Glurenorm tablet 30 mg untuk perawatan pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tidak merespon secara memadai terhadap olahraga dan kontrol diet.
Glurenorm tablet 30 mg untuk perawatan pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tidak merespon secara memadai terhadap olahraga dan kontrol diet.
Glurenorm tablet 30 mg untuk perawatan pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tidak merespon secara memadai terhadap olahraga dan kontrol diet.
Glurenorm tablet 30 mg untuk perawatan pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tidak merespon secara memadai terhadap olahraga dan kontrol diet.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 58.167/strip (10 tablet) per Desember 2019.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet
Produsen Boehringer Ingelheim Indonesia

Glurenorm adalah obat anti-diabetes di kelas sulfonylurea untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Glurenorm mengandung gliquidone sebagai zat aktifnya.

Gliquidone 30 mg

  • Dosis awal: ½ tablet (15 mg) saat sarapan.
  • Dosis maksmimum: 4 tablet (120 mg).

Dikonsumsi di awal makan.

  • Gangguan darah dan sistem limfatik:
    • Kondisi akut dari leukopenia (agranulositosis).
    • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leukopenia),
    • Kondisi saat jumlah keping darah rendah di dalam tubuh (trombositopenia).
  • Gangguan metabolisme dan gangguan gizi:
    • Kondisi ketika kadar glukosa berada di bawah normal (hipoglikemia), penurunan nafsu makan.
  • Gangguan sistem saraf: mengantuk, pusing, sakit kepala, kesemutan (parestesia).
  • Gangguan mata: gangguan akomodasi
  • Gangguan jantung:
    • Nyeri dada atau ketidaknyamanan yang disebabkan penyakit jantung koroner (angina pektoris).
    • Denyut jantung prematur sebelum denyut jantung kembali normal (ekstrasistol).
  • Gangguan vaskular: Insufisiensi kardiovaskular, tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Gangguan pencernaan: diare, muntah, ketidak nyamanan perut, mual, sembelit, mulut kering.
  • Gangguan hepato-bilier: aliran empedu terhambat (kolestasis).
  • Gangguan kulit: ruam, pruritus, sindrom Stevens johnson, gatal-gatal
  • Pasien penderita diabetes mellitus tipe 1.
  • Pasien koma dan pra koma diabetes.
  • Pasien komplikasi diabetes oleh asidosis dan ketosis.
  • Penderita reseksi pankreas.
  • Pasien dengan Infeksi berat.
  • Pasien dengan fangguan hati berat.
  • Pasien yang alergi terhadap sulfonamid.
  • Pasien penderita penyakit ginjal berat.
  • Pasien dengan defisiensi G6PD.
  • Pasien intoleransi galaktosa misalnya galaktosaemia, defisiensi Lapp-laktase atau malabsorpsi glukosa-galaktosa.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Obat farmakokinetik dan farmakodinamik.
  • Allopurinol.
  • Kloramfinekol.
  • Klaritromisin.
  • Clofibrate.
  • Antikoagunlan kumarinagol.
  • Fluoroquinolone.
  • Clonidine.
  • Reserpin.
  • Guanathenidine.
  • Aminoglutethimide.
  • Kortikosteroid.
  • Diazoksida.
  • Kontrasepsi oral.
  • Simpatomimetik.
  • Rifamycin.
  • Thiazide.
  • Glukagon.

Sesuai kemasan per Desember 2019.

MIMS https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glurenorm/glurenorm?type=full
Diakses pada 23 Desember 2019

Artikel Terkait