Gionix Tablet

22 Agu 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Gionix tablet adalah obat untuk mengatasi gagal jantung dan hipertensi serta mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Gionix tablet mengandung zat aktif kandesartan sileksetil.
Gionix Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaKandesartan sileksetil.
Kelas terapiAntihipertensi.
Klasifikasi obatAntagonis reseptor angiotensin II.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 10 tablet (8 mg; 16 mg)
ProdusenPharos Indonesia

Informasi zat aktif

Kandesartan DAPAT menghambat pengikatan angiotensin II ke reseptor AT1 di banyak jaringan seperti misalnya pada otot polos pembuluh darah dan kelenjar adrenal) yang menyebabkan blokade vasokonstriksi dan pelepasan aldosteron.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kandesartan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati mutlak kira-kira 15%. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak sekitar 3-4 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi sebanyak 0,13 L/kg. Pengikatan protein plasma lebih dari 99%.
  • Metabolisme: Kandesartan sileksetil mengalami hidrolisis ester di saluran pencernaan menjadi kandesartan aktif.
  • Ekskresi: Melalui urin dan empedu (sebagai obat yang tidak berubah dan metabolit tidak aktif). Waktu paruh terminal kira-kira selama 9 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Kandesartan adalah obat yang bekerja dengan merelaksasikan pembuluh darah di tubuh, sehingga memungkinkan darah mengalir lebih lancar dan jantung dapat memompa darah secara efisien dan dapat membantu mengurangi tekanan darah dan menurunkan kemungkinan terjadinya stroke atau serangan jantung.

Komposisi obat

  • Gionix tablet 8 mg: kandesartan sileksetil 8 mg.
  • Gionix tablet 16 mg: kandesartan sileksetil 16 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Gagal jantung:
    • Dosis awal: 4 mg sebanyak 1 kali/hari, dosis dapat digandakan dengan jarak tidak kurang dari 2 minggu.
    • Dosis maksimal: 32 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Hipertensi:
    • Dosis awal: 8 mg sebanyak 1 kali/hari, dosis disesuaikan dengan respon pasien.
    • Dosis pemeliharaan: 8 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 32 mg/hari dalam dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
    • Pasien dengan penurunan volume intravaskular:
      • Dosis awal: 4 mg sebanyak 1 kali/hari.

Anak-anak:

  • Hipertensi:
    • 1 hingga kurang dari 6 tahun:
      • Dosis awal: 200 mcg/kgBB/hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai respon pasien hingga 50-400 mcg/kgBB/hari.
    • 6 tahun ke atas:
      • Berat badan 50 kg ke bawah: 4-8 mg/hari, dosis disesuaikan menurut kondisi medis 2-16 mg/hari.
      • Berat badan 50 kg ke atas: 8-16 mg/hari, dosis disesuaikan dengan kebutuhan 4-32 mg/hari.
        Semua dosis dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Muntah atau diare.
    Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi. Jika merasa sakit, cobalah minum sedikit demi sedikit. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Jika Anda mengalami muntah atau diare parah karena sakit perut atau penyakit, beri tahu dokter Anda. Anda mungkin perlu berhenti minum kandesartan untuk sementara waktu sampai merasa lebih baik.
  • Sakit kepala.
    Pastikan istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi kandesartan. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Pusing.
    Apabila kandesartan membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk hingga merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menggunakan alat atau mesin jika merasa pusing, mengalami kram otot atau nyeri otot, atau jika Anda merasa sedikit gemetar.
  • Mual.
    Cobalah untuk konsumsi obat ini dengan makanan atau dikonsumsi setelah makan. Hindari makan terlalu banyak atau makanan pedas
  • Nyeri sendi atau nyeri otot.
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa, kelemahan atau kelelahan yang bukan karena olahraga atau kerja keras, konsultasikan dengan dokter Anda. Anda mungkin memerlukan tes darah untuk mengetahui penyebabnya.

Perhatian Khusus

  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita gangguan hati ringan hingga sedang.
  • Pasien yang menjalani operasi besar dan anestesi.
  • Pasien dengan deplesi volume atau natrium.
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif.
  • Pasien yang mengalami gangguan aliran darah karena terjadinya penyempitan pada katup aorta atau mitral (stenosis katup aorta atau mitral).
  • Pasien yang mengalami penyempitan pada arteri yang membawa darah menuju ginjal (stenosis arteri ginjal).

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi obat aliskiren pada pasien dengan atau tanpa kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan hati atau kolestasis berat.
  • Pasien dengan riwayat alergi pada kulit atau mukosa yang menyebabkan terjadinya pembengkakan yang disebabkan karena alergi (angioedema).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kandesartan.
  • Wanita hamil.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aliskiren.
    Pemberian bersama dengan aliskiren pada pasien diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ginjal, penurunan tekanan darah (hipotensi), dan peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • NSAID seperti ibuprofen dan asam mefenamat.
    Obat di atas dapat mengurangi efek antihipertensi dan dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal termasuk kemungkinan terjadinya gagal ginjal akut.
  • Diuretik hemat-K, suplemen K, atau pengganti garam yang mengandung K.
    Penggunaan kandesartan dengan obat-obat di atas dapat menyebabkan terjadinya peningkatan risiko peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Lithium.
    Kandesartan dapat menyebabkan peningkatan kadar lithium sehingga dpat menyebabkan terjadinya toksisitas.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika kulit dan sklera mata berubah menjadi berwarna kekuningan bisa menjadi tanda terjadinya masalah pada hati, jika mengalami kulit pucat, kulit pucat, rasa lelah, pingsan atau pusing, bintik-bintik ungu, tanda-tanda perdarahan, sakit tenggorokan dan demam bisa menjadi tanda kelainan darah atau sumsum tulang.
  • Mengalami kelemahan, detak jantung tidak teratur, kesemutan, dan kram otot bisa menjadi tanda perubahan kadar natrium dan kalium dalam darah Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/gionix
Diakses pada 13 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/candesartan?mtype=generic
Diakses pada 13 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8183/candesartan-oral/details
Diakses pada 13 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/candesartan-oral-tablet#about
Diakses pada 13 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/candesartan/
Diakses pada 13 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601033.html
Diakses pada 13 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

7 Penyakit Peredaran Darah yang Umum Terjadi, Apa Pemicunya?

Gangguan pada peredaran darah dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Penyakit peredaran darah yang dipicu gaya hidup bisa diubah dengan menjalani gaya hidup sehat.
25 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
7 Penyakit Peredaran Darah yang Umum Terjadi, Apa Pemicunya?

Mengenal HCU dan Fungsinya untuk Pasien, Ini Penjelasan Lengkapnya

HCU adalah unit perawatan rawat inap bagi pasien dengan kondisi stabil dan sadar, tapi masih memerlukan pengobatan dan perawatan secara ketat. Apakah biaya perawatan di sana ditanggung oleh BPJS Kesehatan?
02 Oct 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Mengenal HCU dan Fungsinya untuk Pasien, Ini Penjelasan Lengkapnya

Menurunkan Tekanan Darah secara Alami Ternyata Tak Merepotkan

Menurunkan tekanan darah tinggi dapat dimulai dari diri sendiri dan dengan cara sederhana tanpa obat-obatan. Pola makan dan gaya hidup yang sehat adalah kuncinya.
06 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Baca selengkapnya
Menurunkan Tekanan Darah secara Alami Ternyata Tak Merepotkan