Glidanil 5 Tablet 5 mg

31 Agu 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 53.900/box per Agustus 2020
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (5 mg)
Produsen
Mersifarma TM
Glidanil tablet adalah obat untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol dengan diet. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Glidanil tablet mengandung zat aktif glibenklamid.
  • Mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang tidak bisa hanya dikontrol dengan diet saja.

Glibenklamid bekerja dengan meningkatkan produksi insulin pada pankreas sehingga mampu menurunkan kadar gula darah.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis awal: ½-1 tablet/hari, dosis dapat ditingkatkan tidak lebih dari 2,5 mg dengan jarak 1 minggu hingga total dosis 20 mg/hari.

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.
  • Mual atau muntah.
    Konsumsilah makanan sederhana dan hindari mengonsumsi makanan yang kaya rasa atau makanan pedas.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi makanan yang seimbang dan kaya akan serat, serta minum banyak cairan.
  • Diare.
    Minum banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang.
  • Penurunan kadar gula darah hingga di bawah batas normal (hipoglikemia).
    Ditandai dengan adanya perasaan gemetar atau cemas, berkeringat, tampak pucat, rasa lapar, perasaan jantung berdebar-debar, dan pusing. Makan makanan yang mengandung gula seperti biskuit manis atau minuman manis dan lanjutkan dengan camilan seperti sandwich. Segera hubungi dokter Anda jika mengalami gejala-gejala tersebut.
  • Peningkatan berat badan.
    Jika mengalami peningkatan berat segera hubungi dokter Anda.
  • Diabetes melitus dengan komplikasi (demam, trauma, dan luka diabetes).
  • Penderita komplikasi diabetes yang disebabkan karena tingginya produksi asam darah tubuh (diabetes ketoasidosis).
  • Pasien diabetes melitus tipe 1.
  • Pasien prekoma dan koma diabetes.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal berat.
  • Pasien gangguan fungsi hati.
  • Pasien gangguan berat fungsi tiroid atau adrenal.
  • Penderita yang memiliki alergi terhadap glibenklamid.
  • Wanita hamil.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskuler.
  • Pasien yang telah menjalani bypass lambung dan gastrektomi lengan.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan defisiensi G6PD.
  • Pasien dengan gangguan kelenjar adrenal atau hipofisis.
  • Pasien dengan kondisi yang meningkatkan risiko pengembangan hipoglikemia.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati ringan sampai sedang.
  • Pasien yang lemah dan kurang gizi.
  • Azapropazon, kloramfenikol, siprofloksasin, kotrimoksazol, sulfonamid, tetrasiklin, antikoagulan, disopiramid, TCA, penghambat monoamin oksidas (MAO), allopurinol, sulfinpirazon, steroid testosteron, steroid inhibitor, dan ACE steroid.
    Obat di atas dapat meningkatkan efek hipoglikemia atau penurunan kadar gula dalam darah.
  • Beta bloker.
    Meningkatkan efek hipoglikemik dan menutupi gejala hipoglikemia.
  • Rifampisin, barbiturat, diazoksida, klorpromazin, loop dan diuretik tiazid, estrogen, progesteron, kontrasepsi oral, kortikosteroid, dan hormon tiroid.
    Obat di atas dapat mengurangi efek hipoglikemik.
  • Mikonazol dan flukonazol.
    Meningkatkan kadar obat dalam plasma sehingga dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar gula darah (hipoglikemia).
  • Klofibrat.
    Klofibrat dapat memberikan efek tambahan pada glibenklamid.
  • Siklosporin.
    Glibenklamid dapat meningkatkan kadar siklosporin dalam plasma.
  • Warfarin.
    Glibenklamid dapat mengubah efek antikoagulan warfarin.
  • Kolesevalam.
    Glibenklamid dapat mengurangi konsentrasi dan paparan plasma dengan kolesevalam.
  • Bosentan.
    Peningkatan risiko kerusakan hati (hepatotoksisitas).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glidanil?type=brief&lang=id
Diakses pada 19 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glibenclamide
Diakses pada 19 Agustus 2020

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/glyburide-oral-route/description/drg-20072094
Diakses pada 19 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/glibenclamide-for-diabetes
Diakses pada 19 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3917/glyburide-oral/details
Diakses pada 19 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Meski Pahit, Manfaat Brotowali untuk Kesehatan Sungguh Luar Biasa

Di Indonesia, manfaat brotowali sudah lama diakui. Tanaman ini kerap digunakan untuk membantu dalam mengobati malaria, mengurangi nyeri, hingga mengelola kadar gula darah. Namun brotowali tetap memiliki efek samping yang perlu Anda perhatikan.
18 Feb 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Meski Pahit, Manfaat Brotowali untuk Kesehatan Sungguh Luar Biasa

Tak Boleh Makan Manis, Adakah Buah untuk Diabetes?

Konsumsi buah untuk diabetes melihat kandungan indeks glikemiknya. Sebaiknya konsumsi buah yang indeks glikemik rendah, seperti alpukat, anggur, apel, mangga, stroberi, dsb.
18 Jun 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Tak Boleh Makan Manis, Adakah Buah untuk Diabetes?

10 Tanaman yang Berpotensi Dijadikan Obat Herbal Diabetes

Bawang putih, kayu manis, hingga pare, dipercaya mampu menjadi obat herbal diabetes. Penggunaan tanaman herbal seringkali dilirik sebagai alternatif untuk mengontrol kadar gula darah, karena dianggap lebih minim efek samping.
16 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
10 Tanaman yang Berpotensi Dijadikan Obat Herbal Diabetes