Galtaren 1% gel 20 g obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit, pembengkakan, dan sendi yang kaku akibat radang pada sendi (artritis).
Galtaren 1% gel 20 g obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit, pembengkakan, dan sendi yang kaku akibat radang pada sendi (artritis).
Galtaren 1% gel 20 g obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit, pembengkakan, dan sendi yang kaku akibat radang pada sendi (artritis).
Galtaren 1% gel 20 g obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit, pembengkakan, dan sendi yang kaku akibat radang pada sendi (artritis).
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 30.976/tube (20 g) per November 2019
Kemasan 1 tube @ 20 g
Produsen Galenium Pharmasia Laboratories

Galtaren adalah obat yang digunakan untuk meredakan inflamasi trauma pada tendon, ligamen, otot dan persendian serta mengobati penyakit rematik. Obat ini merupakan golongan obat bebas terbatas. Galtaren mengandung zat aktif diclofenac.

  • Radang (inflamasi) karena trauma pada urat (tendon), ligamen, otot dan persendian seperti yang disebabkan oleh salah urat, terkilir dan memar.
  • Rematik jaringan lunak: radang pada cangkang yang mengelilingi tendon (tendovaginitis), bursitis, shoulder-hand syndrome dan periartropati.
  • Penyakit-penyakit rematik yang teriokalisir: radang pada ujung-ujung tulang penyusun sendi (osteoartritis) pada sendi-sendi perifer dan rangkaian tulang belakang.

Tiap 1 g: diclofenac diethylamine 11,6 setara diclofenac sodium 10 mg.

3-4 kali/hari

Oleskan secukupnya pada kulit yang sakit, gosokkan secara perlahan.

  • Iritasi lokal.
  • Ruam atau kemerahan (eritema).
  • Peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan zat tertentu dan mengiritasi kulit (dermatitis kontak) alergik atau non-alergik dengan gejala dan tanda seperti: gatal, kemerahan, edema, papul, vesicle, bullae, atau kulit terkelupas)
  • Tidak boleh digunakan pada luka terbuka.
  • Hindari kontak dengan mata atau selaput lendir lainnya.
  • Untuk mencegah toksisitas yang aditif, tidak dibenarkan untuk pemberian bersama sediaan oral.
  • Jangan dimakan.
  • Wanita hamil dan meyusui.

Sesuai kemasan per November 2019.