Furosemide (Alias: Furosemida)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty pada 06 Feb 2019
Furosemide dapat menurunkan tekanan darah tinggi dengan meningkatkan produksi dan aliran urin.
Furosemide mencegah penyakit ginjal dengan meningkatkan laju urine.

Merk dagang yang beredar:

Classic, Diurefo, Diuresix, Diuvar, Edemin, Farsix, Farsiretik, Frusid, Furomed, Furosemid, Furosemide Indo Farma, Furosix Glosix, Gralixa, Impugan, Lasix , averic, Naclex, Roxemid, Silax, Uresix, Uresix Injection

Furosemide merupakan diuretik yang digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Selain itu furosemide juga dapat mengurangi gejala seperti sesak napas dan bengkak di lengan, kaki, dan perut. Efek samping obat ini yakni menyebabkan produksi urin lebih banyak sehingga dapat membuang air dan garam berlebih dalam tubuh (edema), yang disebabkan oleh kondisi seperti gagal jantung, penyakit hati, dan penyakit ginjal. Furosemide bekerja bersama ginjal untuk meningkatkan aliran urin.

Furosemide (Furosemida)
Golongan

Diuretik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, suntik, sirup

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Edema karena gagal jantung:

  • Dewasa: dosis awal 40 mg/hari, dapat diturunkan menjadi 20 mg/hari secara berkala. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 80 mg/hari atau lebih jika diperlukan.

Hipertensi:

  • Dewasa: 40-80 mg/hari, dosis tunggal atau dikombinasikan dengan obat antihipertensi lainnya.

Aturan pakai Furosemide dengan benar

Furosemide dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, namun untuk penyerapan yang lebih baik sebaiknya dikonsumsi setelah makan. Konsumsilah obat ini seperti yang dianjurkan dokter kepada Anda. Hati-hati dalam mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok yang dilengkapi dengan resep Anda. Tidak disarankan untuk menggunakan sendok rumah tangga karena memungkinkan Anda tidak mendapatkan dosis yang tepat.

Dosis furosemide didasarkan pada kondisi medis, usia, dan respons Anda terhadap pengobatan. Sedangkan untuk anak-anak dosis disesuaikan dengan berat badan. Pemberian dosis pada lansia dimulai dari dosis yang terendah untuk mengurangi risiko efek samping. Konsumsilah obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat obat yang maksimal. Gunakanlah pengingat (alarm) untuk membantu Anda mengonsumsi obat ini diwaktu yang sama setiap hari.

Efek Samping

Efek samping seperti:

  • Kram otot
  • Pusing, sakit kepala
  • Hipotensi
  • Lemah, lesu
  • Gelisah
  • Gangguan gastrointestinal / perdarahan saluran pencernaan
  • Gangguan pendengaran dan penglihatan
  • Mulut kering, dehidrasi
  • Aritmia jantung yang serius
  • Hiponatremia, hipokalemia, hiperurisemia, peningkatan kadar enzim hati, kolesterol dan trigliserida
  • Reaksi anafilaksis

Jika beberapa efek tersebut memburuk, segera konsultasikan dengan dokter. 

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Alergi obat furosemide atau obat lainnya
  • Pasien prediabetes atau diabetes mellitus (DM)
  • Sirosis hati
  • Gout
  • Gangguan berkemih
  • Risiko terjadinya penurunan tekanan darah
  • Risiko ototoksiksitas dengan injeksi yang cepat.
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Kehamilan, laktasi, usia lanjut, anak-anak

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap furosemid dan sulfonamide
  • Anuria, gagal ginjal
  • Penyakit Addison
  • Hipovolemia, dehidrasi

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Menggunakan furosemid dengan obat lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi seperti

  • Dapat meningkatkan nefrotoksisitas sefalosporin (misalnya, cefalotin), OAINS.
  • Dapat meningkatkan ototoksisitas aminoglikosida, asam ethacrynic, obat ototoxic lainnya.
  • Peningkatan risiko kardiotoksisitas dengan glikosida jantung, antihistamin.
  • Dapat mengurangi kadar serum lithium.
  • Dapat menimbulkan efek hipoglikemia obat antidiabetik.
  • Meningkatnya efek hipotensi dengan MAOIs
  • Meningkatnya efek hipotensi dengan ACE inhibitor, angiotensin II receptor antagonist
  • Meningkatkan efek hiponatremia dengan karbamazepin.
  • Mengurangi efek natriuretik dan hipotensi dengan indometasin
  • Efek diuretik berkurang dengan salisilat

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/furosemid
Diakses pada 4 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/furosemide-oral-route/description/drg-20071281
Diakses pada 1 Oktober 2018

MIMS.  https://www.mims.com/indonesia/drug/info/furosemide?mtype=generic
Diakses pada 4 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5512-2043/furosemide-oral/furosemide-solution-oral/details
Diakses pada 3 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top