Glibenclamide

02 Mar 2021| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Virly
Glibenclamide digunakan pada pasien diabetes tipe 2 untuk mengendalikan kadar gula darah yang tinggi

Glibenclamide digunakan pada pasien diabetes tipe 2 untuk mengendalikan kadar gula darah yang tinggi

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Condiabet, Daonil, Glidanil, Glimel, Gluconic, Harmida, Libronil, Prodiamel, Renabetic, Tiabet, Trodeb, Glulo, Glyamid, Euglucon, Trodeb, Vorbet, Merzanil, Minkosa, Latibet, Prodiabet

Deskripsi obat

Glibenclamide digunakan pada pasien diabetes tipe 2 untuk mengendalikan kadar gula darah. Diabetes tipe 2 terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara normal, sehingga tidak dapat mengontrol jumlah gula di dalam darah. Insulin sendiri merupakan hormon yang berperan dalam mengatur kadar glukosa tubuh.

Glibenclamide merupakan obat golongan sulfonilurea yang bekerja dengan cara meningkatkan pelepasan insulin. Penggunaan glibenclamide sebaiknya disertai perubahan gaya hidup sehat, misalnya diet sehat dan olahraga rutin. Obat ini juga terkadang digunakan bersama obat lain untuk menurunkan gula darah. 

Obat antidiabetes ini tidak dapat digunakan untuk mengobati diabetes tipe 1, yaitu kondisi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin. Selain itu, glibenclamide juga tidak dapat mengatasi ketoasidosis diabetik, yaitu kondisi serius yang terjadi ketika gula darah tinggi, tetapi tidak diobati.

Glibenclamide (Glyburide)
GolonganKelas terapi : Antidiabetes Klasifikasi obat : Sulfonilurea
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap penggunaan obat. Namun, segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping serius.

Efek samping yang mungkin terjadi karena penggunaan glibenclamide, antara lain:

  • Mual atau muntah
    Konsumsilah makanan sederhana dan hindari mengonsumsi makanan dengan rasa yang kuat, seperti pedas.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
    Konsumsi makanan kaya serat dan minum banyak cairan.
  • Diare
    Minum banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang.
  • Peningkatan berat badan
    Jika mengalami peningkatan berat badan, segera hubungi dokter.
  • Penurunan kadar gula darah hingga di bawah batas normal (hipoglikemia)
    Ditandai dengan perasaan cemas, berkeringat, tampak pucat, rasa lapar, jantung berdebar-debar, dan pusing. Konsumsilah makanan yang mengandung gula, seperti biskuit atau minuman manis. Segera hubungi dokter jika mengalami gejala tersebut.

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan glibenclamide pada kondisi:

  • Memiliki risiko kadar glukosa rendah (hipoglikemia)
  • Memiliki gangguan fungsi ginjal dan hati ringan sampai sedang
  • Memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Lemah dan kurang gizi
  • Menjalani bypass lambung dan pengangkatan lambung (gastrektomi)
  • Memiliki gangguan kelenjar adrenal atau hipofisis
  • Menyusui
  • Lanjut usia
  • Anak-anak

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Komplikasi diabetes yang disebabkan tingginya produksi asam darah tubuh (diabetes ketoasidosis)
  • Diabetes melitus dengan komplikasi disertai demam, trauma, dan luka diabetes
  • Kehamilan
  • Prekoma dan koma diabetes
  • Gangguan fungsi ginjal berat
  • Diabetes melitus tipe 1
  • Gangguan fungsi hati
  • Gangguan berat fungsi tiroid atau adrenal
  • Alergi terhadap glibenclamide

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan glibenclamide pada ibu hamil.

Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika mengalami efek samping serius, seperti:

  • Tanda-tanda infeksi, seperti sakit tenggorokan terus-menerus dan demam
  • Mudah berdarah, memar, sakit perut, mata atau kulit menguning, urine berwarna gelap, kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa, kenaikan berat badan mendadak, perubahan mental atau mood, tangan atau kaki bengkak, dan kejang

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Jika ingin menggunakan obat bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan.

Mengonsumsi obat glibenclamide dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan interaksi, seperti:

  • Warfarin
    Glibenclamide dapat mengubah efek antikoagulan (mencegah penggumpalan darah) warfarin.
  • Kolesevalam
    Glibenclamide dapat mengurangi konsentrasi dan paparan plasma jika digunakan bersama kolesevalam.
  • Bosentan
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatan risiko kerusakan hati (hepatotoksisitas).
  • Beta blocker
    Meningkatkan efektivitas obat dalam menurunkan kadar gula darah dan menutupi gejala ketika terjadi hipoglikemia atau rendahnya kadar gula di dalam darah.
  • Klofibrat
    Klofibrat dapat memberikan efek tambahan pada glibenclamide.
  • Siklosporin
    Glibenclamide dapat meningkatkan kadar siklosporin dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.
  • Rifampicin, barbiturat, diazoksida, klorpromazin, loop dan diuretik tiazid, estrogen, progesteron, kontrasepsi oral, kortikosteroid, dan hormon tiroid
    Obat di atas dapat mengurangi efektivitas glibenclamide dalam menurunkan gula darah.
  • Mikonazol dan flukonazol
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dalam plasma, sehingga dapat menurunkan kadar gula darah hingga di bawah normal.
  • Azapropazon, kloramfenikol, siprofloksasin, kotrimoksazol, sulfonamida, tetrasiklin, antikoagulan, disopiramid, TCA, penghambat monoamin oksidase (MAO), allopurinol, sulfinpirazon, steroid testosteron, steroid inhibitor, dan ACE steroid
    Obat di atas dapat meningkatkan efektivitas glibenclamide dalam menurunkan gula darah.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glibenclamide
Diakses pada 18 Februari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/glyburide-oral-route/description/drg-20072094
Diakses pada 18 Februari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/glibenclamide-for-diabetes
Diakses pada 18 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3917/glyburide-oral/details
Diakses pada 18 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a684058.html
Diakses pada 18 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email