Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Gabapentin (Alias: Gabapentin)

Ditulis oleh dr. Karlina Lestari
Terakhir ditinjau oleh dr. Virly
Gabapentin dapat dikonsumsi penderita dengan kondisi medis kejang dan epilepsi
Kejang mengakibatkan disfungsi otak sementara dan sebaiknya harus segera diobati

Merk dagang yang beredar:

Epiven, Gabexal, Gapenal, Nepatic, Neurontin, Simtin, Sipentin, Tineuron, Alpentin, Gabasant 300, Galepsi, Ganin, Opipentin.

Gabapentin yang termasuk dalam golongan obat anti kejang (antikonvulsan atau anti epilepsi) merupakan obat yang digunakan untuk mengontrol dan mencegah kejang ulangan dalam pengobatan epilepsi. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri neuropati (nyeri yang disebabkan oleh kerusakan atau penyakit pada sistem saraf) yang biasanya terjadi setelah infeksi herpes zoster. 

Gabapentin (Gabapentin)
Golongan

Obat antiepilepsi, antikonvulsan, dan pereda nyeri neuropati

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet, kapsul, sirup

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Selama menyusui, gabapentin harus digunakan dengan hati-hati karena data akan keamanan penggunaannya masih terbatas. Dosis awal selama menyusui selalu dimulai dengan dosis terendah, dan anak yang mendapatkan ASI harus dipantau secara ketat untuk mengetahui adanya efek samping obat. Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaannya. 

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Epilepsi

  • Dewasa: 300 mg satu kali sehari pada hari pertama, 300 mg dua kali sehari pada hari ke-2 dan 300 mg tiga kali sehari pada hari ke-3; sebagai alternatif 300 mg dikonsumsi tiga kali sehari pada hari pertama. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap 300 mg setiap 2–3 hari sampai dosis efektif untuk mengontrol epilepsi tercapai, biasanya dosis sekitar 900–3.600 mg/hari dibagi dalam 3 dosis dengan jarak waktu antar dosis maksimal 12 jam. Dosis maksimal: 4.800 mg/hari.
  • Anak: usia diatas 6 tahun: Awalnya, 10–15 mg/kgBB/hari, ditingkatkan selama kira-kira 3 hari sampai dosis efektif untuk mengontrol epilepsi tercapai, biasanya dosis hingga 25–35 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis dengan jarak waktu antar dosis maksimal 12 jam. Dosis maksimal: 50 mg/kgBB/hari.

Nyeri Neuropati

  • Dewasa: 300 mg pada hari pertama, 300 mg dua kali sehari pada hari kedua, dan 300 mg tiga kali sehari pada hari ketiga; sebagai alternatif, 900 mg/hari dibagi dalam tiga dosis. Dosis dapat ditingkatkan 300 mg setiap 2–3 hari. Dosis maksimal: 3.600 mg/hari.

Neuralgia postherpetik

  • Dewasa: 600 mg pada pagi hari selama 3 hari, kemudian ditingkatkan sampai 600 mg dua kali sehari.

Aturan pakai Gabapentin dengan benar

Selalu ikuti anjuran dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Gabapentin sebelum mengonsumsi. Obat ini dapat dikonsumsi dengan makanan atau tanpa makanan. Konsumsi obat ini secara utuh jangan di hancurkan atau dikunyah karena dapat meningkatkan risiko efek samping.

Dosis diberikan sesuai dengan kondisi klinis dan saran dari dokter. Obat ini dapat bekerja maksimal bila kadar obat dalam darah tetap atau stabil, oleh sebab itu usahakan selalu untuk mengonsumsi obat tepat pada waktunya dengan jarak waktu maksimal antar dosis yaitu 12 jam. Jangan konsumsi obat ini lebih banyak, lebih sering, atau lebih lama dari yang disarankan karena dapat meningkatkan efek samping obat, serta jangan menghentikan penggunaannya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter Anda karena dapat memperburuk kondisi Anda. Dosis obat Anda perlu diturunkan secara perlahan sebelum penggunaannya dihentikan.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda semakin memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Efek samping yang sering terjadi pada saat mengonsumsi Gabapentin yaitu mengantuk, kehilangan koordinasi, dan pusing. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis bila terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti:

  • Nafas lambat dan dangkal
  • Depresi, adanya ide atau percobaan bunuh diri
  • Kejang
  • Reaksi alergi
  • Kuning pada mata atau kulit
  • Muntah darah
  • Urin berwarna gelap
  • Tinja berwarna seperti dempul
  • Koma
  • Kebingungan

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu bila Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Penyakit ginjal
  • Sedang menjalani hemodialisis
  • Gangguan psikologis (seperti depresi atau adanya ide bunuh diri)
  • Masalah pernafasan
  • Kehamilan dan menyusui

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi bila Anda mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan.

Mengonsumsi obat Gabapentin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat menyebabkan meningkatnya kadar gabapentin dalam plasma bila dikonsumsi bersamaan dengan morfin.
  • Dapat mengurangi penyerapan gabapentin bila dikonsumsi dengan antasida. Setelah mengonsumsi antasid tunggu paling tidak dua jam sebelum mengonsumsi Gabapentin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/gabapentin
Diakses pada 5 November 2018.

Davanzo R, Dal Bo S, Bua J, Copertino M, Zanelli E, et al. Antiepileptic drugs and breastfeeding. Italian Journal of Pediatrics. 2013.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/gabapentin-oral-route/description/drg-20064011
Diakses pada 5 November 2018.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/gabapentin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 5 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14208-1430/gabapentin-oral/gabapentin-sustained-release-oral/details
Diakses pada 5 November 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top