Glibenclamide (Alias: Glyburide)

Terakhir ditinjau oleh dr. Virly Isella pada 30 Nov -0001
Kejang, penyakit kuning, dan reaksi alergi ialah beberapa efek samping serius tapi jarang terjadi saat menggunakan Glibenclamide.
Penderita diabetes tipe 1 tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi Glibenclamide.

Merk dagang yang beredar:

Condiabet, Daonil, Glidanil, Glimel, Gluconic, Harmida, Libronil, Prodiamel, Renabetic, Tiabet, Trodeb, Glulo, Glyamid, Euglucon, Trodeb, Vorbet, Merzanil, Minkosa, Latibet, Prodiabet

Glibenclamide merupakan obat anti diabetik golongan sulfonilurea yang digunakan untuk mengendalikan tingginya kadar glukosa (gula) dalam darah pada penderita diabetes tipe 2. Glibenclamide menurunkan kadar glukosa dalam darah dengan cara meningkatkan pelepasan insulin (hormon yang diperlukan untuk mengatur kadar glukosa dalam tubuh). Obat ini dapat digunakan bersamaan dengan obat diabetes lainnya.  

Glibenclamide (Glyburide)
Golongan

Antidiabetes sulfonilurea

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Saat menyusui, glibenclamide harus digunakan dengan hati-hati. Meskipun penelitian menunjukkan kadar glibenclamide dalam ASI sangat kecil dan tidak menyebabkan efek samping pada bayi, namun data ini masih terbatas dan tetap diperlukan pemantauan tanda-tanda hipoglikemia (rendahnya kadar glukosa dalam darah) pada bayi yang mendapatkan ASI dari ibu yang mengonsumsi glibenclamide. Konsultasikan pada dokter Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Diabetes Mellitus tipe 2

  • Dewasa: Dosis awal 2,5–5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan bertahap sesuai kondisi klinis dan respon terapi. Dosis lebih dari 10 mg harus dibagi dalam dua dosis. Dosis maksimal: 20 mg/hari 
  • Lansia dan pasien malnutrisi: Dosis awal: 1,25 mg/hari

Aturan pakai Glibenclamide dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Glibenclamide sebelum mengonsumsi.

Obat ini pada umumnya dikonsumsi satu kali sehari bersamaan dengan makan pagi. Bila dokter memberikan dosis yang lebih tinggi, glibenclamide umumnya dikonsumsi dua kali sehari. Dosis yang diberikan oleh dokter disesuaikan dengan kondisi medis dan respon terapi Anda. 

Bila Anda mengonsumsi obat anti diabetik lain, ikuti anjuran dokter untuk menghentikan atau melanjutkan konsumsi obat antidiabetik sebelumnya. Konsumsi obat ini secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi bila terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Glibenclamide dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti: mual, nyeri ulu hati, perut kenyang, kenaikan berat badan. Jika efek samping semakin memburuk segera konsultasikan ke dokter Anda untuk mendapatkan penanganan medis.

Meskipun jarang terjadi segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping serius, seperti:

  • Kelemahan yang tidak biasa
  • Perubahan suasana hati (mood)
  • Kejang
  • Mudah memar, berdarah
  • Nyeri perut
  • Urin berwarna gelap
  • Mata/ kulit berubah kuning (penyakit kuning)
  • Tanda-tanda infeksi (nyeri tenggorok persisten, demam)
  • Reaksi alergi

Obat ini dapat menyebabkan turunnya kadar glukosa dalam darah (hipoglikemia) bila Anda tidak mengonsumsi cukup kalori atau bila Anda melakukan pekerjaan berat. Tanda-tanda terjadinya hipoglikemia antara lain berkeringat, gemetar, denyut jantung terasa cepat, pandangan buram, sampai pusing. Untuk menghindari terjadinya hipoglikemia, makan dalam jadwal teratur dan jangan sampai lupa untuk makan. 

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu bila Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Masalah sistem saraf
  • Penyakit tiroid
  • Kelainan hormonal (insufisiensi adrenal/pituitari)
  • Ketidakseimbangan elektrolit (hiponatremia)
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Gangguan ginjal dan hati berat
  • Diabetes Mellitus tipe 1
  • Ketoasidosis diabetikum
  • Penggunaan bersamaan dengan bosentan

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi secara bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat secara bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu, bila perlu dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat Glibenclamide dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Meningkatkan kadar glibenclamide dalam serum bila digunakan bersamaan dengan antijamur seperti: miconazole, flukonazol.
  • Menurunkan efek hipoglikemik bila dikonsumsi bersamaan dengan diuretik non tiazid (misalnya furosemid) dan diuretik tiazid, kortikosteroid, fenitoin, rifampisin, isoniazid, dan penghambat kanal kalsium.
  • Meningkatkan efek hipoglikemia bila dikonsumsi bersamaan dengan antibiotik (seperti kloramfenikol, fluorokuinolon), obat anti inflamasi non steroid (OAINS), klaritromisin, β-bloker, dan penghambat ACE.
  • Menurunkan kadar glibenclamide dalam serum bila dikonsumsi bersamaan dengan colesevelam.
  • Meningkatkan efek hepatotoksik yang dimiliki bosentan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/glibenklamid
Diakses pada 5 November 2018.

Glatstein MM, Djokanovix N, Koren G. Uae of Hypoglycemic Drugs during Lactation. Canadian Family Physician. 2009.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/glyburide-oral-route/beforeddrrr-using/drg-20072094
Diakses pada 5 November 2018.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/glibenclamide/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 5 November 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3917/glyburide-oral/details
Diakses pada 5 November 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top