Galvusmet tablet 50 mg/500 mg sebagai terapi tambahan pasien diabetes melitus tipe 2.
Galvusmet tablet 50 mg/500 mg sebagai terapi tambahan pasien diabetes melitus tipe 2.
Galvusmet tablet 50 mg/500 mg sebagai terapi tambahan pasien diabetes melitus tipe 2.
Galvusmet tablet 50 mg/500 mg sebagai terapi tambahan pasien diabetes melitus tipe 2.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 96.800/strip per Oktober 2019.
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet.
Produsen Novartis Indonesia

Galvusmet adalah obat yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah tinggi bersama dengan diet dan olahraga bagi penderita diabetes melitus tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Galvusmet mengandung zat aktif vildagliptin dan metformin hydrochloride.

Terapi tambahan untuk diet dan olahraga untuk meningkatkan kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang diabetesnya tidak dikontrol dengan metformin HCl atau vildagliptin saja atau yang sudah diobati dengan kombinasi vildagliptin dan metformin HCl sebagai obat terpisah.

  • Vildagliptin 50 mg.
  • Metformin hydrochloride 500 mg.

Dosis awal: 1 tablet sebanyak 2 kali/hari.

Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan atau segera setelah makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.

  • Hipersensitif terhadap kandungan dalam obat ini.
  • Pasien gangguan ginjal dengan creatinine clearance 60 ml/menit ke bawah.
  • Pasien gagal jantung.
  • Pasien dengan kondisi ketidakmampuan ginjal mengeliminasi asam berlebih dari dalam tubuh.(asidosis metabolisme).
  • Pasien penderita diabetes tipe 1.
  • Obat ini bukan pengganti insulin.
  • Pasien gangguan fungsi hati.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Tiazida.
  • Kortikosteroid.
  • Produk tiroid dan simpatomimetik.
  • Furosemid.
  • Nifedipin.
  • Simetidin.
  • Diuretik lainnya.
  • Estrogen.
  • Kontrasepsi oral.
  • Fenitoin.
  • Asam nikotinat.
  • Penghambat ACE.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/galvusmet/galvusmet?type=brief&lang=id
Diakses pada tanggal 22 Oktober 2019.

Artikel Terkait