Glauseta Tablet 250 mg

Glauseta tablet adalah obat yang digunakan untuk pengobatan glaukoma sudut terbuka, glaukoma sekunder, dan sebelum operasi pada glaukoma sudut tertutup

Deskripsi obat

Glauseta tablet adalah obat untuk mengatasi peningkatan tekanan bola mata yang dapat merusak mata (glaukoma sudut terbuka) dan peningkatan tekanan bola mata karena obat-obatan atau kondisi kesehatan lain (glaukoma sekunder). Obat ini juga digunakan sebelum operasi glaukoma sudut tertutup, yaitu peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi.
Glauseta tablet mengandung zat aktif acetazolamide. Acetazolamide biasa digunakan untuk mencegah dan mengurangi gejala penyakit ketinggian. Jadi, obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi sakit kepala, kelelahan, mual, pusing, dan sesak napas yang bisa terjadi saat Anda mendaki.
Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Glauseta Tablet 250 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 59.263/strip per April 2019
Kandungan utamaAcetazolamide.
Kelas terapiAntiglaucoma
Klasifikasi obatCarbonic anhydrase inhibitors.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (250 mg)
ProdusenSanbe Farma

Informasi zat aktif

Acetazolamide digunakan untuk mengobati glaukoma, yaitu suatu kondisi ketika tekanan yang meningkat pada mata menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap. Selain mampu menurunkan tekanan di mata, acetazolamide juga dapat mengurangi keparahan dan durasi gejala penyakit ketinggian, seperti sakit perut, sakit kepala, sesak napas, pusing, kantuk, dan kelelahan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, acetazolamide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan ke jaringan tubuh dengan konsentrasi tinggi di sel darah merah dan korteks ginjal. Melintasi sawar darah-otak. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Melalui urine sebanyak 70-100%.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sekunder.
  • Digunakan sebelum operasi glaukoma sudut tertutup.
  • Mengatasi kejang.
  • Mengobati gejala penyakit ketinggian yang terjadi saat mendaki.

Obat ini juga digunakan dengan obat lain untuk mengobati tekanan tinggi di dalam mata karena jenis glaukoma tertentu. Acetazolamide termasuk dalam golongan obat yang dikenal sebagai penghambat anhidrase karbonat, yaitu enzim yang bekerja dengan mengurangi produksi cairan di dalam mata. Zat ini juga digunakan untuk mengurangi penumpukan cairan tubuh (edema) yang disebabkan gagal jantung atau obat-obatan tertentu.

Komposisi obat

Asetazolamide 250 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Glaukoma sudut terbuka: 1-4 tablet/hari.
  • Glaukoma sekunder dan sebelum operasi: 250 mg/4 jam.
  • Anak-anak: 8-30 mg/kgBB/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Pasalnya, minuman yang mengandung gula dapat membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan rasa kantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Apabila terjadi tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter Anda.
  • Kesemutan.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Perubahan pada daya pengecapan.
  • Mengantuk.
  • Kebingungan.

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari panas sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati ringan hingga sedang.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Penggunaan bersama aspirin dosis tinggi.
  • Pasien dengan riwayat baju ginjal.
  • Pasien yang berpotensi mengalami penyumbatan pada saluran kemih.
  • Pasien yang mengalami penyempitan pada saluran pernapasan (emfisema).
  • Pasien yang mengalami penyumbatan pada paru-paru.
  • Lakukan pemantauan kadar cairan dan tingkat elektrolit selama penggunaan asetazolamide.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Glauseta tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap acetazomalide.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Pasien dengan kadar natrium atau kalium rendah.
  • Gangguan hati dan ginjal berat.
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada organ hati dan terbentuk jaringan parut (sirosis hati). 

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat untuk mengatasi kejang (antikonvulsan), seperti phenytoin dan carbamazepine.
    Pengguaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar obat tersebut, sehingga mengurangi efektivitas obat dalam mengatasi kejang.
  • Asam folat, obat untuk menurunkan kadar gula darah (diabetes), dan obat untuk menghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan bersama obat di atas dapat memberikan efek berlawanan, sehingga dapat menyebabkan diabetes dan hipertensi.
  • Glikosida jantung dan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi (antihiperrtensi).
    Penggunaan bersama obat di atas memerlukan penyesuaian dosis.
  • Lithium.
    Obat ini dapat menurunkan pengeluaran lithium dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi efektivitas lithium dalam mengatasi gangguan mood.
  • Pirimidone.
    Dapat menurunkan kadar primidone dalam darah, sehingga mengurangi efektivitas obat dalam mengatasi kejang.
  • Amphetamine dan quinidine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan efek amfetamin dan quinidine, sehingga meningkatkan efek samping, seperti halusinasi.
  • Methenamine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat mencegah kemampuan mengatasi infeksi saluran kemih dari methenamine.
  • Ciclosporin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar ciclosporin dalam tubuh, sehingga meningkatkan efektivitas dalam menekan sistem imun.
  • Aspirin.
    Peningkatan risiko terjadinya gangguan pada sistem saraf pusat jika dikonsumsi dengan aspirin dosis tinggi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang mengganggu, seperti:

  • Sakit perut.
  • Kehilangan nafsu makan.

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/acetazolamide.html
Diakses pada 3 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6755/acetazolamide-oral/details
Diakses pada 3 Desember 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/acetazolamide-drug.htm#side_effects
Diakses pada 3 Desember 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682756.html
Diakses pada 3 Desember 2020

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/t056.html
Diakses pada 3 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email