Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Glipizide (Alias: Glipizida)

Ditulis oleh dr. Rikho Melga Shalim
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Merk dagang yang beredar:

Glucotrol XL

Glipizide adalah obat antidiabetes yang termasuk dalam golongan sulfonilurea. Obat ini bekerja dengan cara menstimulasi pelepasan insulin dari sel beta pankreas dan mengurangi jumlah glukosa yang dihasilkan dari organ hati. Obat ini juga meningkatkan sensitivitas insulin pada tubuh.

Obat glipizide memiliki waktu kerja 12-24 jam. Obat ini dimetabolisme oleh organ hati dan sebagian besar akan dibuang melalui urin oleh tubuh.

Glipizide (Glipizida)
Golongan

Sulfonilurea

Kategori Obat

Obat keras

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan glipizide selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Dewasa: 

  • Sebagai obat immediate-release
    Dosis awal, 2.5-5mg 1x sehari sebagai dosis tunggal. Dosis penyesuaian dalam beberapa hari dapat ditingkatkan menjadi 2.5-5mg per hari bergantung pada respons tubuh terhadap obat. Dosis >15mg dapat dibagi menjadi 2 dosis. Maksimal 20mg dalam sehari.
  • Sebagai obat extended-release:
    Dosis awal, 2.5mg 1x sehari. Dosis penyesuaian dalam beberapa hari dapat ditingkatkan menjadi 5-10mg per minggu bergantung pada respons tubuh terhadap obat. Maksimal 20mg dalam sehari.

Lansia:

  • Dosis awal 2.5mg 1x sehari, dosis dititrasi 2.5-5mg per hari dalam interval 1-2 minggu.

Aturan pakai Glipizide dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan glipizide sebelum penggunaan.

Biasanya disarankan obat glipizide diminum bersamaan dengan makan pagi. Hal ini ditujukan untuk mengurangi risiko terjadinya hipoglikemia atau kadar gula darah yang rendah dalam menggunakan obat ini. Terutama pada pasien lansia atau memiliki riwayat hipoglikemia pada diabetes. Tablet obat ini pun harus ditelan utuh dan tidak boleh dihancurkan atau dikunyah.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Glipizide dapat menyebabkan efek samping yang meliputi: 

  • Efek signifikan: Hipoglikemia, reaksi hipersensitivitas, anemia hemolitik akibat sulfonilurea (pada gangguan defisiensi G6PD)
  • Gangguan darah: leukopenia, agranulositosis, trombositopenia, anemia aplastik, pansitopenia
  • Gangguan mata: pandangan kabur
  • Gangguan pencernaan: nyeri perut, diare, mual, muntah, nyeri ulu hati
  • Gangguan empedu dan hati: kulit kekuningan
  • Gangguan sistem saraf: pusing, mengantuk, somnolen, gemetar, sakit kepala
  • Gangguan kulit: eksim, biduran, pruritus.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut: 

  • Penyakit kardiovaskuler aterosklerosis
  • Alergi terhadap sulfonamid
  • Defisiensi G6PD
  • Kondisi terkait stres
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan organ hati
  • Pada lansia, kondisi lemah atau malnutrisi 
  • Hamil atau menyusui

Kontraindikasi 

Jangan menggunakan Glipizide jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Hipersensitivitas atau alergi glipizide, atau sulfonilurea atau sulfonamid lainnya
  • Diabetes tipe 1
  • Diabetes ketoasidosis dengan atau tanpa koma atau riwayat koma ketoasidosis
  • Gangguan tiroid berat
  • Gangguan ginjal atau organ hati yang berat
  • Gangguan penyempitan sistem pencernaan
  • Penggunaan mikonazole yang lama

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi Glipizide dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Meningkatkan konsentrasi fluconazole dan voriconazole dalam darah.
  • Meningkatkan efek hipoglikemia bila bersamaan dengan NSAID (misal phenylbutazone), penghambat ACE, MAOI, cimetidine, kloramfenikol, probenecid, coumarins, dan fibrates.
  • Berpotensi fatal: Hipoglikemia berat menuju koma dengan miconazole

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merk tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glipizide?mtype=generic
Diakses 6 September 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glucotrol%20xl/
Diakses 6 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10094-9061/glipizide-oral/glipizide-tablet-oral/details
Diakses 6 September 2019

Artikel Terkait:
Back to Top