Furosemide

02 Mar 2021
Ditinjau oleh Veronika Ginting
Furosemide adalah diuretik kuat yang digunakan untuk menghilangkan air dan garam dari tubuh

Furosemide adalah diuretik kuat yang digunakan untuk menghilangkan air dan garam dari tubuh

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Classic, Diurefo, Diuresix, Diuvar, Edemin, Farsix, Farsiretik, Frusid, Furomed, Furosemid, Furosemide Indo Farma, Furosix Glosix, Gralixa, Impugan, Lasix , averic, Naclex, Roxemid, Silax, Uresix, Uresix Injection

Deskripsi obat

Furosemide adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi, serta mencegah stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal. Selain itu, obat ini juga dapat mengurangi gejala, seperti sesak napas dan bengkak di lengan, kaki, dan perut.

Furosemide termasuk dalam golongan obat diuretik. Obat ini memiliki aksi diuretik kuat untuk menghilangkan air dan garam dari tubuh. Karena fungsinya tersebut, maka obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati edema, yaitu pembengkakan karena penumpukan cairan di dalam tubuh.

Edema dapat disebabkan kondisi medis, seperti gagal jantung, sirosis hati, atau penyakit ginjal. 

Furosemide (Furosemida)
GolonganKelas terapi : Diuretik. Klasifikasi Obat : Sulfonamida.
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, injeksi, sirup
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis dan bersifat individual. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons tubuh pasien terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena
Edema paru akut

  • Dewasa: Dosis awal 40 mg melalui injeksi lambat selama 1-2 menit. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 80 mg, diberikan melalui injeksi lambat jika respons yang memuaskan tidak tercapai dalam 1 jam.

Oral
Hipertensi

  • Dewasa: Dosis tunggal atau dalam kombinasi dengan antihipertensi lain: 40-80 mg setiap hari, disesuaikan dengan respons pasien. Sebagai alternatif, dosis pemeliharaan biasa 20-40 mg sehari dapat diberikan.
  • Lansia: Mulailah dari dosis rendah.

Oral
Oliguria atau sedikit pengeluaran urine pada gagal ginjal akut atau kronis

  • Dewasa: Pada pasien dengan insufisiensi ginjal kronis dosis awalnya adalah 250 mg. Dosis dapat ditingkatkan dengan penambahan 250 mg setiap 4-6 jam jika respon yang memuaskan tidak tercapai. Dosis maksimal 1.500 mg setiap 24 jam.
  • Lansia: Mulailah dengan dosis rendah.

Oral
Edema

  • Dewasa:
    • Kasus yang berhubungan dengan gagal jantung kongestif, sirosis hati, dan penyakit ginjal, termasuk sindrom nefrotik: Dosis awal 40 mg/hari sebaiknya dikonsumsi pada pagi hari, disesuaikan seperlunya sesuai respons pasien. Kasus ringan hingga 20 mg setiap hari atau 40 mg pada hari alternatif. Dalam beberapa kasus, 80 mg atau lebih setiap hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi mungkin diperlukan.
  • Anak-anak: Dosis biasa 1-3 mg/kgBB/hari. Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.
    • Dosis maksimal: 40 mg/hari.
  • Lansia: Mulailah dengan dosis rendah.

Parenteral secara intramuskular (IM) atau penyuntikan melalui otot dan intravena (IV) atau penyuntikan melalui pembuluh darah vena
Edema

  • Dewasa: Dosis awal 20-50 mg melalui IV lambat atau injeksi IM, dosis dapat ditingkatkan dengan peningkatan 20 mg tiap 2 jam jika perlu. Dosis lebih dari 50 mg harus diberikan melalui infus IV lambat dengan kecepatan maksimal 4 mg/menit. Dosis maksimal: 1.500 mg setiap hari.
  • Anak-anak: 0,5-1,5 mg / kg sehari. Maks: 20 mg/hari.
  • Lansia: Mulailah dengan dosis rendah.

Parenteral
Gangguan ginjal

Edema parah: Kecepatan infus maks intravena atau melalui pembuluh darah vena adalah 2,5 mg/menit.

Aturan pakai obat

  • Oral: Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dikonsumsi tanpa makan untuk penyerapan yang lebih baik. Dikonsumsi bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
  • Injeksi: Dilakukan oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat.
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian furosemide, antara lain:

  • Mual dan muntah.
    Konsumsilah obat ini sesudah makan. Minumlah air sedikit demi sedikit, tetapi sering untuk mencegah dehidrasi. Hindari mengonsumsi makanan pedas. Efek samping ini biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Jika efek samping berlangsung lama, hubungi dokter untuk meminta rekomendasi obat antimual dan muntah.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat.
    Biasanya terjadi sekitar 6 jam setelah mengonsumsi obat ini. Hal ini merupakan efek yang wajar. Jika merasa tidak nyaman, maka ubah waktu penggunaan obat ini yang paling sesuai untuk Anda, selama tidak lebih dari jam 4 sore. Jika frekuensi masih meningkat, segera hubungi dokter atau apoteker Anda.
  • Mulut kering.
    Kunyahlah permen karet atau hisap permen bebas gula.
  • Sakit kepala.
    Beristirahat dan minumlah banyak air. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Segera hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau memburuk.
  • Pusing.
    Cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan mesin saat Anda merasa pusing atau gemetar.
  • Kram atau kelemahan otot.
    Jika Anda merasakan nyeri otot yang tidak biasa atau kelemahan yang bukan karena olahraga atau kerja keras, bicarakan dengan dokter Anda. Anda mungkin perlu tes darah untuk memeriksa penyebabnya.
  • Merasa haus.
  • Diare.
  • Mati rasa atau kesemutan.
  • Penglihatan kabur.
  • Sembelit.
  • Kehilangan nafsu makan.

Perhatian Khusus

Obat ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang. Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Gangguan fungi hati atau ginjal.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Kadar natrium rendah dalam darah (hiponatremia).
  • Anak-anak.
  • Gangguan saluran kemih.
  • Pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Gangguan pendengaran.
  • Pemantauan cairan dan elektrolit.
  • Kerusakan pada organ hati, seperti sirosis hati.
  • Lanjut usia.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C. Terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap furosemide dan sulfonamida.
  • Gangguan elektrolit.
  • Peningkatan kadar asam urat.
  • Gagal ginjal akut atau gangguan buang air kecil.
  • Awal kehamilan.
  • Kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia).
  • Mengonsumsi obat lithium.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan ibuprofen pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing seperti akan pingsan.
  • Telinga Anda berdenging atau gangguan pendengaran.
  • Kejang atau kontraksi otot.
  • Kulit pucat, mudah memar, dan terjadi pendarahan yang tidak biasa.
  • Gula darah tinggi yang disertai rasa haus meningkat, buang air kecil meningkat, dan mulut kering.
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak bisa buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah, atau sesak napas.
  • Tanda-tanda masalah hati atau pankreas, di antaranya kehilangan nafsu makan, sakit perut bagian atas yang bisa menyebar ke punggung, mual atau muntah, urine berwarna gelap, dan kulit atau mata menguning.
  • Tanda-tanda ketidakseimbangan elektrolit, seperti mulut kering, haus, lemas, mengantuk, merasa gelisah atau goyah, muntah, detak jantung tidak teratur, dada berdebar, mati rasa atau kesemutan, kram otot, kelemahan otot, atau perasaan lemas.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat secara bersamaan. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan:

  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI).
    MAOI dapat meningkatkan efek penurunan efek tekanan darah (hipotensi).
  • Carbamazepine.
    Carbamazepine dapat mengurangi efek pengeluaran natrium dalam urine.
  • Cephalosporine seperti sefalotin dan NSAID.
    Obat di atas dapat meningkatkan gangguan atau kerusakan pada ginjal.
  • Antidiabetik.
    Furosemide dapat melawan efek penurunan kadar gula darah (hipoglikemik) dari obat antidiabetik.
  • Indometasin.
    Indometasin dapat menurunkan efek penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Salisilat.
    Salisilat dapat mengurangi efek diuretik furosemide.
  • Aminoglikosida, asam etakrinik, dan obat ototoksik lainnya.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan gangguan fungsi pendengaran atau ototoksisitas.
  • Aliskiren.
    Aliskiren dapat mengurangi kadar serum furosemide, sehingga efektivitas furosemide dalam mengatasi bengkak akan menurun.
  • ACE inhibitor atau reseptor angiotensin II.
    Penggunaan furosemide dengan obat di atas dapat meningkatkan terjadinya penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Diuretik hemat kalium.
    Penggunaan dengan furosemide dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Glikosida jantung dan antihistamine.
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung.
  • Lithium.
    Furosemide dapat menurunkan serum lithium, sehingga efektivitas lithium dalam mengatasi gangguan suasana hati akan menurun.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5512-8043/furosemide-oral/furosemide-oral/details
Diakses pada 22 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/furosemide.html
Diakses pada 22 Januari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682858.html
Diakses pada 22 Januari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/furosemide?mtype=generic
Diakses pada 22 Januari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/furosemide/
Diakses pada 22 Januari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/lasix-drug.htm
Diakses pada 22 Januari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/furosemide-oral-route/precautions/drg-20071281?p=1
Diakses pada 22 Januari 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/furosemide-oral-tablet#about
Diakses pada 22 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email