Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Gentamicin (Alias: Gentamisin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 24 Jan 2019
Gentamicin bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri.
Gentamicin digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri seperti infeksi mata, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, dan infeksi telinga.

Merk dagang yang beredar:

Argensol, Gentamycin, Azopt, Gentasolon, Benoson G, Gentason B, Betagentam, Genticid, Bioderm, Gentiderm, BiogenIkagen, Celestoderm-V + Garamycin, Ikagen, Cinogenta, Isotic Decamisin, Dermagen, Licogenta, Dermagen forte, Ottogenta, Digenta, Diprogenta, Proson G, Ethigent, Pyogenta, Fermaderm, Pyogenta Pediatric, Garabiotik, Rogencin, Sagestam, Garamycin, Garamycin Pediatric, Garapon, Garasone, Salgen, Garexin, Salgen plus, Genalten, Genbeta, Salticin, Genoint, Sinobiotik, Skilone, Genolon, Sonigen, Genta, Synalten, Gentalex, Timact, Gentamerck, Tria Gentason, Ximex, Konigen, Zensoderm.

Gentamicin digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri seperti infeksi mata, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, dan infeksi telinga. Gentamicin termasuk golongan antibiotik. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri.

Gentamicin (Gentamisin)
Golongan

Antijamur

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Obat tetes mata, obat tetes telinga, suntik, krim, infus

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D (tetes): Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
Kategori C (oles): Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi mata

  • Dewasa: Sebagai tetes mata 0,3%: Teteskan 1-2 tetes ke mata yang terkena hingga 6 kali sehari. Untuk infeksi berat, awalnya, 1-2 tetes setiap 15 menit, kurangi pemakaian secara bertahap saat infeksi sudah membaik. Sebagai 0,3% obat tetes mata: teteskan sejumlah kecil ke dalam kantung konjungtiva selama 2-3 kali sehari.
  • Anak: Dosis sama seperti orang dewasa.

Infeksi telinga

  • Dewasa: Sebagai 0,3% tetes telinga: Teteskan 2-3 tetes di telinga yang terkena selama 3-4 kali sehari dan lakukan di malam hari.
  • Anak: Dosis sama seperti orang dewasa.

Suntik
Infeksi saluran kemih

  • Dewasa: 160 mg satu kali sehari.

Krim
Infeksi kulit

  • Dewasa: Sebagai 0,1% krim: Oleskan dengan lembut ke daerah yang terkena dan bersihkan selama 3-4 kali sehari.
  • Anak: Dosis sama seperti orang dewasa.

Aturan pakai Gentamicin dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Gentamicin sebelum memakainya. Perbanyak minum air putih selama menggunakan obat ini. Jika diberikan melalui suntikan, obat disuntikkan melalui pembuluh darah atau sesuai yang dianjurkan dokter, biasanya dilakukan setiap 8 jam.

Untuk infeksi mata, telinga dan kulit, pengobatan dilakukan sesuai anjuran dari dokter dan tergantung kondisi medis pasien. Gunakan terus obat ini sesuai anjuran dokter. Jangan berhenti menggunakannya jika sudah merasa sehat. Sebab, jika tidak menuntaskan obat sesuai yang disarankan dokter, infeksi mungkin muncul kembali. Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun efek samping yang berlebihan harus segera mendapatkan penanganan medis.

Obat gentamicin dapat menyebabkan efek samping berupa hilangnya nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, kelelahan, pusing, atau kesulitan tidur. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti:

  • Kejang
  • Mati rasa/kesemutan
  • Kedutan otot
  • Diare terus menerus

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas Jika mengalami efek lain, tanyakan tenaga kesehatan.

Peringatan

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, termasuk jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit Parkinson
  • Diabetes
  • Dalam masa kehamilan dan menyusui
  • Masalah pendengaran

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap gentamicin dan aminoglikosida.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin akan terjadi jika gentamicin digunakan bersamaan obat lain. Jika ingin memakainya bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter. Sebab, dokter akan mengganti dosisnya jika memang harus digunakan dengan obat lain. Berikut ini jenis obat yang saat digunakan bersama gentamicin, bisa menimbulkan interaksi tertentu.

Jenis Obat

Interaksi

Toksin botulinum

Peningkatan risiko penyumbatan neuromuskular

Indometacin

Peningkatan efektivitas kadar plasma gentamicin pada neonatus

Selain itu, pemakaian gentamicin dengan obat lain juga berpotensi menimbulkan risiko efek antikoagulan, seperti warfarin, phenindione.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/gentamisin
Diakses pada 6 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/gentamicin-injection-route/before-using/drg-20074471
Diakses pada 6 November 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/gentamicin
Diakses pada 6 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1496/gentamicin-injection/details
Diakses pada 6 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top