Fumethyl Tablet

27 Okt 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Fumethyl tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan seperti peradangan pada sendi. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Fumethyl tablet menganduk zat aktif metilprednisolon.

Fumethyl Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaMetilprednisolon.
Kelas terapiHormon kortikosteroid.
Klasifikasi obatGlukokortikoid.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (4 mg); 1 box isi 2 strip @ 10 tablet (16 mg).
ProdusenFutamed

Informasi zat aktif

Metilprednisolon bekerja dengan mengikat dan mengaktifkan reseptor glukokortikoid intraseluler. Reseptor glukokortikoid teraktivasi mengikat daerah promotor DNA (yang dapat mengaktifkan atau menekan transkripsi) serta mengaktifkan faktor transkripsi yang mengakibatkan inaktivasi gen melalui deasetilasi histon. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metilprednisolon diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorbsi secara cepat dan waktu puncak konsetrasi plasma adlaah 2 jam.
  • Distribusi: Terdistribusi secara cepat dan melewati plasenta. Volume distribusi adalah 0,7-1,5 L/kg.
  • Ekskresi: Waktu paruh plasma adalah lebih dari 3,5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati peradangan (antiinflamasi), radang sendi (arthritis), dan alergi.

Metilprednisolon adalah obat yang bekerja dengan cara mengurangi respon sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit sehingga dapat mengurangi gejala pembengkakan, rasa sakit, dan reaksi alergi.

Komposisi obat

  • Fumethyl tablet 4 mg: metilprednisolon 4 mg.
  • Fumethyl tablet 16 mg: metilprednisolon 16 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis awal: 4-48 mg/hari.

  • Multipel sklerosis: 160 mg/hari untuk beberapa minggu, dilanjutkan dengan 64 mg/hari selama 1 bulan.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan makakan.

Efek samping obat

  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan metilprednisolon dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah yang akan memperburuk penderita diabetes sehingga konsultasikan kepada dokter jika mengalami gejala kadar gula darah yang tinggi seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil. Metilprednisolon juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang menyerang dan akan memperparah infeksi sehingga konsultasikan kepada dokter jika memiliki gejala infeksi seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, batuk.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Rasa terbakar pada dada.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Gangguan tidur.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat pembedahan anatomosis intestinal, peradangan divertikula yang terdapat pada saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).
  • Penggunaan bersama dengan asam asetilsalisilat.
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Penggunaan jangka panjang.
  • Anak-anak.
  • Bayi.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan fumethyl tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis).
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amubiasis).
  • Pasien penderita glaukoma sudut sempit atau sudut terbuka.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Gangguan psikiatrik.
  • Pasien penderita infeksi virus.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aldesleukin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan bersama metilprednisolon dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar.
  • Ketokonazol, boseprevir, siklosporin, eritromisin, rifamisin, fenitoin, fenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan bersama metilprednisolon dapat menyebabkan terganggunya kerja metilprednisolon.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sesak napas (bahkan dengan aktivitas ringan), pembengkakan, dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Memar, kulit menipis, atau luka apa pun yang tidak akan sembuh.
  • Penglihatan kabur, sakit mata, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
  • Depresi berat, perubahan kepribadian, pikiran atau perilaku yang tidak biasa.
  • Nyeri baru atau tidak biasa di lengan atau kaki atau di punggung Anda.
  • Feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Kejang.
  • Kadar kalium rendah yang ditandai dengan gejala kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, berdebar-debar di dada Anda, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, mati rasa atau kesemutan.

Jangan hentikan penggunaan obat ini secara mendadak.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6470/methylprednisolone-oral/details
Diakses pada 19 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/international/methylprednisolone.html
Diakses pada 19 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email