Glumin Tablet 500 mg

16 Agu 2020| Dea Febriyani

Deskripsi obat

Glumin tablet adalah obat untuk terapi tambahan dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Glumin tablet mengandung zat aktif metformin.

Glumin Tablet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaMetformin hidroklorida.
Kelas terapiAntidiabetes.
Klasifikasi obatBiguanida.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (500 mg)
ProdusenDexa Medica.

Informasi zat aktif

Metformin adalah agen antihipoglikemia golongan biguanida yang dapat meningkatkan toleransi glukosa dengan menurunkan baik glukosa plasma basal dan postprandial. Obat ini dapat mengurangi produksi glukosa hepatik dengan menghambat glukoneogenesis dan glikogenolisis, menunda penyerapan glukosa pada usus, dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan glukosa perifer.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metformin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara perlahan dan tidak lengkap dari saluran pencernaan. Makanan mengurangi tingkat dan sedikit memperlambat penyerapan. Ketersediaan hayati absolut: 50-60%pada waktu puasa dan dapat berkurang jika dikonsumsi bersama makanan.
  • Distribusi: Mendistribusikan dan berkonsentrasi di hati, ginjal, dan saluran pencernaan; partisi menjadi eritrosit. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Tidak dimetabolisme.
  • Ekskresi: Melalui urin (90% dalam bentuk obat yang tidak berubah). Waktu paruh eliminasi: 6,2 jam di dalam plasma dan sekitar 17,6 jam dalam darah.

Indikasi (manfaat) obat

  • Terapi tambahan pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2 yang melakukan diet dan olahraga untuk menurunkan kadar gula darah.

Metformin mampu menurunkan produksi gula pada hati, mengurangi penyerapan gula oleh usus, dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan glukosa perifer.

Komposisi obat

Metformin 500 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis awal: 500 mg sebanyak 2-3 kali/hari atau 850 mg sebanyak 1-2 kali/hari. Dosis dapat ditingkatkan 2000-3000 mg/hari secara bertahap dengan interval waktu minimal selama 1 minggu.
  • Anak-anak 10 tahun ke atas: 500-850 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan 2000 mg/hari secara bertahap dengan interval waktu 1 minggu, dikonsumsi dalam 2 atau 3 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Merasa sakit.
    Konsumsi metformin bersama makanan untuk mengurangi rasa sakit, dan dapat meningkatkan dosis secara perlahan dengan interval wakktu 1 minggu.
  • Muntah atau diare.
    Minumlah air dalam jumlah sedikit dan minumlah sesering mungkin. Namun, jika Anda mengalami gejala dehidrasi seperti mengeluarkan urin berwarna gelap dan memiliki bau yang kuat, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit perut.
    Coba untuk beristirahat dan rileks dan makan lebih sering dan dalam jumlah yang lebih sedikit. Tempelkan bantal panas atau botol air panas tertutup pada berut. Jika rasa sakit semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Terasa logam pada mulut.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula.
  • Peningkatan produksi asam laktat yang menyebabkan gangguan keseimbangan pada pH tubuh (asidosis laktat).
  • Kekurangan vitamin B12.
  • Rasa tidak nyaman pada dada.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sesak napas.
  • Mual.
  • Nyeri pada perut.
  • Sensasi dada terasa panas atau seperti terbakar yang disebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Kelelahan.
  • Lemas.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Ruam pada kulit.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang berisiko mengalami peningkatan produksi asam laktat yang berlebih dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Pasien penderita gagal jantung stabil.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita kelainan biokimia yaitu peningkatan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah dan berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerular (azotemia prerenal).
  • Pasien penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien yang mengalami kondisi tingginya tingkat keasaman darah yang terjadi akibat ketidakseimbangan kimia asam dan basa (metabolik asidosis) kronik atau akut yang tanpa atau disertai koma.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengalami kekurangan oksigen yang disebabkan penyakit akut atau kronis seperti gagal jantung atau gagal napas, serangan jantung, dan syok.
  • Pasien penderita diabetes mellitus tipe 1 atau dengan komplikasi dari diabetes yang mematikan, yang disebabkan tingginya produksi asam darah tubuh (ketoasidosis diabetikum).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Insulin dan obat sekretagoga insulin seperti sulfonilurea.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan kadar gula dalam darah (hipoglikemia).
  • Asetazolamid, diklorfenamid, NSAID, dan obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi) seperti penghambat ACE.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya asidosis laktat.
  • Simetidin, dolutegravir, ranolazin, trimetoprim, candetanib, dan isavuconazol.
    Meningkatkan konsentrasi dalam plasma dan dapat meningkatkan efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Muncul perasaan tidak nyaman secara umum yang disertai kelelahan yang parah, pernapasan cepat atau menjadi pendek, kedinginan dan detak jantung melambat.
  • Perubahan warna pada kulit dan sklera mata yang menjadi kekuningan bisa menjadi gejala terjadinya gangguan pada hati.
  • Munculnya gejala anemia akibat kekurangan vitamin B12 seperti kelelahan ekstrim, kekurangan energi, lidah terasa pegal dan berwarna kemerahan, sariawan, kelemahan otot, dan terjadi gangguan penglihatan.
  • Ruam kulit, kemerahan atau gatal kulit bisa menjadi tanda gangguan pada kulit.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metformin
Diakses pada 22 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/metformin/
Diakses pada 22 Juli 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/metformin-hidroklorida
Diakses pada 22 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

5 Penyebab Pusing Setelah Makan yang Bisa Terjadi

Pusing setelah makan dapat terjadi pada sebagian orang. Kondisi ini ternyata bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tiba-tiba berdiri setelah duduk hingga penggunaan obat-obatan diabetes.
22 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
5 Penyebab Pusing Setelah Makan yang Bisa Terjadi

Panduan Pemilihan Gula untuk Diabetes

Penderita diabetes masih bisa mengonsumsi gula asal dalam takaran yang sesuai. Apakah gula untuk diabetes memiliki kriteria tertentu?
13 Nov 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Panduan Pemilihan Gula untuk Diabetes

Hormon-hormon Kehamilan Ini Memicu Diabetes Gestasional

Hormon-hormon pada masa kehamilan memicu terjadinya diabetes gestasional, yang dapat membahayakan ibu dan hamil. Salah satunya adalah estrogen.
08 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Hormon-hormon Kehamilan Ini Memicu Diabetes Gestasional