Fusipar 2% Krim 10 g

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Fusipar krim adalah obat untuk mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri.

Deskripsi obat

Fusipar krim adalah obat untuk mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri seperti impetigo, folikulitis, dan furunkulosis. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Fusipar krim mengandung zat aktif asam fusidat.
Fusipar 2% Krim 10 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaAsam fusidat.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 10 g
ProdusenGenero Pharmaceutical

Informasi zat aktif

Asam fusidat bekerja dengan cara mencegah translokasi faktor perpanjangan G (EF-G) dari ribosom, dalam proses sintesis protein. Asam fusidat dapat memberikan efek secara lokal dengan bentuk sediaan salep, krim, hingga tetes mata, dan dapat juga memberikan efek secara sistemik dalam bentuk injeksi atau obat oral. Asam fusidat merupakan antibiotik yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri tanpa membunuhnya (bakterisotatik).
Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh dengan efek sistemik, asam fusidat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan(oral); konsentrasi plasma rata-rata 30 mcg/ml setelah 2-4 jam (dosis 500 mg). Penyerapan pada anak-anak tejadi lebih cepat dibandingkan pada orang dewasa.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan dan cairan tubuh termasuk tulang, nanah dan cairan sinovial. Dapat melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein: 95%.
  • Metabolisme: Terjadi pada organ hati, diubah menjadi beberapa metabolit.
  • Ekskresi: Melalui empedu (terutama sebagai metabolit), melalui feses (2% sebagai obat tidak berubah), melalui urin; 5-6 jam (waktu paruh eliminasi).

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai infeksi bakteri seperti pada:

  • Infeksi pada folikel rambut (folikulitis).
  • Benjolan pada kulit yang bernanah dan terasa nyeri (furunkulosis).
  • Folikulitis kronis yang menyerang bagian wajah yang ditumbuhi jenggot (sycosis barbae).
  • Benjolan kecil sebesar kacang di area pergesekan kulit, seperti ketiak atau lipat paha (hidradenitis axillaris).
  • Kumpulan nanah yang dikelilingi oleh dinding jaringan (abses).
  • Infeksi yang terjadi pada kulit di sekitar kuku (paronychia).
  • Infeksi kronis pada kulit yang disebabkan Corynebacterium afermentans (erythrasma).
  • Infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil (impetigo contagiosa).

Sodium fusidat adalah garam natrium dari asam fusidat, yang dikenal sebagai antibiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri tanpa membunuhnya (bakterisotatik). Asam fusidat dapat bekerja dengan cara mencegah translokasi faktor perpanjangan G (EF-G) dari ribosom, dalam proses sintesis protein. Asam fusidat dapat memberikan efek secara lokal dengan bentuk sediaan salep, krim, hingga tetes mata, dan dapat juga memberikan efek secara sistemik dalam bentuk injeksi atau obat oral.

Komposisi obat

Tiap 1 g: asam fusidat 20 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak:

  • Lesi terbuka: Gunakan sebanyak 3-4 kali/hari.
  • Lesi tertutup: Gunakan lebih sering. Lama terapi selama kurang dari 7 hari.

Aturan pakai obat

Oleskan krim secara tipis-tipis pada bagian kulit yang terinfeksi dan pastikan tangan sudah dicuci dengan bersih sebelum mengaplikasikan krim ini.

Efek samping obat

Perhatian Khusus

  • Hindari penggunaan selama bulan terakhir kehamilan.
  • Dapat meningkatkan risiko terjadinya sensitisasi dan resistensi bakteri.
  • Dapat menyebabkan kernikternus pada bayi selama 1 bulan pertama usianya.
  • Hindari kontak dengan mata.

Kategori kehamilan

Keamanan penggunaan obat sediaan krim dengan kandungan asam fusidat selama menyusui belum diketahui. Selalu pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Penggunaan obat ini tidak dianjurkan selama masa kehamilan pada bulan terakhir, karena dapat menyebabkan bayi mengalami perubahan warna kulit dan bagian putih mata menadi kekuningan pada bulan pertama kelahirannya.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak sensitif terhadap asam fusidat terutama bakteri Pseudomonas aeruginosa.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam fusidat.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami biduran (urtikaria), kemerahan, dan gatal pada area kulit yang diobati.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/fusidic%20acid?mtype=generic
Diakses pada 31 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/fusidic-acid/
Diakses pada 31 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/fusidic-acid-for-skin-infections-fucidin
Diakses pada 31 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email