Gluacovance tablet adalah obat terapi untuk memperbaiki kontrol gula darah bagi penderita diabetes tipe 2.
Gluacovance tablet adalah obat terapi untuk memperbaiki kontrol gula darah bagi penderita diabetes tipe 2.
Gluacovance tablet adalah obat terapi untuk memperbaiki kontrol gula darah bagi penderita diabetes tipe 2.
Gluacovance tablet adalah obat terapi untuk memperbaiki kontrol gula darah bagi penderita diabetes tipe 2.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 31.388/blister per Desember 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet
Produsen Merck

Gluacovance adalah obat yang digunakan untuk memperbaiki kontrol gula darah bagi penderita diabetes tipe 2. Gluacovance merupakan golongan obat keras yang memerlukan resep dokter. Obat ini mengandung metformin hydrochloride dan glibenclamide.

  • Terapi awal sebagai tambahan terhadap diet dan olahraga, untuk memperbaiki kontrol gula darah pada pasien dengan diabetes tipe 2.
  • Terapi lini kedua dimana diet, olahraga dan terapi awal dengan sulfonilurea atau metformin tidak menghasilkan kontrol gula darah yang kuat pada pasien diabetes tipe 2.
  • Glibenclamide 1.25 mg
  • Metformin HCl 250 mg.
  • Terapi awal: 1,25 mg/250 mg sebanyak 1-2 kali/hari.
  • Terapi lini kedua:
    • Dosis awal: 5 mg/500 mg atau 2,5 mg/500 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Dosis maksimal harian: 20 mg glibenclamide/2000 mg metformin.

Dikonsumsis bersama makanan.

  • Infeksi saluran nafas atas.
  • Gangguan saluran pencernaan seperti diare, mual, muntah dan nyeri perut.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Kondisi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah normal (hipoglikemia).
  • Pasien penderita ganguan ginjal.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Penderita hipersensitif terhadap metformin hydrochlorid, glibenclamide, sulfonylurea, sulfonamides.
  • Penderita gangguan ketika status asam-basa bergeser ke sisi asam akibat hilangnya basa dalam tubuh (asidosis metabolik).
  • Pasien pengkonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita kerusakan hati.
  • Pasien penderita kelainan darah (porphyria).
  • Wanita menyusui.
  • Pengunaan bersama obat infeksi jamur (Miconazole).
  • Pasien insufisiensi ginjal yang signifikan.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien gangguan fungsi hati.
  • Pasien yang mengkonsumsi alkohol berlebihan.
  • Media kontras yang teriodisasi.
  • Alkohol.
  • Obat kationik yang dieliminasi melalui sekresi tubulus ginjal.
  • Furosemid.
  • Nifedipin.
  • Vitamin B12.
  • Tiazid.
  • Diuretik lain.
  • Kortikosteroid.
  • Fenotiazin.
  • Produk tiroid.
  • Estrogen.
  • Kontrasepsi oral.
  • Fenitoin.
  • Asam nikotinat.
  • Simpatomimetik.
  • Penghambat kanal Ca & INH
  • OAINS & obat lain yg berikatan kuat dengan protein.
  • Salisilat.
  • Sulfonamid.
  • Kloramfenikol.
  • Probenesid.
  • Kumarin.
  • MAOI.
  • Penyekat β.
  • Siprofloksasin.
  • Mikonazol oral.
  • Obat hipoglikemik oral lain.

Sesuai kemasan per November 2019

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/glucovance/glucovance?type=brief&lang=id
Diakses pada 12 Desember 2019.

Artikel Terkait