Glukolos Tablet 80 mg

26 Sep 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Glukolos tablet adalah obat untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Glukolos tablet mengandung zat aktif glikazid.
Glukolos Tablet 80 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (80 mg)
ProdusenSanbe Farma

Indikasi (manfaat) obat

  • Membantu dalam mengontrol kada gula darah pada pasien diabetes melitus 1.

Gliklazid merupakan obat antidiabetes yang bekerja menurunkan kadar glukosa darah dengan merangsang pelepasan insulin dari sel beta yang berfungsi di pankreas. Insulin adalah hormon yang mengontrol kadar gula dalam darah Anda.

Komposisi obat

Gliklazid 80 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 40-80 mg/hari, lalu secara bertahap ditingkatkan hingga 320 mg/hari jika dibutuhkan. Bila dosis yang dianjurkan dokter adalah lebih dari 160 mg/hari, maka diberikan dalam dua dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Sakit perut atau gangguan pencernaan.
    Cobalah istirahat dan rileks, makan dan minum secara perlahan. Letakan bantalan panas atau botol berisi air hangat tertutup di perut Anda juga dapat membantu meredakan sakit perut. Jika Anda sangat kesakitan, bicarakan dengan apoteker atau dokter Anda.
  • Muntah atau diare.
    Cobalah minum banyak cairan, seperti air atau mengonsumsi buah labu untuk menghindari dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit tetapi sesering mungkin jika Anda sedang sakit. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau kencing berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi tablet dengan makanan dan konsumsi makanan yang ringan serta hindari makanan yang berat atau pedas.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah mengonsumsi lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah dan sayuran segar dan sereal, serta banyak minum air putih. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari.
  • Berat badan bertambah.
    Perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah penambahan berat badan, seperti membuat pilihan makan yang lebih baik, membatasi porsi makanan Anda, dan berolahraga lebih banyak.
  • Kadar gula darah di bawah normal (hipoglikemia).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki faktor risiko penurunan kadar gula darah di bawah nilai normal (hipoglikemia).
  • Pasien yang mengalami defisiensi atau kekurangan enzim G6PD yang menyebabkan masalah pada sel darah.
  • Pasien dengan asupan karbohidrat yang buruk atau diet yang tidak seimbang.
  • Pasien yang mengalami trauma, infeksi, dan menjalani pembedahan.
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal ringan hingga sedang

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap gliklazid.
  • Pasien yang memiliki komplikasi diabetes dengan produksi asam (keton) yang tinggi dalam tubuh (ketoasidosis diabetik).
  • Pasien dengan penyakit diabetes melitus tipe 1.
  • Pasien dengan kelainan darah dimana heme yang tidak dapat terbentuk sempurna (porfiria).
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal yang parah.
  • Pasien yang menggunakan bersamaan dengan mikonazol.
  • Wanita hamil dan ibu hamil.
  • Anak-anak 18 tahun ke bawah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Fenilbutazon, insulin, metformin, akarbose.
    Penggunaan gliklazid bersama salah satu obat tersebut dapat meningkatkan efek penurunakn gula darah di bawah nilai normal (hipoglikemia).
  • Kloramfenikol.
    Penggunaan gliklazid bersama kloramfenikol dapat menurunkan proses metabolisme salah satu obat.
  • Obat antikoagulan seperti warfarin.
    Penggunaan gliklazid bersama obat antikoagulan dapat meningkatkan efek mencegah penggumpalan darah dari obat antikoagulan sehingga dapat berisiko perdarahan.

MIMS. https://www.mims.com/philippines/drug/info/gliclazide?mtype=generic
Diakes pada 7 September 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/gliclazide/
Diakes pada 7 September 2020

HealthNavigator. https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/g/gliclazide/
Diakes pada 7 September 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/g010.html
Diakes pada 7 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengkaji Aman Tidaknya Sakarin, Si Pemanis Buatan dalam Makanan

Sakarin sering kita temukan pada label komposisi makanan dan minuman manis dalam bentuk kemasan. Sakarin biasanya dicampurkan sebagai pengganti gula karena tidak mengandung kalori dan karbohidrat.
20 Jan 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Mengkaji Aman Tidaknya Sakarin, Si Pemanis Buatan dalam Makanan

Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Akut dan Kronis pada Penyakit

Perbedaan akut dan kronis adalah pada durasi munculnya gejala dan terjadinya penyakit. Keduanya bisa saja berkembang menjadi parah, atau malah tidak. Penyakit akut umumnya dapat langsung disembuhkan, sedangkan penyakit kronis tidak bisa disembuhkan meski bisa dikontrol.
25 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Akut dan Kronis pada Penyakit

Beberapa Komplikasi Diabetes Melitus, dari Mata hingga ke Jantung

Diabetes melitus merupakan penyakit yang berbahaya, karena juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Sejumllah komplikasi diabetes melitus tersebut, dibedakan atas komplikasi pada pembuluh darah kecil dan besar. Organ yang diserang pun bervariasi, mulai dari mata, ginjal, hingga jantung.
16 Sep 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Beberapa Komplikasi Diabetes Melitus, dari Mata hingga ke Jantung