.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Pencegahan penyumbatan aliran darah, penyakit jantung iskemik, nyeri saat berolahraga (intermittent claudication): 250 mg, 2 kali sehari
  • Pencegahan penyumbatan setelah pemasangan cincin (stent) pada koroner jantung: 250 mg, 2 kali sehari selama 4 minggu, bersama dengan aspirin. Pengobatan dimulai saat pemasangan cincin dilakukan di koroner.

Aturan pakai obat

Harus dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Diare.
    Cobalah untuk beristirahat dan rileks. Cobalah makan dan minum secara perlahan dan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dalam frekuensi yang lebih sering. Cobalah menggunaan handuk hangat atau botol air yang berisi air hangat ke atas perut untuk meringankan rasa sakitnya. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit perut.
    Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau kencing berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mual dan muntah.
    Konsumsi makanan sederhana, hindari konsumsi makanan yang kaya rasa seperti makanan pedas. Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan untuk mengurangi rasa mual.
  • Rasa tidak nyaman pada perut bagian atas (dispepsia).
  • Perdarahan.
  • Peradangan hati (hepatitis).
  • Penurunan sel neutrofil dalam darah (neutropenia).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan peningkatan risiko perdarahan akibat trauma atau pembedahan.
  • Pasien dengan ginjal sedang sampai berat.
  • Wanita hamil.
  • Pasien dengan lesi yang memiliki kecenderungan berdarah.
  • Hentikan 10-14 hari sebelum operasi besar.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan riwayat kelainan darah (diskrasia darah).
  • Pasien dengan perdarahan pada tukak lambung dan perdarahan dalam tulang tengkorak (intrakranial).
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati yang parah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Tiklopidin.
    Menggunakan tiklopidin bersama dengan klopidogrel dapat membuat obat kurang efektif dalam mencegah serangan jantung dan stroke.
  • Warfarin dan duloksetin.
    Menggunakan warfarin bersama dengan tiklopidin atau duloksetin dapat menyebabkan Anda lebih mudah berdarah.
  • Siklosporin.
    Menggunakan tiklopidin bersama dengan siklosporin dapat menurunkan efek siklosporin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Demam.
  • Sakit tenggorokan atau tanda infeksi lainnya.
  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa.
  • Feses berwarna terang.
  • Kemerahan (ruam) kulit.

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala, segera informasikan kepada dokter Anda. Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dari dokter.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ticlopidine?mtype=generic
Diakses pada 9 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11555/ticlopidine-oral/details
Diakses pada 9 September 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/t032.html
Diakses pada 9 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a695036.html#if-i-forget
Diakses pada 9 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/ticlopidine.html
Diakses pada 9 September 2020

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/ticlopidine/article.htm
Diakses pada 9 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email