Terapi pada kondisi berikut yang tidak dapat menerima pengobatan per oral seperti luka pada dinding usus dua belas jari (ulkus duodenum), tukak lambung, peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagitis ulseratif), dan sindrom Zollinger-ellison.
Terapi pada kondisi berikut yang tidak dapat menerima pengobatan per oral seperti luka pada dinding usus dua belas jari (ulkus duodenum), tukak lambung, peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagitis ulseratif), dan sindrom Zollinger-ellison.
Terapi pada kondisi berikut yang tidak dapat menerima pengobatan per oral seperti luka pada dinding usus dua belas jari (ulkus duodenum), tukak lambung, peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagitis ulseratif), dan sindrom Zollinger-ellison.
Terapi pada kondisi berikut yang tidak dapat menerima pengobatan per oral seperti luka pada dinding usus dua belas jari (ulkus duodenum), tukak lambung, peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagitis ulseratif), dan sindrom Zollinger-ellison.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 168.675/box (10 ml) per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 1 vial+pelarut @ (40 mg, 10 ml)
Produsen Ferron Par Pharmaceuticals

Gastrofer adalah obat untuk terapi pada kondisi berikut yang tidak dapat menerima pengobatan per oral seperti luka pada dinding usus dua belas jari (ulkus duodenum), tukak lambung, peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagitis ulseratif), dan sindrom Zollinger-ellison. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Gastrofer mengandung zat aktif omeprazole.

Terapi pada kondisi berikut yang tidak dapat menerima pengobatan per oral seperti luka pada dinding usus dua belas jari (ulkus duodenum), tukak lambung, peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagitis ulseratif), dan sindrom Zollinger-ellison.

Omeprazole 40 mg.

40 mg sebanyak 1 kali/hari.

Sesuai petunjuk dokter.

  • Sakit kepala.
  • Diare.
  • Nyeri perut.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Infeksi saluran napas atas.
  • Ruam.
  • Salah satu bentuk sakit kepala di mana penderita mengalami persepsi gerakan yang tidak semestinya (vertigo).
  • Sembelit.
  • Batuk.
  • Kondisi tubuh yang mengalami kelelahan kronik berkepanjangan (astenia).
  • Nyeri tulang belakang.

Pasien hipersensitif terhadap komponen yang terkandung dalam gastrofer.

  • Pasien yang menderita tukak pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien gangguan fungsi hati.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.