Futamel Tablet 15 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Futamel tablet adalah obat untuk meringankan nyeri dan peradangan pada bagian sendi seperti osteoartritis dan rheumatoid arthritis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Futamel tablet mengandung zat aktif meloksikam.
Futamel Tablet 15 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaMeloksikam.
Kelas terapiAntiinflamasi dan antirematik.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 2 strip @ 10 tablet (15 mg)
ProdusenFutamed

Informasi zat aktif

Meloksikam, turunan oksikkam, adalah golongan NSAID yang memiliki aktivitas anti-inflamasi, analgesik, dan antipiretik. Obat ini bekerja dengan menghambat siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan -2), sehingga menghambat terbentuknya prostaglandin atau senyawa yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, meloksikam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu puncak konsentrasi plasma: 4-5 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi: kira-kira 10 liter. Pengikatan protein plasma: kira-kira 99,4%, terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui oksidasi oleh enzim CYP2C9 dan CYP3A4 menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui urin dan tinja sebagai metabolit tidak aktif. Waktu paruh eliminasi: kira-kira 15-22 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Meloksikam adalah obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang dapat meredakan gejala peradangan pada sendi diantaranya pembengkakan, kekakuan, dan nyeri pada sendi. Obat ini bekerja dengan menghambat biosintesis dari prostaglandin atau senyawa yang menyebabkan peradangan melalui penghambatan enzim siklooksigenase sehingga proses peradangan akan terhambat dan rasa sakit akan berkurang.

  • Mengatasi nyeri akibat peradangan pada sendi (osteoarthritis).
  • Meringankan peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengobati peradangan sendi pada punggung belakang yang terasa nyeri dan kaku (ankylosing spondylitis).

Komposisi obat

Meloksikam 15 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Rheumatoid arthritis: 15 mg/hari, dosis dapat dikurangi hingga 7,5 mg/hari.
  • Osteoarthritis: 7,5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 15 mg/hari.

Pasien penderita gagal ginjal atau yang melakukan cuci darah:

  • Dosis maksimal: 7,5 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada perut.
  • Gangguan kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare.
  • Lemas.
  • Kelelahan.
  • Biduran (urtikaria).
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kesulitan mengeluarkan cairan (retensi urin).
  • Sesak napas.
  • Pembengkakan pada bagian tubuh biasanya berada di sekitar mata, bibir atau pipi (angioedema).
  • Dehidrasi.
  • Sakit kepala.
  • Pembengkakan pada tubuh akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh (edema).
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Gagal ginjal akut.
  • Peningkatan kadar kalium dalam tubuh (hiperkalemia).
  • Penglihatan kabur.
  • Anemia.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam tubuh (trombositopenia).
  • Penurunan jumlah sel darah putih dalam tubuh.
  • Gagal jantung.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Kesemutan (parestesia).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Ruam.
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Reaksi sensitif terhadap cahaya (fotosensitivitas).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita asma.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan jantung dan hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia
  • Pasien yang mengalami luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien yang mengalami kekurangan cairan (dehidrasi).
  • Pasien dengan kondisi ketika jumlah darah dan cairan di dalam tubuh berkurang secara drastis (hipovalemia).
  • Pasien dengan kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis hati).
  • Pasien penderita serangan jantung.
  • Pasien dengan kondisi di mana kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia)..
  • Wanita hamil pada trimester 1 dan 2.
  • Pasien yang mengonsumsi obat antiinflamasi non-steroid lain, kortikosteroid, antiplatelet, dan obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).

Kategori kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan x-cam tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga: Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap meloksikam, aspirin atau obat antiinflamasi non-steroid lainnya.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 15 tahun ke bawah.
  • Pasien dengan riwayat mengalami perdarahan atau luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada serebrovaskular.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Obat penghambat pembekuan darah seperti warfarin, dan heparin.
      Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
    • Obat penurun tekanan darah tinggi seperti golongan ACE inhibitor, antagonis angitensin II, dan beta blocker.
      Meloksikam dapat menurunkan efektivitas obat penurun tekanan darah tinggi.
    • Siklosporin dan takrolimus.
      Penggunaan meloksikam dan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan ginjal.
    • Lithium, digoksin, dan metotreksat.
      Penggunaan meloksikam dan obat di atas dapat meningkatkan serum kalium.
    • Kolestiramin.
      Meloksikam dapat menurunkan efektivitas dari kolestiramin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping yang serius, termasuk:

  • Mudah memar atau perdarahan.
  • Sakit kepala terus-menerus atau sakit kepala parah.
  • Perubahan suasana hati.
  • Tanda-tanda masalah ginjal seperti perubahan jumlah urin.
  • Leher kaku yang tidak dapat dijelaskan.
  • Gejala gagal jantung seperti pergelangan kaki atau kaki bengkak, kelelahan yang tidak biasa, kenaikan berat badan yang tidak biasa atau tiba-tiba.

Nps. https://www.nps.org.au/medicine-finder/moxicam-tablets Diakses pada 29 Juli 2020 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/meloxicam Diakses pada 29 Juli 2020 WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-911/meloxicam-oral/details Diakses pada 29 Juli 2020 Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/meloxicam-oral-route/description/drg-20066928 Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email